Bisnis & Ekonomi

Sepekan Terakhir, Investor Asing Jual Bersih hingga Rp4 T

×

Sepekan Terakhir, Investor Asing Jual Bersih hingga Rp4 T

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Hanya dalam Sepekan, Investor Asing Buang Barang hingga Rp4 T - Market

jurnalistik.co.id – Pada penutupan perdagangan hari Jumat, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona hijau setelah sempat mengalami tekanan pada sesi-sesi sebelumnya. Meski demikian, kenaikan yang terjadi belum cukup untuk menutup akumulasi pelemahan yang sudah terbentuk dalam beberapa hari terakhir.

IHSG tercatat naik 0,46% dan berada di level 6.036,89. Angka tersebut muncul pada penutupan perdagangan Jumat yang berlangsung pada 4/10/2026.

Kendati indeks menguat pada hari itu, arah pergerakan masih menunjukkan kecenderungan melemah bila dilihat secara lebih panjang. IHSG tetap mencatat penurunan secara kumulatif selama sepekan terakhir, yang menjadi latar utama mengapa kenaikan harian tidak langsung mengubah tren.

Sepanjang periode 28 September hingga 2 Oktober 2026, IHSG mengakumulasi penurunan hingga 3,28%. Dengan demikian, pergerakan satu hari yang naik masih berada di dalam rangkaian penurunan yang lebih luas.

Dalam kondisi seperti itu, tekanan dari investor asing disebut menjadi faktor yang memberi andil besar terhadap penurunan IHSG. Arus dana asing yang keluar melalui penjualan bersih (net sell) ikut memengaruhi arah indeks selama periode pengamatan.

Pada Jumat saja, meski IHSG akhirnya bergerak ke zona hijau, investor asing tetap melakukan net sell sebesar Rp1,27 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa di saat indeks membaik, distribusi saham oleh investor asing tidak berhenti dan tetap menjadi beban.

Jika dihitung secara keseluruhan dalam sepekan, nilai net sell investor asing mencapai Rp4,32 triliun. Akumulasi penjualan bersih itu menjadi gambaran bagaimana tekanan jual dari investor asing berlangsung konsisten sepanjang rentang waktu tersebut.

Aksi jual bersih investor asing juga disebut menyasar saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). Fokus pada saham-saham berukuran besar ini membuat pergerakan indeks lebih mudah terpengaruh karena peran kelompok tersebut dalam perhitungan IHSG.

Dengan lonjakan IHSG pada Jumat yang tercatat 0,46%, pasar memang menunjukkan respons jangka pendek untuk kembali ke area kenaikan. Namun, karena penurunan dalam sepekan sebelumnya mencapai 3,28%, penguatan harian hanya menjadi bagian dari dinamika yang masih dipengaruhi akumulasi pelemahan.

Secara ringkas, periode 28 September sampai 2 Oktober 2026 memperlihatkan bahwa IHSG bergerak turun dari waktu ke waktu, dengan net sell investor asing yang menjadi andil penting. Pada level harian, net sell Rp1,27 triliun pada Jumat menjadi penanda bahwa arus dana asing masih bersifat jual bersih meski indeks berbalik ke zona hijau.

Pada akhirnya, gambaran sepekan menunjukkan besarnya tekanan yang dibawa investor asing melalui penjualan bersih hingga Rp4,32 triliun. Kondisi tersebut turut menjelaskan mengapa kenaikan pada Jumat tidak sepenuhnya menghapus jejak penurunan IHSG selama satu pekan terakhir.

Perubahan warna indeks ke hijau pada penutupan Jumat dapat dibaca sebagai pemulihan respons pasar setelah beberapa hari sebelumnya berada dalam tekanan. Namun, karena penguatan itu terjadi di tengah catatan penurunan yang sudah terakumulasi, dinamika perdagangan masih cenderung memperlihatkan pergeseran yang terbatas, belum menjadi pembalikan tren.

Di saat yang sama, keluarnya dana asing dengan pola net sell tetap memberi sinyal bahwa sentimen pasar belum sepenuhnya bergeser. Ketika investor asing masih melakukan penjualan bersih, bursa akan cenderung lebih sulit mempertahankan kenaikan dalam jangka yang lebih panjang, terutama jika pelemahan sebelumnya juga terkait arus keluar dana.

Fakta bahwa tekanan jual disebut mengarah pada saham-saham berkapitalisasi besar turut menjelaskan mengapa IHSG lebih mudah terpengaruh. Karena kontribusi big caps cukup dominan dalam pembentukan perhitungan indeks, pergerakan kelompok saham ini dapat membuat indeks bergerak lebih cepat—naik ketika ada pemulihan sesaat, tetapi juga turun ketika tekanan jual kembali menguat.

Dengan total net sell investor asing selama sepekan mencapai Rp4,32 triliun, gambaran yang muncul adalah konsistensi arus penjualan bersih sepanjang periode 28 September hingga 2 Oktober 2026. Oleh karena itu, penguatan harian sebesar 0,46% pada Jumat lebih tepat diposisikan sebagai bagian dari ritme dinamika pasar yang sedang mencoba menyesuaikan arah, tanpa langsung menghapus akumulasi pelemahan sebelumnya.