Hukum & Kriminal

Buka Rakernis 2026, Kabid Humas Polda Gorontalo Soroti Optimalisasi Manajemen Media

9
×

Buka Rakernis 2026, Kabid Humas Polda Gorontalo Soroti Optimalisasi Manajemen Media

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Buka Rakernis 2026, Kabid Humas Polda Gorontalo Tekankan Optimalisasi Manajemen Media

jurnalistik.co.id – Bidang Hubungan Masyarakat (Bid Humas) Polda Gorontalo menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Kehumasan Tahun Anggaran 2026 di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi internal untuk memperkuat peran kehumasan, terutama dalam mengelola arus informasi publik di lingkungan kepolisian.

Buka Rakernis 2026 Kabid Humas Polda Gorontalo

Analisis

Rakernis tersebut mengusung tema “Optimalisasi Komunikasi Publik dan Manajemen Media Bidhumas, Guna Menyukseskan Rencana Kerja Polri dalam Rangka Mewujudkan Program Asta Cita Presiden RI Tahun 2026”. Tema ini menegaskan bahwa fungsi kehumasan tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan pesan kepolisian tersampaikan secara tepat, terukur, dan selaras dengan arah kebijakan yang sedang dijalankan.

Kegiatan yang berlangsung dinamis itu dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Desmont Harjendro S.I.K., M.T., tepat pukul 08.00 WITA, Selasa (19/05). Pembukaan ini menandai dimulainya agenda teknis yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas personel kehumasan di jajaran Polda Gorontalo.

Dalam laporan kepanitiaan, Rakernis ini dihadiri oleh para Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Satuan Kerja (Satker) Polda Gorontalo. Kehadiran unsur PPID dari tingkat satker menunjukkan bahwa forum ini tidak hanya menyasar penguatan di level pusat, melainkan juga menyatukan langkah komunikasi publik di berbagai lini kerja kepolisian.

Tak hanya dari internal Polda, jajaran dari wilayah hukum Polda Gorontalo juga hadir secara lengkap. Para Kepala Seksi (Kasi) Humas hingga PPID dari tingkat Polres dan Polsek jajaran turut mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran mereka dimaksudkan untuk menyamakan persepsi sekaligus menyusun langkah strategis kehumasan ke depan agar pola komunikasi yang dijalankan lebih seragam dan efektif.

Dalam sambutannya, Kombes Pol. Desmont Harjendro menegaskan bahwa tantangan tugas Polri dalam bidang informasi publik semakin kompleks. Menurutnya, situasi tersebut menuntut aparatur kehumasan untuk terus meningkatkan kemampuan agar mampu menjawab kebutuhan publik dengan pendekatan yang lebih adaptif dan profesional. Karena itu, Rakernis ini dipandang sebagai upaya nyata untuk memperkuat kapasitas personel Polri, khususnya pada bidang kehumasan.

Fokus peningkatan kemampuan dalam kegiatan ini diarahkan pada dua hal utama, yakni komunikasi publik dan manajemen media. Kedua aspek tersebut dinilai menjadi kunci dalam mendukung kerja kehumasan yang lebih responsif, terarah, dan sesuai dengan garis kebijakan rencana kerja Polri yang sedang berjalan. Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan mengelola pesan menjadi bagian penting agar masyarakat menerima informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kombes Pol. Desmont juga menekankan bahwa humas memiliki fungsi strategis sebagai jembatan informasi yang tepercaya antara kepolisian dan masyarakat. Melalui manajemen media yang solid, Humas Polri diharapkan mampu mengawal sekaligus mempublikasikan setiap capaian kinerja kepolisian secara baik. Peran ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program-program strategis Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia pada tahun 2026.

Ia menilai, keberhasilan kehumasan tidak hanya diukur dari seberapa cepat informasi disampaikan, tetapi juga dari kualitas pesan yang diterima publik. Karena itu, penguatan kapasitas personel menjadi hal yang penting agar fungsi kehumasan dapat berjalan lebih efektif, profesional, dan berdampak positif bagi citra institusi.

Menutup arahannya, Kabid Humas menyampaikan harapan agar seluruh peserta Rakernis mampu membawa hasil konkret setelah mengikuti pelatihan teknis tersebut. Ia menegaskan bahwa produk kehumasan yang dihasilkan ke depan harus berkualitas, khususnya dalam aspek komunikasi publik dan etika bermedia sosial. Harapannya, setiap personel dapat menjalankan peran kehumasan secara lebih efektif dan memberi pengaruh positif di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *