Bisnis & Ekonomi

Rosan Roeslani Kejar Pertumbuhan 8%, RI Butuh Investasi Rp13.000 Triliun

×

Rosan Roeslani Kejar Pertumbuhan 8%, RI Butuh Investasi Rp13.000 Triliun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Rosan: Kejar Pertumbuhan 8%, RI Butuh Investasi Rp13.000 T - Market

jurnalistik.co.id – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menegaskan, Indonesia memerlukan tambahan investasi agar target pertumbuhan ekonomi 8% dapat tercapai dalam lima tahun ke depan.

Dalam paparan di Investor Daily Summit pada Rabu (7/10/2026), Rosan menyampaikan bahwa kebutuhan investasi tersebut bukan sekadar angka simbolis, melainkan porsi yang harus dipenuhi agar proyeksi pertumbuhan dapat bergerak menuju target.

Target investasi untuk mengejar pertumbuhan 8%

Rosan menyebut rencana investasi nasional perlu ditingkatkan dengan skala yang besar, sejalan dengan dorongan agar perekonomian tetap tumbuh di atas baseline saat ini. Ia mengaitkan langsung target pertumbuhan 8% dengan besaran investasi yang harus disiapkan.

“Lima tahun ke depan, target investasi dalam rangka kita memenuhi pertumbuhan 8%, itu adalah Rp 13.000 triliun lebih dalam lima tahun ke depan,” kata Rosan dalam Investor Daily Summit, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, langkah tersebut menjadi kerangka arah kebijakan untuk menjaga laju ekonomi sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan investasi sebagai penggerak utama, pemerintah berharap capaian pertumbuhan dapat lebih terukur dari periode ke periode.

Perkembangan investasi dari 2024 hingga semester I-2026

Rosan menilai, dari tahun ke tahun sudah terlihat adanya peningkatan investasi di Indonesia. Ia menyebut, pada 2024 total investasi mencapai kurang lebih Rp 1.714 triliun.

Pada 2025, angka itu lanjut naik menjadi Rp 1.931 triliun. Peningkatan tersebut, kata Rosan, menunjukkan tren investasi yang cenderung menguat seiring waktu.

Ia kemudian merinci realisasi pada semester pertama 2026. Pada periode tersebut, realisasi investasi sudah mencapai Rp 1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2%.

Rosan juga mengaitkan investasi dengan dampak terhadap tenaga kerja. Pada semester I-2026, investasi tersebut disebut telah menerapkan tenaga kerja kurang lebih 1,45 juta tenaga kerja langsung.

Dengan demikian, fokus pembahasan tidak hanya berhenti pada nilai investasi, tetapi juga diarahkan pada implikasi ekonomi yang dapat dirasakan melalui penciptaan lapangan kerja.

Total akumulasi investasi sepanjang 2004 hingga 2024

Dalam kesempatan yang sama, Rosan menyinggung akumulasi investasi yang telah berlangsung dalam jangka panjang. Ia menyampaikan bahwa pada rentang 2004 hingga 2024, total investasi Indonesia sudah mencapai Rp 9.100 triliun.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa upaya peningkatan investasi diposisikan sebagai proses berkelanjutan, bukan gerak sesaat. Rosan menempatkan target lima tahun ke depan sebagai kelanjutan dari akumulasi yang telah terbentuk sebelumnya.

Lebih lanjut, narasi yang ia bangun menekankan kesinambungan antara peningkatan investasi dan pencapaian target pertumbuhan. Dengan kerangka tersebut, pemerintah memandang investasi sebagai variabel penting yang perlu terus dikorelasikan dengan hasil makroekonomi.

Melalui paparan ini, Rosan juga ingin memberi gambaran bahwa proyeksi 8% membutuhkan dukungan finansial yang jelas. Angka Rp13.000 triliun lebih dalam lima tahun ke depan menjadi penegasan terhadap skala upaya yang harus ditempuh agar target berjalan selaras dengan dinamika ekonomi domestik.

Dalam pandangannya, angka tambahan investasi yang ia sebutkan juga dimaksudkan untuk memperkuat kesinambungan kebijakan, sehingga perubahan kondisi ekonomi dapat diimbangi dengan ruang fiskal dan pembiayaan yang memadai. Dengan begitu, arah pembahasan tidak berhenti pada perumusan target, tetapi diarahkan pada bagaimana pemerintah dapat memastikan ritme pertumbuhan tetap berada di jalur yang ditetapkan.

Rosan menyoroti bahwa kenaikan investasi yang berlanjut dari 2024 ke 2025 kemudian berlanjut pada semester I 2026 memperlihatkan adanya penguatan minat terhadap kegiatan ekonomi di dalam negeri. Pada periode awal 2026, realisasi investasi yang mencapai Rp 1.010,6 triliun disebut tumbuh 7,2%, dan lebih lanjut dikaitkan dengan penyerapan sekitar 1,45 juta tenaga kerja langsung.

Ia juga menempatkan langkah peningkatan investasi itu sebagai kelanjutan dari akumulasi panjang yang sudah terbentuk sejak 2004 hingga 2024, ketika total investasi disebut mencapai Rp 9.100 triliun. Dari narasi tersebut, target lima tahun ke depan diposisikan sebagai fase berikutnya dalam proses bertahap, sekaligus menjadi penghubung antara investasi yang terus berjalan dan capaian pertumbuhan ekonomi yang ingin dituju.