Internasional

El-Sisi Tiba di Istana Negara untuk Bertemu Prabowo

×

El-Sisi Tiba di Istana Negara untuk Bertemu Prabowo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bertemu Prabowo, Presiden Mesir El-Sisi Tiba di Istana Negara

jurnalistik.co.id – Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi mengadakan pertemuan resmi dengan Presiden RI Prabowo Subianto pada hari ini.

El-Sisi tiba di Istana Negara, Jakarta, pada hari Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Setibanya di lokasi, Presiden Mesir langsung menyaksikan upacara penyambutan yang digelar oleh pasukan TNI.

Pada acara penyambutan tersebut, sejumlah menteri turut hadir. Di antaranya Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono serta Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia.

Setelah prosesi penyambutan selesai, pertemuan kedua kepala negara direncanakan berlanjut ke rapat bilateral.

Dalam pertemuan itu, kedua presiden akan membahas kerja sama serta prospek program-program ke depan antara kedua negara.

Agenda tersebut merupakan bagian dari lawatan kerja El-Sisi ke sejumlah negara di kawasan Asia.

Menurut informasi yang diberitakan, Presiden El-Sisi sebelumnya bertolak ke Korea Selatan sejak Selasa lalu. Ia dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Presiden Lee Jae Myung pada Kamis (8/10/2026).

Kunjungan kenegaraan El-Sisi juga mencakup Malaysia dan Indonesia.

Di Korea Selatan, Juru Bicara Kepresidenan Mesir, Duta Besar Mohamed El-Shennawy, menjelaskan bahwa pertemuan yang diikuti El-Sisi termasuk partisipasi dalam forum meja bundar bersama para CEO serta perwakilan perusahaan-perusahaan besar Korea.

“Lawatan tersebut juga mencakup kunjungan kenegaraan ke Malaysia dan kunjungan ke Republik Indonesia,” demikian pernyataan yang disampaikan El-Shennawy, sebagaimana dikutip dari laman Kepresidenan Mesir pada Jumat (9/10/2026).

Hubungan pertemuan kedua pemimpin tidak hanya terjadi dalam konteks lawatan saat ini.

Sebelumnya, pada sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di India, Presiden Prabowo juga sempat bertemu El-Sisi pada Sabtu (12/9/2026).

Pertemuan kala itu membahas seluruh aspek hubungan Mesir–Indonesia, terutama setelah penandatanganan perjanjian kemitraan strategis antara kedua negara pada April 2025.

Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala negara juga bertukar pandangan mengenai perkembangan terkini di level regional dan internasional.

Pembahasan turut menyinggung isu perang di kawasan, khususnya perang Iran, serta dinamika yang menyertainya.

Kedua presiden menegaskan pentingnya mengutamakan jalur diplomasi untuk mencapai solusi damai. Mereka juga menekankan perlunya menjaga kebebasan navigasi di jalur pelayaran internasional.

Selain membahas isu-isu keamanan dan diplomasi, keduanya juga menyatakan penolakan terhadap pemindahan paksa warga Palestina dari tanah mereka.

Dalam penegasan berikutnya, kedua presiden menekankan pentingnya pelaksanaan perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza.

Mereka juga menyoroti kebutuhan untuk memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan serta menghentikan tindakan terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Dengan demikian, pertemuan di Jakarta kali ini menjadi bagian dari rangkaian komunikasi tingkat tinggi yang telah berjalan. Pembahasan bilateral diharapkan dapat memperkuat arah kerja sama sekaligus mengembangkan program-program ke depan.

Selain itu, pertemuan tersebut juga memperlihatkan kesinambungan prioritas kedua negara dalam menjaga prinsip-prinsip diplomasi, stabilitas kawasan, dan dukungan terhadap upaya kemanusiaan.

Ke depan, hasil pembahasan dalam rapat bilateral diharapkan memberi kontribusi nyata bagi kerja sama Mesir–Indonesia, baik dalam berbagai bidang yang disepakati maupun dalam kesinambungan pertemuan-pertemuan tingkat tinggi yang telah terjadi sebelumnya.

Kedatangan El-Sisi di Jakarta menjadi awal dari rangkaian agenda kenegaraan yang disusun secara berurutan, mulai dari penyambutan resmi hingga pembahasan agenda inti. Setelah seremoni selesai, fokus kemudian diarahkan pada komunikasi langsung kedua pemimpin.

Dalam perbincangan tersebut, Prabowo dan El-Sisi menyoroti sejumlah isu strategis yang relevan bagi kawasan, termasuk ketegangan perang di wilayah tersebut dan situasi yang berkembang. Kedua pihak juga menekankan bahwa penyelesaian melalui jalur diplomasi dinilai sebagai langkah yang paling memungkinkan untuk membawa stabilitas.

Di sisi lain, mereka kembali menegaskan sikap terhadap perlindungan warga sipil, penolakan terhadap pemindahan paksa, serta perlunya pelaksanaan gencatan senjata di Jalur Gaza. Selain itu, pembahasan mencakup upaya agar bantuan kemanusiaan dapat berjalan dan perhatian juga diarahkan pada kondisi di Tepi Barat.