Bisnis & Ekonomi

Suahasil Nazara Bertemu Ajay Banga, Komitmen Defisit APBN 3% Ditegaskan

×

Suahasil Nazara Bertemu Ajay Banga, Komitmen Defisit APBN 3% Ditegaskan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Temui Bos Bank Dunia, Suahasil Tegaskan Komitmen Defisit APBN 3% - Market

jurnalistik.co.id – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kredibilitas fiskal sebagai landasan pembangunan ekonomi, sekaligus memperkuat kemitraan strategis untuk mendukung prioritas pemerintah.

Penegasan itu disampaikan Suahasil dalam pertemuan bilateral dengan Presiden World Bank Group, Ajay Banga, di Bangkok, Thailand, pada 13 Oktober 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Suahasil mengaitkan arah kebijakan dengan prinsip kredibilitas sebagai “mata uang” utama yang menjadi penentu kepercayaan publik dan kesinambungan program pemerintah.

Kredibilitas dan angka kunci kebijakan

Suahasil menyatakan, “Satu-satunya mata uang yang kami miliki adalah kredibilitas. Karena itu, kami ingin menjaga kredibilitas kami dan menegaskan kembali komitmen terhadap defisit anggaran 3% serta rasio utang 60% terhadap produk domestik bruto (PDB),” tegasnya.

Menurut penjelasan yang disampaikan, penguatan kredibilitas fiskal dilakukan melalui konsistensi terhadap target defisit anggaran dan pengendalian rasio utang terhadap ukuran perekonomian nasional.

Langkah tersebut juga ditempatkan sebagai upaya untuk memastikan kebijakan berjalan selaras dengan kebutuhan pembangunan, termasuk saat pemerintah menjalankan program prioritas jangka menengah.

Prioritas pembangunan dan fokus kerja sama

Suahasil menyebut sejumlah program prioritas yang menjadi perhatian, mulai dari ketahanan pangan dan energi hingga pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan dan pendidikan.

Ia menambahkan bahwa pemerintah juga mengarahkan penguatan pada sektor usaha kecil dan menengah, serta mendorong hilirisasi sumber daya alam sebagai bagian dari strategi nilai tambah.

Komitmen tersebut diposisikan sebagai bagian dari kerja sama strategis yang ditujukan untuk mendukung agenda pembangunan pemerintah, termasuk melalui kolaborasi dan pendalaman kerja sama dengan mitra internasional.

Perluasan sektor keuangan dan penciptaan kerja bernilai tambah

Dalam pertemuan itu, Suahasil turut menekankan pentingnya pendalaman sektor keuangan serta penciptaan lapangan kerja dengan nilai tambah yang lebih baik.

Ia memandang, penguatan sektor keuangan dapat membantu memperluas akses, sekaligus memperbesar ruang bagi produktivitas dan aktivitas ekonomi yang menghasilkan pekerjaan berkualitas.

Dengan demikian, arah kebijakan tidak berhenti pada penetapan indikator fiskal, melainkan juga diarahkan pada dorongan terhadap sektor-sektor yang langsung berkaitan dengan penghidupan masyarakat dan daya saing ekonomi.

Suahasil, yang dilaporkan telah dilantik menjadi Menteri Keuangan, menyampaikan bahwa menjaga kredibilitas fiskal merupakan langkah fundamental untuk menjaga kesinambungan pembangunan dan memperkuat kepercayaan dalam kemitraan lintas pihak.

Dalam penjelasannya, Suahasil menempatkan target defisit anggaran dan rasio utang sebagai rujukan yang menjaga arah kebijakan tetap bisa dipertanggungjawabkan. Konsistensi terhadap angka-angka itu dimaksudkan agar pemerintah memiliki ruang yang cukup untuk menjalankan agenda pembangunan, sekaligus memberi sinyal yang meyakinkan kepada publik mengenai keberlanjutan program.

Di sisi lain, penekanan kredibilitas juga diarahkan pada kelancaran kerja sama dengan mitra internasional, termasuk melalui forum bilateral bersama Presiden World Bank Group. Kerangka ini diproyeksikan dapat mendukung prioritas yang disebutkan, seperti ketahanan pangan dan energi, penguatan sumber daya manusia pada kesehatan serta pendidikan, serta dorongan pada usaha kecil dan menengah dan hilirisasi sumber daya alam untuk penciptaan nilai tambah.

Suahasil juga mengaitkan penguatan fiskal dengan upaya memperdalam sektor keuangan dan memperluas penciptaan lapangan kerja yang bernilai tambah. Pandangan yang disampaikan berangkat dari kebutuhan agar akses terhadap aktivitas ekonomi dapat semakin terbuka, sehingga produktivitas meningkat dan peluang kerja yang dihasilkan lebih berkualitas, selaras dengan sasaran pemerintah dalam membangun daya saing.

Dalam pembahasan tersebut, Suahasil menegaskan bahwa disiplin fiskal bukan hanya ukuran angka, melainkan cara untuk menyampaikan arah kebijakan yang jelas agar publik memahami kesinambungan program sekaligus mendukung kelancaran kerja sama lintas pihak.

Ia juga menggambarkan keterkaitan antara pengendalian defisit dan rasio utang dengan penguatan sektor keuangan, sehingga ruang pertumbuhan dapat dimanfaatkan untuk mendorong penciptaan pekerjaan bernilai tambah, memperkuat UMKM, serta mempercepat hilirisasi sumber daya alam sesuai prioritas pembangunan yang disebutkan.