Bisnis & Ekonomi

Investor Berburu Safe Haven, Dolar AS Menanjak ke Rekor Tertinggi Baru

×

Investor Berburu Safe Haven, Dolar AS Menanjak ke Rekor Tertinggi Baru

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Investor Cari Aset Aman, Dolar Mendaki ke Level Tertinggi Baru - Market

jurnalistik.co.id – Dolar AS kembali menguat setelah kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mendorong investor mencari tempat berlindung di aset aman. Pada Rabu waktu Amerika Serikat, pergeseran preferensi itu ikut mengangkat permintaan terhadap dolar.

Data yang dipantau menunjukkan Indeks Bloomberg Dollar Spot naik 0,3%, sekaligus memangkas kenaikan yang sempat tercatat sekitar 0,5% di awal sesi. Lonjakan yang lebih kuat di awal lalu teredam, tetapi arah penguatan tetap berlanjut.

Menurut konteks yang disebut dalam laporan, penguatan dolar sejalan dengan pergerakan harga minyak. Kenaikan minyak tersebut dikaitkan dengan meningkatnya serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.

Perubahan sentimen yang dipicu faktor geopolitik kemudian tercermin pada posisi dolar dalam perdagangan. Indeks Bloomberg Dollar Spot kini mendekati level tertinggi tahun ini, setelah sebelumnya sempat bergerak lebih tinggi pada awal sesi.

Dorongan lain datang dari komunikasi kebijakan moneter bank sentral AS. Risalah rapat Federal Reserve bulan September yang dirilis pada hari Rabu menyiratkan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan pada akhir tahun ini.

Risalah tersebut menegaskan bahwa langkah berikutnya masih berada dalam kerangka upaya para pembuat kebijakan untuk memerangi inflasi yang tinggi. Dengan demikian, ekspektasi suku bunga tetap mendukung penguatan dolar AS.

Dalam catatan risetnya, Kathleen Brooks, direktur riset di XTB, menyampaikan pandangan yang mendukung arus permintaan tersebut. Ia menulis, “Dolar bertindak sebagai aset kontra-siklus, menarik arus dana ke aset safe haven saat kelas aset lain mengalami aksi jual,”

Pernyataan itu menempatkan dolar sebagai tujuan arus dana ketika investor mengurangi eksposur pada aset lain. Ketika kondisi pasar mengarah pada aksi jual di kelas aset tertentu, dolar cenderung memperoleh daya tarik yang lebih kuat.

Gabungan antara faktor eksternal dan arah kebijakan moneter membentuk momentum yang terukur dalam perdagangan. Di satu sisi, kenaikan harga minyak berkaitan dengan ketegangan di Timur Tengah; di sisi lain, risalah Federal Reserve mengisyaratkan ruang untuk suku bunga lebih tinggi pada akhir tahun.

Ketika minyak menguat, tekanan inflasi menjadi variabel yang tetap diperhatikan dalam keputusan kebijakan. Pada saat yang sama, ekspektasi suku bunga lanjutan memperkuat basis fundamental yang membuat dolar tetap menarik bagi investor.

Hasilnya, penguatan dolar yang tercermin dari Indeks Bloomberg Dollar Spot tidak berdiri sendiri. Indeks yang sama bergerak naik 0,3% setelah sempat menguat sekitar 0,5% di awal sesi, dan kini berada di dekat level tertinggi sepanjang tahun.

Dengan latar kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan di kawasan, investor tetap menempatkan dolar sebagai pilihan defensif. Ditambah sinyal dari risalah Federal Reserve September yang menegaskan kemungkinan kenaikan suku bunga akhir tahun, sentimen safe haven terlihat terus mengangkat dolar AS.

Menurut alur yang digambarkan dalam laporan, penguatan dolar tidak hanya muncul dari satu pemicu, melainkan dari pertemuan dua jalur penggerak: pasar komoditas yang bergerak karena ketegangan geopolitik, dan ekspektasi kebijakan suku bunga yang masih mengarah pada respons terhadap inflasi. Ketika minyak mengalami kenaikan, tekanan harga menjadi bahan pertimbangan yang membuat pelaku pasar memperhatikan kemungkinan langkah moneter berikutnya.

Pada saat yang sama, sinyal dari risalah Federal Reserve September menjadi penopang sentimen. Tidak adanya perubahan yang langsung meredakan pandangan tentang suku bunga akhir tahun membuat pelaku pasar cenderung menilai dolar memiliki daya tarik yang lebih stabil dibanding aset lain. Dengan ekspektasi itu, perpindahan posisi biasanya terjadi lebih cepat ketika muncul tanda pelemahan pada kelas aset yang dianggap berisiko.

Gambaran pergerakan Indeks Bloomberg Dollar Spot juga menunjukkan pola tersebut. Lonjakan yang lebih besar sempat terjadi di awal sesi, lalu kemudian dikoreksi sebagian, namun arah penguatan tetap bertahan. Kondisi semacam ini sering dibaca sebagai proses penyesuaian posisi, di mana minat terhadap aset safe haven tidak hilang, melainkan mengalami penataan ulang di tengah dinamika pasar.