Bisnis & Ekonomi

Pemerintah Menyiapkan Pembukaan Rekening bagi 25 Juta Warga Desil 1-4

×

Pemerintah Menyiapkan Pembukaan Rekening bagi 25 Juta Warga Desil 1-4

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pemerintah Akan Buka Rekening untuk 25 Juta Penduduk Desil 1-4 - Market

jurnalistik.co.id – Pemerintah menyiapkan pembukaan rekening bagi warga berusia 17 tahun, dengan sasaran yang diproyeksikan mencapai sekitar 25,1 juta penduduk. Angka tersebut disebut masuk dalam kelompok desil 1 hingga 4.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyampaikan target itu dalam kesempatan acara IDA 2026 di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa cakupan program tersebut mengacu pada komposisi penduduk pada desil 1-4.

“[Pembukaan rekening untuk usia 17 tahun] 25,1 juta penduduk, desil 1-4,” kata Dradjad di sela acara IDA 2026, Jakarta, Kamis (8/10/2026). Pernyataan itu disampaikan saat pemerintah membahas rencana yang sedang disiapkan untuk pembukaan rekening.

Dalam penjelasan Dradjad, program tersebut tidak hanya menyasar kelompok usia, tetapi juga mengarah pada segmen penduduk berdasarkan klasifikasi desil. Dengan demikian, proyeksi jumlah penerima yang disebut berada pada rentang desil 1-4.

Lebih lanjut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah tengah mempersiapkan dana sebesar Rp3,8 triliun untuk membuka rekening secara massal. Ia menekankan program itu ditujukan bagi masyarakat di atas 17 tahun yang belum memiliki rekening.

Airlangga menyatakan, “Yang kita sedang lihat bahwa yang sejumlah tertentu tersebut [di atas 17 tahun dan belum memiliki rekening] itu membutuhkan dana kalau kita kasih Rp50.000 itu bisa Rp3,8 triliun,” kata Airlangga ditemui di Jakarta, Rabu (23/9/2026). Uraian tersebut memuat asumsi besaran dana per penerima sebagai dasar perhitungan total kebutuhan.

Dengan menyebut skema perhitungan Rp50.000, Airlangga menggambarkan bagaimana pemerintah menaksir total kebutuhan anggaran hingga mencapai Rp3,8 triliun. Rujukan perhitungan itu kemudian dipakai untuk mendukung persiapan pelaksanaan pembukaan rekening.

Secara garis besar, pemerintah memposisikan program pembukaan rekening sebagai rencana yang melibatkan dua lapisan penjelasan. Satu lapisan memuat proyeksi jumlah penduduk pada usia 17 tahun dan desil 1-4, sementara lapisan lain menyoroti kebutuhan dana untuk masyarakat di atas 17 tahun yang belum memiliki rekening.

Pernyataan Dradjad yang menyebut “25,1 juta penduduk, desil 1-4” disampaikan pada tanggal 8 Oktober 2026. Sementara itu, Airlangga memaparkan angka kebutuhan dana Rp3,8 triliun pada 23 September 2026.

Perbedaan waktu penyampaian tersebut menunjukkan bahwa informasi mengenai program terus bergulir dalam berbagai forum. Meski demikian, angka kunci yang disampaikan tetap konsisten pada bagian target penduduk dan perhitungan kebutuhan dana.

Dengan proyeksi sasaran pada desil 1-4 dan pendanaan yang dihitung berdasarkan skenario Rp50.000, pemerintah menyiapkan langkah lanjutan untuk pembukaan rekening. Rangkaian keterangan dari Dradjad dan Airlangga menjadi pijakan awal dalam memetakan jumlah penerima serta kebutuhan anggarannya.

Dalam pembahasan tersebut, pemerintah memadukan penentuan sasaran dengan cara pandang berbasis klasifikasi desil. Rujukan desil 1 hingga 4 dipakai untuk menggambarkan komposisi penduduk yang menjadi fokus program, sehingga target penerima tidak hanya dilihat dari aspek usia saja.

Di saat yang sama, penjelasan di forum memberi gambaran bahwa pelaksanaan pembukaan rekening juga memerlukan hitungan kebutuhan pembiayaan. Untuk itu, Airlangga mengaitkan besaran dana yang akan didistribusikan dengan kebutuhan total anggaran, dengan menggunakan skenario nominal yang disebut Rp50.000 per penerima.

Uraian tentang Rp3,8 triliun kemudian ditempatkan sebagai hasil proyeksi dari asumsi tersebut. Dengan kata lain, angka anggaran massal dijelaskan sebagai konsekuensi dari penetapan berapa penerima yang dituju, termasuk bagian dari kelompok yang disebut belum memiliki rekening.

Keseluruhan informasi juga memperlihatkan bahwa komunikasi program dilakukan melalui beberapa kesempatan berbeda. Dradjad menyampaikan angka proyeksi pada 8 Oktober 2026, sementara Airlangga memaparkan skema kebutuhan pada 23 September 2026, namun keduanya tetap merujuk pada parameter utama yang sama: target penerima dan perhitungan kebutuhan dana.