jurnalistik.co.id – Gusnar Ismail menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani di Kabupaten Gorontalo pada Kamis (1/10/2026). Penyerahan berlangsung di Saung Tani, Kecamatan Limboto.
Dalam kegiatan tersebut, Gusnar hadir untuk langsung menyerahkan 41 unit alsintan kepada penerima. Bantuan ini diharapkan menjadi pengungkit produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.
Alat dan mesin yang diserahkan meliputi traktor roda dua, alat pemangkas, hand sprayer, serta pompa air. Ragam perangkat tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pengolahan lahan dan perawatan tanaman di tingkat petani.
Gusnar menegaskan bahwa penyaluran alsintan merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memenuhi kebutuhan sarana pertanian berdasarkan aspirasi masyarakat. Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus merespons usulan yang disampaikan warga selama masih tersedia anggaran. “Pemerintah senantiasa memperhatikan kebutuhan petani. Aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami upayakan untuk dipenuhi sepanjang anggaran tersedia,” ujarnya.
Pengelolaan bantuan secara kolektif
Selain menekankan pentingnya pemanfaatan, Gusnar mengingatkan agar bantuan alsintan dikelola dengan baik. Untuk perangkat berukuran besar seperti traktor, ia meminta pengelolaan dilakukan secara berkelompok agar pemakaiannya lebih efektif dan dapat menjangkau lebih banyak petani.
Gusnar juga mengarahkan agar perawatan dilakukan secara berkala melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Alsintan. Ia menyebut kebutuhan pengaturan jadwal penggunaan serta lokasi pengolahan lahan, sehingga pemanfaatan alsintan dapat berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.
Saung Tani sebagai ruang pembelajaran lapangan
Berita Terkait
Di kesempatan yang sama, Gusnar menyoroti pengembangan kawasan Saung Tani. Menurutnya, lokasi ini dapat dijadikan ruang pembelajaran lapangan bagi petani sekaligus tempat praktik yang bermanfaat untuk peningkatan keterampilan di bidang pertanian.
Ia meminta pemerintah setempat berkoordinasi dengan dinas terkait agar kawasan Saung Tani dapat ditata dan dikembangkan secara berkelanjutan. “Kemudian untuk area ini pak bupati saya dua kali terima pesan whatsapp aspirasi, kapan lokasi ini dibikin seperti waktu penas lagi? Kami sudah beri tugas kepada Ketahanan Pangan, BRNP, dan Perkebunan Perikanan sekaligus untuk menata ulang. Cuma memang ini masih kemarau kita tunggu hujan sedikit agar supaya bisa kita kelola dengan baik,” jelas Gusnar.
Pesan tersebut sekaligus menggambarkan bahwa pengembangan kawasan mempertimbangkan kondisi musim, termasuk kebutuhan menunggu hujan agar pengelolaan berjalan optimal. Dengan demikian, rencana penguatan Saung Tani diarahkan agar bisa menjadi percontohan bagi wilayah lain.
Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Gorontalo mengalokasikan 487 unit alsintan untuk wilayah se-Provinsi Gorontalo. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp3,18 miliar, sebagai bagian dari upaya meningkatkan dukungan sarana produksi bagi petani.
Bantuan yang disalurkan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, sekaligus mendukung produksi pertanian di lapangan. Melalui ketersediaan alsintan, pemerintah menargetkan penguatan kesejahteraan petani melalui peningkatan kinerja pengelolaan lahan dan proses kerja yang lebih terukur.
Penyerahan 41 unit alsintan ini menjadi langkah konkret dalam memastikan aspirasi masyarakat petani dapat diwujudkan sesuai kemampuan anggaran. Dengan pengelolaan yang terencana serta perawatan yang teratur, bantuan diharapkan benar-benar memberi manfaat yang berkelanjutan bagi penerima di Kabupaten Gorontalo.
Pada penyaluran kali ini, Gusnar juga menekankan agar para penerima memahami fungsi masing-masing alsintan sesuai tahap kerja di kebun maupun lahan garapan. Dengan memadukan penggunaan traktor roda dua untuk pengolahan awal, serta perangkat pendukung seperti alat pemangkas, hand sprayer, dan pompa air untuk perawatan, kegiatan pengolahan lahan diharapkan bisa berjalan lebih rapi dan terencana.
Gusnar meminta pemanfaatan alsintan tidak berhenti pada saat serah terima. Perangkat perlu dipakai sesuai jadwal yang disepakati bersama, lalu dipantau dalam proses perawatan agar tetap siap digunakan saat dibutuhkan. Untuk itu, koordinasi melalui UPT Alsintan diarahkan termasuk penataan waktu pemakaian dan pengaturan lokasi pengolahan lahan, sehingga bantuan bisa benar-benar menyentuh kebutuhan petani di lapangan.
Di sisi lain, Gusnar menyampaikan bahwa pengembangan kawasan Saung Tani juga mengikuti pertimbangan kondisi setempat. Ia menyebut perlunya menata rencana kerja dengan mempertimbangkan musim, termasuk menunggu hujan agar pengelolaan kawasan dan aktivitas praktik dapat dilakukan dengan baik. Koordinasi dengan dinas terkait juga dimaksudkan agar penguatan Saung Tani berjalan berkelanjutan dan kelak dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain.



