jurnalistik.co.id – Pembinaan rohani dan mental melalui Binrohtal Kristen dinilai menjadi penguat bagi personel Polda Gorontalo untuk menumbuhkan iman sekaligus memperkuat relasi antarpersonel dalam menjalankan tugas.
Kegiatan tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual tidak berhenti pada kegiatan keagamaan saja, melainkan juga perlu tercermin dalam sikap, cara bekerja, dan hubungan sehari-hari di lingkungan kepolisian.
Rabu (14/10), Binrohtal Kristen dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual personel Polda Gorontalo. Melalui agenda itu, setiap anggota diharapkan memiliki landasan moral yang kuat, menjaga integritas, serta tetap mengedepankan sikap humanis saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Gorontalo menyampaikan penekanan khusus agar kebersamaan menjadi kekuatan yang benar-benar hidup di dalam pelaksanaan tugas. Ia mengingatkan personel pentingnya menjaga kekompakan serta nilai-nilai kekeluargaan dalam setiap aktivitas sebagai anggota Polri.
Menurutnya, kebersamaan tidak hanya diperlukan saat berada di jam dan lokasi tugas, tetapi juga perlu dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Pola hubungan yang baik antarpersonel, ditegaskan, harus dipelihara karena semua orang berada dalam satu keluarga besar institusi Polri.
“Melalui Binrohtal ini, saya berharap kita tidak hanya semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga semakin mempererat kebersamaan dan persaudaraan. Kita boleh memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda, tetapi kita tetap satu keluarga yang harus saling menghargai, mendukung, dan menguatkan,” pesannya.
Dir Narkoba juga menekankan bahwa iman dan kebersamaan seharusnya tampak dalam tindakan konkret. Hal itu, antara lain, dapat tercermin dari kedisiplinan, sikap saling menghormati, serta kepedulian terhadap rekan kerja.
Dengan dibawanya nilai-nilai tersebut ke dalam rutinitas, suasana kerja yang harmonis diharapkan dapat terbentuk. Pada akhirnya, kondisi yang lebih solid dan saling mendukung menjadi dorongan positif dalam menjalankan tugas kepolisian.
Berita Terkait
Binrohtal sebagai pedoman perilaku dan kualitas pengabdian
Melalui kegiatan Binrohtal Kristen, personel diharapkan menjadikan nilai spiritual sebagai pedoman saat bertindak. Arahan itu diarahkan agar anggota terus menjaga integritas serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Poin penting yang disampaikan adalah bahwa kekuatan Polri tidak hanya dilihat dari profesionalisme saat bertugas. Kekukuhan iman, persaudaraan yang terjaga, dan kebersamaan yang tetap dipelihara ikut menentukan bagaimana langkah pengabdian dijalankan dalam berbagai situasi.
Dalam bingkai pembinaan mental dan spiritual, agenda tersebut sekaligus menjadi pengingat agar setiap anggota mampu menguatkan aspek batin dan etika dalam keseharian. Dengan demikian, hubungan antarpersonel dapat berjalan lebih baik, sementara pelayanan kepada masyarakat tetap mengedepankan sikap yang berimbang dan penuh tanggung jawab.
Penegasan tentang pentingnya kebersamaan diharapkan menjadi bekal yang mempersatukan anggota dalam menghadapi dinamika pekerjaan kepolisian. Ketika persaudaraan terawat, koordinasi dan dukungan tim juga lebih mudah diwujudkan, sehingga pelaksanaan tugas berjalan lebih efektif.
Di akhir kegiatan, fokusnya kembali pada harapan agar personel tidak berhenti pada penguatan iman secara personal, melainkan turut memperkuat cara pandang kolektif dalam membangun kerja sama. Dengan begitu, Binrohtal Kristen dapat memberi dampak nyata, baik terhadap suasana internal maupun kualitas pengabdian di lapangan.
Lebih jauh, rangkaian pembinaan ini memberi ruang refleksi agar setiap anggota dapat menata cara berpikir dan menguatkan disiplin batin sebelum menjalankan pekerjaan. Nilai yang dipelajari tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diarahkan menjadi kebiasaan dalam tutur kata, etika pelayanan, dan cara menyikapi rekan maupun warga yang ditemui dalam aktivitas harian.
Dengan penguatan tersebut, diharapkan tercipta budaya kerja yang saling menjaga dan saling mengingatkan secara positif. Ketika komunikasi antarpersonel berjalan lebih terbuka dan sikap saling menghormati terpelihara, koordinasi dalam pelaksanaan tugas juga ikut membaik. Pada akhirnya, persaudaraan yang dibangun melalui Binrohtal menjadi energi tambahan untuk menghadirkan pengabdian yang lebih tertib, humanis, dan bertanggung jawab.












