Bisnis & Ekonomi

Saham GOTO Raup Target Baru, Potensi Melonjak 137% dalam 12 Bulan

×

Saham GOTO Raup Target Baru, Potensi Melonjak 137% dalam 12 Bulan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Target Baru Saham GOTO, Bisa Meroket 137% - Market

jurnalistik.co.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi sorotan setelah sejumlah analis menetapkan target harga baru yang dinilai masih jauh di atas level perdagangan terkini. Berdasarkan konsensus yang dihimpun Bloomberg, potensi kenaikan point-to-point GOTO dalam 12 bulan ke depan mencapai 137%.

Pada perdagangan Kamis (8/10/2026), harga saham GOTO tercatat di posisi Rp29 per saham. Angka tersebut sekaligus menjadi pembanding utama terhadap target yang lebih tinggi dari konsensus analis.

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya telah memperbarui batas harga saham terendah (floor price) menjadi Rp1. Perubahan level dasar ini muncul bersamaan dengan dinamika penilaian pasar terhadap prospek perusahaan.

Dalam laporan konsensus tersebut, target harga rata-rata yang ditetapkan analis berada di kisaran Rp68 per saham. Dengan acuan harga Rp29, selisihnya tercermin sebagai potensi return 137% untuk periode 12 bulan.

Komposisi pandangan analis menunjukkan mayoritas masih memandang saham GOTO menarik untuk dibeli. Dari total 29 analis yang dihimpun, sebanyak 79,3% memberikan rekomendasi beli (buy), sementara 17,2% menyarankan tahan (hold).

Adapun rekomendasi yang mengarah pada penjualan (sell) hanya datang dari 3,4% analis. Proporsi tersebut memperlihatkan kecenderungan sentimen yang lebih dominan pada kelas rekomendasi buy dibandingkan opsi lain dalam konsensus.

Meski demikian, konsensus rata-rata tidak berdiri sendiri karena beberapa institusi menempatkan target harga yang berbeda dari angka tengah. Citi, misalnya, memasang target hingga Rp80 per saham, sehingga berada di atas target rata-rata konsensus.

Mandiri Sekuritas juga menempatkan proyeksi yang lebih tinggi, yakni Rp65 per saham. Sementara itu, UOB Kay Hian menetapkan target di level Rp60 per saham, yang tetap berada di atas harga pasar harian ketika laporan konsensus disusun.

Di saat yang sama, terdapat pula pandangan yang cenderung lebih konservatif dibanding mayoritas lainnya. Macquarie menyematkan target harga saham GOTO sebesar Rp48 per saham dengan rekomendasi outperform, menempatkannya pada kisaran yang lebih rendah dari konsensus rata-rata.

Dengan berbagai rentang target tersebut, arah pembahasan analis tetap berangkat dari jarak antara harga saat ini dan angka proyeksi dalam periode satu tahun. Harga yang berada di Rp29 per saham menjadi titik acuan bagi setiap lembaga ketika menghitung potensi kenaikan terhadap target yang dipublikasikan.

Secara keseluruhan, konsensus memperlihatkan kombinasi target yang bervariasi serta komposisi rekomendasi yang didominasi buy. Di tengah perubahan floor price yang telah disetel menjadi Rp1, penilaian analis tetap menempatkan GOTO pada proyeksi kenaikan hingga 12 bulan mendatang, sebagaimana tercermin dari target rata-rata Rp68 per saham.

Perbedaan angka acuan tersebut juga memperlihatkan bagaimana pelaku pasar membangun ekspektasi ke depan menggunakan dua titik rujukan sekaligus: harga penutupan Rp29 per saham pada Kamis (8/10/2026) dan proyeksi target yang dihitung dalam horizon 12 bulan. Saat level pasar berada jauh di bawah estimasi konsensus, setiap perubahan sentimen biasanya langsung tercermin pada percakapan seputar potensi kenaikan dan ruang valuasi yang dinilai masih terbuka.

Jika ditelisik dari komposisi rekomendasi, dominasi sikap buy dalam konsensus menjadi faktor yang cenderung membentuk narasi utama. Sebanyak 79,3% dari 29 analis memilih buy, sementara 17,2% menyarankan hold dan 3,4% mengarah pada sell. Dengan komposisi seperti itu, pembahasan tidak hanya berhenti pada angka target, tetapi juga pada kecenderungan mayoritas analis yang melihat saham GOTO layak untuk dipertimbangkan di fase pengambilan posisi.

Rentang target yang muncul dari berbagai institusi mempertegas variasi pendekatan: Citi menempatkan target Rp80, Mandiri Sekuritas di Rp65, UOB Kay Hian pada Rp60, sedangkan Macquarie memberikan proyeksi Rp48 dengan rekomendasi outperform. Meski berada di level lebih konservatif dibanding konsensus rata-rata Rp68, target Macquarie tetap ditempatkan di atas harga Rp29, sehingga secara tidak langsung menunjukkan bahwa seluruh kelompok analis tetap menyandarkan pandangan pada potensi apresiasi selama periode satu tahun.