jurnalistik.co.id – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan peran Danantara dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menempatkan Danantara sebagai mitra penting yang harus bergerak selaras dengan fiskal.
Suahasil menyampaikan penjelasan tersebut dalam acara “Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita” pada Kamis (8/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia memaparkan bagaimana sinergi kebijakan fiskal dan Danantara dipandang sebagai kunci penguatan ekonomi.
Menurut Suahasil, pertumbuhan ekonomi pada 2027 membutuhkan dukungan investasi yang nyata dan terarah. Ia menyebut bahwa Investasi ditargetkan mencapai 7% agar arah pertumbuhan dapat didorong secara lebih kuat.
Dalam uraian lebih teknis, Suahasil mengibaratkan hubungan fiskal dan Danantara seperti “dua anak kembar”. Ia menekankan bahwa keduanya harus bekerja dalam pola yang sama, dengan sinergi yang benar-benar terjadi.
Suahasil juga menegaskan pentingnya komunikasi yang lancar antara pihak-pihak terkait. Ia menyatakan bahwa kerja bersama dan koordinasi yang konsisten merupakan prasyarat agar apa yang dirancang dapat berjalan dan tidak terputus di tengah proses.
Ia kemudian mengaitkan analogi tersebut dengan kebutuhan desain kebijakan untuk mencapai target investasi 7% pada tahun 2027. “Kita berharap bersama Danantara kita desain bagaimana APBN dan Danantara kemudian bersatu, sehingga bisa mendorong pertumbuhan investasi kaliber 7%. Ini pekerjaan besar dan membutuhkan yang namanya kita bekerja bersama,” ujar Suahasil dalam paparannya.
Dengan kata lain, Danantara diposisikan bukan sebagai elemen yang berdiri sendiri. Peran Danantara justru dianggap perlu menyatu dengan arah APBN agar investasi dapat ditopang melalui konsolidasi dan pengaturan yang sejalan.
Suahasil menambahkan bahwa APBN dan Danantara merupakan dua lengan negara yang saling melengkapi. Jika APBN diarahkan untuk mengatur pelayanan publik, infrastruktur publik, perlindungan sosial, serta operasional pemerintah, maka Danantara memegang fungsi konsolidasi aset dan investasi.
Berita Terkait
Penekanan pada pembagian peran ini membuat hubungan keduanya menjadi lebih jelas. APBN berperan dalam aspek-aspek pengelolaan yang langsung menyentuh layanan dan kebutuhan publik, sementara Danantara berfungsi untuk mengarahkan aset dan investasi agar dapat bekerja dalam satu kesatuan tujuan.
Suahasil juga menggambarkan bahwa penyelarasan tersebut membutuhkan proses yang tidak ringan. Ia menyebut bahwa rancang bangun agar APBN dan Danantara bersatu merupakan “pekerjaan besar”, sehingga pelaksanaannya perlu dilakukan melalui kerja bersama yang berkelanjutan.
Dalam kerangka itu, target investasi 7% pada 2027 ditempatkan sebagai ukuran arah, yang hanya bisa dicapai bila koordinasi antara fiskal dan Danantara berjalan. Ia mengisyaratkan bahwa keberhasilan bukan semata ditentukan oleh satu instrumen, melainkan oleh bagaimana keduanya diorkestrasi sebagai satu sistem kerja.
Lebih jauh, pernyataan Suahasil tentang perlunya komunikasi yang lancar memperkuat gagasan bahwa kolaborasi harus bersifat praktis. Ia tidak hanya berbicara tentang kesesuaian arah kebijakan, tetapi juga tentang bagaimana proses pelaksanaan harus saling terhubung.
Dengan menempatkan fiskal dan Danantara sebagai pasangan yang ibarat “saudara kembar”, Suahasil menegaskan bahwa sinergi tidak boleh bersifat formalitas. Kerja bersama, sinergi, dan komunikasi yang baik menjadi landasan agar desain kebijakan yang diharapkan dapat benar-benar mendorong pertumbuhan investasi.
Pada akhirnya, penjelasan Suahasil membawa pesan bahwa APBN dan Danantara harus dipertemukan dalam satu tujuan pertumbuhan. Melalui penyatuan peran APBN yang mengatur pelayanan publik hingga operasional pemerintah, serta peran Danantara dalam konsolidasi aset dan investasi, ia berharap target penguatan investasi menuju 2027 dapat dikejar secara lebih konsisten.
Dalam pemaparan itu, Suahasil menempatkan arah kebijakan sebagai sesuatu yang harus dirancang dari awal dengan keterhubungan antarlembaga, bukan sekadar disusun dalam dokumen terpisah. Ia menegaskan bahwa ketika APBN dan Danantara bergerak pada ritme yang sama, peluang pencapaian investasi yang ditargetkan lebih besar.
Ia juga menggarisbawahi bahwa sinergi tersebut menuntut konsistensi hingga tahap pelaksanaan. Koordinasi yang terjaga di antara pihak-pihak terkait diperlukan agar proses yang telah dirancang tidak berhenti di tengah jalan, sekaligus memastikan fungsi fiskal dan konsolidasi investasi bekerja saling melengkapi menuju tujuan pertumbuhan pada 2027.












