jurnalistik.co.id – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa dividen Danantara belum akan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 maupun APBN 2027. Pernyataan itu disampaikannya dalam wawancara dengan Bloomberg Television pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurut Suahasil, pemerintah saat ini masih menyelesaikan APBN 2026. Pada saat yang sama, pemerintah juga menyebut telah memperoleh persetujuan untuk APBN 2027.
Di titik ini, Suahasil menyampaikan bahwa kontribusi dividen Danantara memang belum tercermin dalam kedua tahun anggaran tersebut. Dengan kata lain, keberadaannya belum masuk dalam perhitungan yang ditetapkan dalam APBN 2026 dan APBN 2027.
Suahasil mengatakan, “Jadi, kontribusi [dividen] tersebut belum tercermin dalam APBN 2026 dan 2027, tetapi mungkin akan tercermin di masa mendatang,”. Ia menyampaikan kalimat itu sebagai penegasan atas posisi dividen Danantara terhadap dua periode anggaran yang disebut.
Dalam penjelasannya, Suahasil menempatkan proses penyusunan anggaran sebagai konteks utama. Ia menghubungkan waktu dan tahapan penganggaran dengan status pencatatan kontribusi dividen pada APBN yang berlaku.
Ia juga tidak menyederhanakan persoalan tersebut seolah dividen pasti tidak akan pernah dimasukkan. Suahasil justru menegaskan adanya kemungkinan agar kontribusi itu dapat tercermin pada masa mendatang.
Dividen danantara dan status dalam dua tahun anggaran Suahasil menyatakan bahwa sampai saat ini, kontribusi dividen Danantara belum tercakup dalam APBN 2026. Penegasan ini sekaligus berlaku pada APBN 2027, sesuai penjelasan yang ia berikan pada wawancara tersebut.
Menurut arah penjelasan Suahasil, hal tersebut berkaitan dengan bagaimana anggaran sedang diselesaikan dan telah mendapatkan persetujuan. Proses itu menjadi penanda bahwa struktur APBN 2026 dan 2027 belum memasukkan dividen dimaksud.
Berita Terkait
Ia tidak memberikan rincian teknis mengenai kapan tepatnya dividen itu akan dicerminkan. Namun, ia menyatakan bahwa kemungkinan pencerminan tersebut dapat terjadi di periode berikutnya setelah dua tahun anggaran yang disebut.
Dalam bagian jawabannya, Suahasil menjaga batas kepastian dengan menekankan kata kemungkinan. Pernyataan “mungkin akan tercermin di masa mendatang” menjadi intinya ketika menanggapi status dividen Danantara.
Jawaban atas kemungkinan untuk APBN 2028 Ketika ditanya mengenai kemungkinan dividen Danantara untuk masuk pada APBN 2028, Suahasil masih enggan memberikan jawaban yang pasti. Ia memilih untuk tidak menyatakan kepastian atau angka lanjutan dalam wawancara tersebut.
Suahasil menyebut, “Kemungkinan adalah sesuatu yang berbeda, itu hipotetis,”. Kalimat itu menunjukkan bahwa ia memandang skenario ketercakupan dividen pada 2028 masih berada pada ranah kemungkinan, bukan keputusan final yang sudah pasti.
Jawaban Suahasil tersebut memperjelas bahwa pada tahap penjelasan yang ia berikan, belum ada komitmen yang dinyatakan sebagai keputusan untuk APBN 2028. Ia menempatkan pembahasan pada konsep hipotetis saat ditanyakan di luar horizon 2026 dan 2027.
Dengan demikian, kerangka pernyataan Suahasil dapat dipahami sebagai dua lapis. Pertama, dividen Danantara belum tercermin dalam APBN 2026 dan 2027; kedua, potensi pencerminan di masa mendatang tidak ditutup, tetapi pada pertanyaan spesifik 2028 ia tetap menolak kepastian.
Penegasan ini juga menegaskan bahwa pemerintah, menurut Suahasil, sedang berada pada fase penyelesaian APBN 2026 dan penyusunan APBN 2027 yang sudah mendapat persetujuan. Dalam kondisi tersebut, kontribusi dividen Danantara masih belum masuk dalam proyeksi anggaran yang disebut.
Pada akhirnya, pesan utama Suahasil adalah status dividen Danantara saat ini. Dividen itu belum menjadi bagian APBN 2026-2027, sementara kemungkinan pencerminan berikutnya disampaikan sebagai sesuatu yang bisa berbeda dan masih bersifat hipotesis ketika dibicarakan untuk 2028.












