jurnalistik.co.id – Pemerintah berencana memperluas upaya pemberdayaan masyarakat yang berada di kelompok ekonomi desil bawah sekaligus menengah. Perluasan itu dilakukan melalui dorongan pembiayaan Program Permodalan Nasional Madani Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar).
Melalui skema tersebut, masyarakat ditargetkan memperoleh pembiayaan dalam besaran puluhan juta rupiah. Waketum Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, menegaskan bahwa dukungan yang diberikan tidak berhenti pada pemberian modal semata.
Menurut Dradjad, PNM Mekaar diposisikan sebagai instrumen pemberdayaan agar penerima dapat meningkatkan aktivitas usahanya. Dengan cara itu, pengembangan usaha masyarakat dari lapisan bawah diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi yang lebih kuat di tingkat akar rumput.
Dradjad menjelaskan, perluasan program menjadi bagian dari strategi Kemenko Perekonomian untuk menempatkan pengembangan kelompok ekonomi bawah sebagai salah satu fokus. Nantinya, arah kebijakan tersebut diharapkan turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam penjelasannya, Dradjad menyoroti skala pembiayaan yang akan didorong lebih luas. Ia menyatakan, “Itu jumlahnya bukan hanya belasan juta, tapi puluhan juta. Nah ini akan lebih banyak didorong,” kata Dradjad di kantornya, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Pernyataan itu menggarisbawahi perubahan pada sisi besaran dukungan, dari pola yang selama ini dikenal berorientasi pada belasan juta menuju skala yang lebih besar, yakni puluhan juta. Dradjad juga menekankan bahwa dorongan tersebut ditujukan agar program dapat menjangkau penerima lebih banyak, sekaligus memperkuat ruang gerak pelaku usaha di kelompok ekonomi bawah.
Alasan penguatan perluasan program, lanjut Dradjad, bersandar pada sejumlah contoh keberhasilan usaha masyarakat pada level bawah. Ia menilai, keberhasilan yang sudah terlihat menjadi dasar untuk melanjutkan dan memperbesar intervensi melalui PNM Mekaar agar dampaknya lebih luas.
Berita Terkait
Dalam kerangka tersebut, Kemenko Perekonomian memandang pembiayaan sebagai pintu masuk untuk mempercepat aktivitas ekonomi keluarga penerima. Bukan hanya memastikan dana tersedia, tetapi juga mendorong penerima agar mampu menjaga dan meningkatkan ritme usaha yang mereka jalankan.
Penguatan diharapkan menghasilkan efek lanjutan berupa peningkatan kapasitas usaha masyarakat. Ketika aktivitas produksi maupun layanan berjalan lebih stabil, penerima program dapat memperluas usaha secara bertahap, sehingga roda ekonomi di kelompok bawah ikut bergerak.
Dradjad menempatkan perluasan ini sebagai langkah yang sejalan dengan kebutuhan pemberdayaan yang lebih tepat sasaran. Pemerintah berupaya memastikan bahwa pelaku usaha yang berada dalam kelompok ekonomi bawah dan menengah dapat memperoleh dukungan pembiayaan yang mampu mendorong keberlanjutan usaha mereka.
Dengan demikian, PNM Mekaar dipandang sebagai program yang bekerja pada dua lapis sekaligus: memberikan pembiayaan dan menjalankan fungsi pemberdayaan. Melalui kombinasi tersebut, pemerintah menargetkan pengembangan usaha menjadi fokus nyata dalam dorongan pertumbuhan ekonomi, khususnya dari kelompok masyarakat yang selama ini memiliki akses lebih terbatas terhadap pembiayaan usaha.
Perluasan program ini juga mempertegas komitmen Kemenko Perekonomian untuk menaruh perhatian pada dinamika ekonomi kelompok bawah. Ketika akses pembiayaan ditingkatkan dan skala dukungan diperbesar menjadi puluhan juta rupiah, diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang dapat meningkatkan aktivitas usahanya secara langsung.
Langkah tersebut pada akhirnya diarahkan untuk memperkuat ekonomi desil bawah maupun menengah melalui mekanisme yang terukur. Dengan melibatkan PNM Mekaar sebagai instrumen, pemerintah berharap dampaknya tidak hanya terasa pada penerima program, tetapi juga bergerak menjadi kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Penekanan bahwa dukungan tidak berhenti pada modal terlihat dari tujuan program yang diarahkan agar penerima mampu mengelola usaha secara lebih berkelanjutan. Dengan dorongan yang disusun untuk menguatkan ritme aktivitas, penerima diharapkan bisa menjalankan usaha dengan langkah yang lebih konsisten.
Selain itu, kenaikan skala dari kisaran belasan juta ke puluhan juta dinilai membuka ruang agar program menjangkau penerima yang lebih luas. Pemerintah memandang perluasan ini sebagai lanjutan dari bukti keberhasilan usaha masyarakat level bawah, sehingga dampak pemberdayaan makin terasa pada ekonomi desil bawah maupun menengah.








