jurnalistik.co.id – Kemarau panjang yang memicu kekeringan membuat ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah menurun. Kondisi itu berimbas langsung pada pemenuhan kebutuhan harian warga.
Menanggapi situasi tersebut, personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Gorontalo menerjunkan armada air bersih ke Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, pada Kamis (08/10/2026). Distribusi bantuan dilakukan sebagai respons cepat terhadap krisis air yang tengah melanda.
Pengamanan dan penyaluran dipimpin Ipda Suwitno bersama 10 personel. Tim menggunakan unit kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC) untuk mendistribusikan air bersih ke titik-titik kumpul serta area pemukiman yang padat penduduk.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 12.000 liter air bersih disalurkan untuk melayani lebih dari 30 Kepala Keluarga (KK). Bantuan diberikan kepada warga yang telah menunggu sejak pagi hari dengan membawa ember, jeriken, serta drum penampungan.
Sejumlah warga menyampaikan bahwa sumur galian maupun bor milik mereka sudah mengering sejak tiga pekan terakhir. Akibatnya, kebutuhan dasar seperti memasak, minum, hingga bersuci menjadi semakin sulit dipenuhi.
Dansat Brimob Polda Gorontalo, Kombes Pol. Danu Waspodo, S.I.K., menegaskan bahwa pengerahan armada air bersih merupakan bagian dari komitmen Brimob dalam hadir membantu masyarakat saat menghadapi situasi sulit. Ia menilai, air bersih tidak boleh ditunda pemenuhannya karena menyangkut kebutuhan pokok.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar hidup yang tidak bisa ditunda. Ketika kemarau melanda dan sumur warga mulai mengering, Brimob harus hadir paling depan untuk memberikan solusi konkrit. Kami pastikan armada AWC dan personel akan terus dikerahkan mendatangi titik-titik rawan krisis air,” tegas Kombes Pol. Danu Waspodo.
Berita Terkait
Kepala Desa Pentadio Barat turut menyampaikan apresiasi atas pendistribusian yang dilakukan personel Brimob di lapangan. Menurutnya, pasokan air bersih ini meringankan beban warga yang selama ini terpaksa membeli air galon atau mencari sumber air dengan jarak yang cukup jauh.
Warga pun menyambut bantuan tersebut dengan antusias selama proses penyaluran berlangsung. Antrean yang telah disiapkan sejak pagi menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih benar-benar dirasakan sebagai hal yang mendesak.
Rangkaian pendistribusian air bersih juga direncanakan berlanjut secara berkala di berbagai wilayah di Kabupaten Gorontalo dan sekitarnya. Langkah itu akan diteruskan selama dampak krisis kekeringan musim kemarau belum mereda.
Dalam beberapa pekan terakhir, warga di Desa Pentadio Barat harus menghadapi keterbatasan yang makin terasa, mulai dari berkurangnya pasokan hingga terganggunya kebiasaan harian. Ketika sumur galian maupun sumur bor tidak lagi mengeluarkan air, aktivitas sederhana seperti menyiapkan makanan, memenuhi kebutuhan minum, serta menjaga kebersihan tubuh menjadi butuh perhatian ekstra dan waktu yang lebih panjang.
Proses penyaluran berlangsung dengan pendekatan yang menyesuaikan kondisi lapangan. Personel memanfaatkan unit kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC) untuk membawa air bersih dan menyiapkannya di titik-titik yang menjadi pusat berkumpul. Warga yang telah menunggu sejak pagi kemudian menampung air menggunakan ember, jeriken, hingga drum penampungan, sehingga bantuan dapat langsung dimanfaatkan sesuai kebutuhan rumah tangga.
Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa dukungan tidak berhenti pada pengantaran air semata, melainkan diarahkan pada respons cepat saat krisis sedang berlangsung. Dansat Brimob Polda Gorontalo menekankan bahwa pemenuhan air bersih tidak boleh ditunda karena berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat. Kepala desa juga menyampaikan bahwa pasokan ini meringankan beban warga yang sebelumnya terpaksa membeli air galon atau mencari sumber air dengan jarak yang cukup jauh.
Antusiasme warga terlihat selama kegiatan distribusi berlangsung, yang berlangsung di bawah pengaturan penyaluran agar warga dapat memperoleh air secara bergiliran. Pendistribusian sendiri direncanakan berlanjut secara berkala ke wilayah lain di Kabupaten Gorontalo dan sekitarnya, mengikuti perkembangan dampak kekeringan musim kemarau hingga situasi berangsur membaik.












