Bisnis & Ekonomi

Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed Melunak, IHSG Berpeluang Rebound Senin 5 Oktober 2026

×

Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed Melunak, IHSG Berpeluang Rebound Senin 5 Oktober 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed Mereda, Angin Segar Buat IHSG - Market

jurnalistik.co.id – IHSG berpeluang membalik arah pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026. Perubahan sentimen ini muncul seiring meredanya indikator ekonomi Amerika Serikat yang sebelumnya menguatkan ekspektasi kenaikan suku bunga.

Di pasar domestik, fokus kini mengarah pada respons investor terhadap sinyal kebijakan moneter The Fed. Ketika prospek pengetatan dinilai berkurang, ruang pergerakan saham biasanya ikut terbuka.

Pergerakan IHSG pada hari ini ditopang oleh melandainya data ekonomi AS yang meredam prediksi pasar soal kenaikan suku bunga acuan The Fed pada periode berjalan. Sentimen tersebut ikut memengaruhi preferensi pelaku pasar antara menunggu kepastian atau melakukan penyesuaian posisi.

Indikator utama yang menjadi penentu adalah rilis data ketenagakerjaan AS, khususnya Nonfarm Payrolls (NFP) September. Pada rilis tersebut, penambahan jumlah lapangan kerja hanya tercatat 29.000.

Angka ini dinilai jauh lebih rendah dibanding estimasi pasar yang berada di kisaran 90.000. Perbedaan besar tersebut membuat proyeksi lintasan kebijakan moneter bergeser karena daya dorong inflasi dari sisi tenaga kerja dinilai tidak sekuat yang sebelumnya diantisipasi.

Selain NFP, tingkat pengangguran AS juga ikut menunjukkan arah yang lebih longgar. Tingkat pengangguran tercatat naik ke level 4,2%.

Kombinasi penambahan tenaga kerja yang lebih lambat dan kenaikan angka pengangguran membentuk narasi bahwa tekanan di pasar kerja cenderung mendingin. Dalam kerangka pasar, kondisi seperti ini sering dibaca sebagai sinyal bahwa kebutuhan pengetatan kebijakan dapat berkurang.

Respons tersebut kemudian tercermin pada peluang kenaikan suku bunga dalam perhitungan berbasis probabilitas pasar. Berdasarkan data CME FedWatch, kondisi terbaru menekan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan 28 Oktober mendatang.

Probabilitas kenaikan suku bunga itu kini tercatat sebesar 22,1%. Angka ini turun tajam dari posisi pekan sebelumnya yang masih berada di 64,2%.

Penurunan probabilitas yang signifikan seperti ini biasanya membuat pasar lebih berani melakukan pergerakan setelah sebelumnya cenderung menahan diri. Reaksi semacam itu sering terlihat pada aset berisiko, termasuk saham, karena ekspektasi biaya pendanaan dipersepsikan tidak setinggi skenario sebelumnya.

Dengan peluang kenaikan yang lebih kecil, sentimen juga dapat bergeser dari kekhawatiran kenaikan suku bunga menuju penilaian kembali valuasi. Pada tahap ini, investor cenderung melihat apakah potensi rebound dapat dimanfaatkan untuk memulihkan posisi.

Untuk perdagangan Senin, sinyal tersebut menjadi landasan bagi optimisme bahwa IHSG berpeluang rebound. Rebound dalam konteks ini dipahami sebagai kemungkinan pembalikan arah setelah adanya tekanan sentimen sebelumnya.

Meski demikian, pergerakan pasar tetap bergantung pada lanjutan arus informasi makro yang bisa mengubah ekspektasi kebijakan. Dalam sistem penilaian berbasis probabilitas, setiap data yang datang dapat langsung memengaruhi persepsi peluang pertemuan The Fed.

Dari sisi pasar, penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga juga membawa implikasi pada arah arus modal. Ketika probabilitas skenario pengetatan menurun, sebagian investor dapat kembali meningkatkan porsi pada instrumen yang lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Dengan demikian, fokus pelaku pasar pada Senin ini berada pada kesinambungan sentimen yang dibentuk oleh data ketenagakerjaan AS. NFP September yang hanya bertambah 29.000, pengangguran yang naik ke 4,2%, dan penurunan probabilitas The Fed menjadi 22,1% menjadi rangkaian informasi yang menuntun ekspektasi rebound IHSG.

Secara keseluruhan, melemahnya sinyal kenaikan suku bunga The Fed memberikan ruang bagi pasar domestik untuk merespons secara lebih positif. Jika sentimen tersebut bertahan, peluang pembalikan arah IHSG pada 5 Oktober 2026 menjadi semakin terbuka.