Bisnis & Ekonomi

Net Sell Investor Asing Berlanjut, Daftar Saham yang Dilepas

×

Net Sell Investor Asing Berlanjut, Daftar Saham yang Dilepas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Investor Asing Net Sell Lagi, Ini Daftar Saham yang Dilepas - Market

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Sesi I pada Kamis (8/10/2026) dengan pelemahan 0,8% menjadi 6.097,4. Tekanan jual ikut menyeret beberapa saham perbankan, sementara investor asing masih cenderung melepas kepemilikan melalui net sell yang cukup besar.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, total transaksi seluruh pasar (all market) menunjukkan investor asing mencatat net sell mencapai Rp194 miliar sepanjang Sesi I. Arah jual bersih ini menjadi penahan laju IHSG agar tidak mampu bertahan di zona hijau pada paruh awal sesi.

Lonjakan net sell dipimpin BMRI

Dari saham-saham yang mencatat net sell terbesar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi yang paling menonjol dengan nilai Rp37,64 miliar. Saat arus penjualan meningkat, saham BMRI melemah 1,22% dan bergerak di posisi Rp4.050 per saham.

Selain BMRI, daftar 10 saham dengan net sell tertinggi pada Sesi I memperlihatkan bahwa tekanan juga menyebar ke beberapa emiten besar lintas sektor. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat net sell Rp35,85 miliar, diikuti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp34,49 miliar.

Selanjutnya, investor asing juga melepas PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan net sell Rp31,92 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp27,61 miliar. Dari kelompok perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tercatat mengalami net sell Rp17,59 miliar selama Sesi I.

Pergerakan jual bersih juga terlihat pada emiten berkapitalisasi menengah hingga kecil, antara lain PT Singaraja Putra Tbk (SINI) senilai Rp16,06 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) senilai Rp13,02 miliar, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp12,41 miliar. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melengkapi daftar dengan net sell Rp11,39 miliar.

Di sisi lain, net buy terbesar mengangkat BBCA

Meskipun investor asing mencatat net sell secara agregat, terdapat sisi lain yang menunjukkan penempatan dana pada sejumlah saham pilihan melalui net buy. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penopang aktivitas beli dengan net buy terbesar mencapai Rp48,78 miliar pada Sesi I.

Sejalan dengan kecenderungan pembelian tersebut, saham BBCA menguat 0,41% dan berada di level Rp6.075 per saham. Pola ini memperlihatkan adanya selektivitas pelaku asing, di mana sebagian saham menjadi sasaran pelepasan, sementara saham lain justru dikoleksi.

Dalam daftar 10 saham dengan net buy tertinggi, penguatan paling besar dicerminkan oleh BBCA yang memimpin dengan Rp48,78 miliar. Setelah itu, PT Astra International Tbk (ASII) membukukan net buy Rp44,42 miliar, sedangkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyusul dengan net buy Rp43,53 miliar.

Investor asing juga melakukan pembelian pada PT Ultra Jaya Milk Industry Tbk (ULTJ) senilai Rp20,56 miliar dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebesar Rp10,15 miliar. Selain itu, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat net buy Rp10,07 miliar, dan PT BFI Finance Tbk (BFIN) bernilai Rp9,34 miliar.

Aktivitas net buy berikutnya tercatat pada PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan Rp8,12 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp7,58 miliar, serta PT Aman Agrindo Tbk (GULA) yang mencapai Rp5,26 miliar. Kombinasi daftar net sell dan net buy ini menggambarkan bahwa pergerakan Sesi I tidak hanya dipengaruhi satu arah transaksi, melainkan tarik-menarik arus jual dan beli.

Dengan IHSG yang turun 0,8% ke 6.097,4, dinamika transaksi asing pada paruh awal perdagangan menjadi salah satu faktor yang patut dicermati untuk membaca arah sesi lanjutan. Apabila tekanan net sell terus dominan, beberapa saham yang menjadi fokus pelepasan berpotensi kembali menjadi pusat perhatian, sementara saham-saham dengan net buy tinggi masih berpeluang menopang sentimen intraday.