jurnalistik.co.id – Jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan Gorontalo menerjunkan personel untuk mengawal kedatangan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Moinit dari Pelabuhan Pagimana, Sulawesi Tengah, menuju Pelabuhan Feri Penyeberangan Gorontalo.
Pengamanan tersebut dilakukan pada Sabtu, 19/09/2026 pagi, ketika kapal sandar dan mulai melayani arus penumpang maupun kendaraan.
Kegiatan pengawasan dan pelayanan presisi dimulai sejak pukul 06.00 WITA dan berlangsung hingga pukul 07.00 WITA.
Dalam pelaksanaannya, pengamanan dipimpin langsung oleh Aipda Arman Ibrahim bersama dua anggota, yaitu Brigpol Shandy G. Dunggio dan Brigpol Faliant Usman Koem.
Fokus pengawalan diarahkan pada beberapa titik penting di pelabuhan agar proses kedatangan berjalan tertib dan aman.
Personel melakukan pengawasan pada alur turun penumpang, pemeriksaan terhadap arus kendaraan, serta pengamanan di area bongkar muat barang.
Langkah tersebut disiapkan untuk memastikan kegiatan logistik yang berlangsung di dermaga tidak menimbulkan gangguan keamanan maupun hambatan operasional.
Selain mengatur ketertiban, aparat juga memastikan aktivitas di area bongkar muat berjalan sesuai prosedur, khususnya terhadap komoditas utama yang diangkut kapal.
Berdasarkan data manifest pelayaran, KMP Moinit membawa 122 penumpang.
Rinciannya, 106 penumpang merupakan pejalan kaki, sementara 16 penumpang lainnya berada di dalam kendaraan yang ikut menyeberang.
Pengawalan juga mencakup pengaturan agar kendaraan dapat bergerak keluar dari area palka kapal dengan pengawasan yang jelas.
Pada sisi muatan, kapal penyeberangan tersebut mengangkut logistik barang lepas dengan total berat 14,8 ton.
Muatan barang lepas itu terdiri dari pasokan beras, ikan segar, buah naga, serta kemiri.
Kehadiran personel di titik bongkar muat diarahkan untuk menjaga kelancaran proses penanganan komoditas tersebut agar tidak mengalami kendala di area dermaga.
Di samping itu, KMP Moinit membawa muatan kendaraan dengan total berat 40 ton.
Berita Terkait
Komoditas yang dominan pada muatan kendaraan tersebut adalah beras dan kelapa.
Dengan komposisi logistik yang cukup besar, pengamanan terpadu diselenggarakan sebagai langkah antisipatif sejak arus kedatangan mulai terjadi.
Pengamanan ini juga dimaksudkan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan pelabuhan.
Upaya serupa diarahkan agar tidak terjadi tindakan kriminalitas di area dermaga, terutama pada fase bongkar muat yang menuntut pengawasan ketat.
Aspek lain yang mendapat perhatian adalah keselamatan lalu lintas kendaraan yang keluar setelah proses penyeberangan selesai.
Ketertiban pengaturan arus kendaraan diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas para pengguna jasa pelabuhan.
Penguatan pelayanan dan ketertiban di pintu masuk pelabuhan
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gorontalo menegaskan bahwa kehadiran personel di pelabuhan merupakan bentuk komitmen rutin dalam memberikan rasa aman, nyaman, dan tertib kepada masyarakat pengguna.
Ia menyebutkan bahwa polisi berupaya menghadirkan pelayanan terbaik sekaligus pengamanan ekstra di pintu-pintu masuk wilayah hukum Gorontalo, khususnya pada jalur laut dan penyeberangan antarprovinsi.
Menurutnya, pengawalan yang dilakukan memiliki arti penting untuk menjaga stabilitas pasokan logistik serta mendukung keselamatan masyarakat.
Dengan pelaksanaan pengamanan yang terukur, proses kedatangan kapal dapat berjalan lebih terkendali dari awal hingga kendaraan dan penumpang meninggalkan area dermaga.
Seluruh rangkaian kegiatan pelayanan dan pengawalan kedatangan kapal berakhir pada pukul 07.00 WITA.
Selama proses bongkar muat berlangsung hingga penumpang meninggalkan area dermaga, situasi di Pelabuhan Feri Penyeberangan Gorontalo terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Pengawalan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan keamanan di sektor pelabuhan, agar aktivitas penyeberangan dan distribusi kebutuhan masyarakat dapat berlangsung lancar tanpa mengorbankan aspek keselamatan.
Langkah antisipatif yang diterapkan pada fase kedatangan dan bongkar muat diharapkan tetap menjadi acuan agar setiap pelayaran yang masuk maupun keluar wilayah Gorontalo mendapatkan pengawasan yang memadai.
Dengan koordinasi personel yang jelas dan titik pengawasan yang terfokus, proses pelayanan di dermaga menunjukkan upaya menjaga ketertiban sekaligus memastikan arus logistik tetap berjalan sesuai kebutuhan.












