jurnalistik.co.id – KAPUK, JAKARTA BARAT — Kebakaran gudang plastik di kawasan Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, belum sepenuhnya padam hingga Kamis (21/5/2026) siang, meski proses pemadaman sudah berlangsung selama empat hari sejak Senin (18/5/2026).
Kondisi di lokasi menunjukkan bahwa api tidak lagi tampak sebesar hari-hari awal, tetapi bara masih terus muncul dari bawah tumpukan puing bangunan. Bagian permukaan kebakaran memang terlihat mulai terkendali, namun api di bagian dalam belum benar-benar habis.
Lamanya penanganan kebakaran ini dipengaruhi oleh dua hal utama, yakni karakter material plastik yang mudah menyimpan panas serta kondisi bangunan gudang yang sudah runtuh. Akibatnya, titik api banyak tertutup reruntuhan tembok dan atap gudang, sehingga sumber panas di bagian bawah sulit dijangkau petugas.
Kepala Seksi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, menjelaskan bahwa posisi material yang tertimpa reruntuhan membuat penyemprotan air tidak bisa dilakukan secara maksimal. “Kendalanya karena barangnya ketiban tembok saja, jadi kita enggak bisa nyiram,” ujar Syaiful saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).
Menurut Syaiful, air yang disemprotkan petugas sulit menembus lapisan bawah tumpukan material plastik yang masih terbakar. Kondisi itu membuat proses pendinginan berjalan lambat, sementara bara api tetap bisa bertahan di bagian terdalam meski dari luar lokasi tampak lebih tenang dibandingkan sebelumnya.
Asap hitam pekat juga masih terus keluar dari bawah reruntuhan gudang. Situasi ini menunjukkan bahwa api belum benar-benar padam dan masih ada panas yang tersisa di balik puing-puing bangunan. Dalam kondisi seperti itu, petugas tidak hanya mengejar api yang terlihat, tetapi juga harus memastikan tidak ada bara yang tersisa di bawah reruntuhan.
“Kalau sudah ketiban begini saja juga sudah agak berat, tantangan. Karena barangnya kan banyak juga nih,” kata Syaiful. Pernyataan itu menggambarkan betapa beratnya upaya pemadaman ketika material yang terbakar bukan hanya banyak, tetapi juga tertutup rapat oleh puing bangunan yang ambruk.
Material plastik sendiri memiliki karakteristik mudah terbakar sekaligus menyimpan panas lebih lama. Saat tertutup puing bangunan, panas dan bara api di bagian bawah menjadi sulit dijangkau proses pendinginan. Kondisi inilah yang membuat api kerap muncul kembali meski sebelumnya sudah sempat dipadamkan. Karena itu, pemadaman kebakaran ini tidak bisa dilakukan seperti kebakaran biasa.
Untuk mengatasi situasi tersebut, petugas akhirnya menggunakan alat berat guna mengurai reruntuhan bangunan. Ekskavator dipakai untuk membuka lapisan puing yang menutupi material plastik terbakar agar titik api bisa dijangkau langsung. Dengan cara itu, petugas bisa memadamkan api sekaligus membongkar material yang masih menyimpan panas di bawah reruntuhan.
Menurut Syaiful, proses pemadaman kini dilakukan bersamaan dengan pembongkaran material menggunakan beko. Langkah itu diambil agar sumber panas yang masih tersembunyi bisa ditemukan dan dipadamkan sampai tuntas. Selama puing masih menutup area terbakar, risiko api kembali menyala tetap ada dan penanganan belum bisa dianggap selesai.
KAPUK, JAKARTA BARAT — Kebakaran gudang plastik di kawasan Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, belum sepenuhnya padam hingga Kamis (21/5/2026) siang, meski proses pemadaman sudah berlangsung selama empat hari sejak Senin (18/5/2026).
Kondisi di lokasi menunjukkan bahwa api tidak lagi tampak sebesar hari-hari awal, tetapi bara masih terus muncul dari bawah tumpukan puing bangunan. Bagian permukaan kebakaran memang terlihat mulai terkendali, namun api di bagian dalam belum benar-benar habis.







