jurnalistik.co.id – Alexander Isak untuk pertama kali kembali merasakan atmosfer St James’ Park ketika Liverpool menjalani laga tandang melawan Newcastle United pada pekan pembuka Liga Inggris 2026-2027, Minggu (23/8/2026) pukul 22.30 WIB.
Ini sekaligus menjadi kunjungan pertama Isak sebagai pemain tim tamu ke markas klub yang pernah ia bela sebelum akhirnya pindah ke Merseyside.
Kembalinya penyerang asal Swedia itu membawa sejumlah memori lama sekaligus membuka halaman baru, setelah kepindahannya pada musim panas lalu sempat diwarnai ketegangan.
Transfer yang berangkat dari situasi tegang
Alexander Isak direkrut Liverpool dengan nilai 125 juta pounds atau sekitar Rp2,9 triliun. Kepindahan tersebut datang setelah periode pramusim yang tidak berjalan mulus bagi Newcastle pada musim sebelumnya.
Isak sempat mogok dari agenda pramusim Newcastle tahun lalu untuk mendorong kepindahannya ke Liverpool. Alhasil, proses transisi yang seharusnya menjadi bagian dari persiapan awal justru berlangsung dengan konflik yang menarik perhatian.
Dalam rentang waktu tersebut, ketegangan juga terlihat dari momen ketika Newcastle kalah 3-2 dari Liverpool pada 25 Agustus. Pada pertandingan itu, Isak tidak ikut merumput dan berada di rumah sewanya di Northumberland.
Beberapa hari setelahnya, tepat pada 1 September, Isak sudah terlihat berjabat tangan dengan Arne Slot serta Mohamed Salah di Anfield usai kepindahannya ke Liverpool.
Jejak Isak bersama Newcastle dan momen penentu
Sebelum menjadi bagian Liverpool, Isak tercatat memiliki peran penting di Newcastle. Ia membukukan 54 gol dalam 86 penampilan di Premier League bersama The Magpies.
Salah satu adegan yang paling menonjol adalah ketika Isak mencetak gol penentu kemenangan atas Liverpool pada final Piala Carabao 2025 di Wembley.
Dengan rapatnya sejarah tersebut, laga Newcastle vs Liverpool akhir pekan ini akan mempertemukan Isak dengan orang-orang serta lingkungan yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelumnya.
Berita Terkait
Di sisi lain, konteks di Newcastle juga berubah. Eddie Howe telah meninggalkan kursi pelatih, lalu posisinya digantikan oleh Matthias Jaissle.
Karena perubahan di bangku pelatih dan dinamika skuad, Isak tidak hanya menghadapi St James’ Park sebagai mantan klub, tetapi juga bertemu staf serta figur Newcastle dari era lamanya dalam kondisi yang berbeda.
Persiapan yang terbatas dan kendala kebugaran di Liverpool
Kepindahan Isak ke Liverpool tidak langsung berjalan sesuai harapan dalam urusan kesiapan tim dan kondisi fisiknya. Salah satu faktor yang disebut adalah ketidakhadirannya dalam tur pramusim Newcastle ke Asia Tenggara sebelum transfer, sehingga persiapan bersama klub barunya saat itu menjadi terbatas.
Situasi tersebut turut memengaruhi kebugaran Isak pada musim pertamanya di Anfield. Pada Desember 2025, ia mengalami cedera patah kaki yang mengganggu kiprahnya bersama Liverpool.
Catatan cedera itu juga tercermin pada satu laga Premier League, ketika Isak mengalami masalah dalam duel dengan bek Tottenham Hotspur Micky van de Ven saat mencetak gol pembuka pada pertandingan Tottenham Hotspur vs Liverpool di Stadion Tottenham Hotspur, London, pada 20 Desember 2025.
Debut di Liga Champions dan periode bersama Arne Slot
Di tengah perjalanan bersama Liverpool, Isak akhirnya membuat debut bagi pasukan Arne Slot dalam ajang Liga Champions. Ia tampil dalam laga Liverpool vs Atletico Madrid pada Kamis (18/9/2025) dini hari WIB.
Dalam laga tersebut, Isak hadir sebagai bagian dari skuat yang memperkuat rencana Slot di kompetisi antarklub tertinggi Eropa.
Kembalinya Isak ke St James’ Park kini datang setelah rangkaian peristiwa yang panjang: mulai dari ketegangan pramusim dan ketidakhadiran saat Newcastle kalah 3-2 dari Liverpool, hingga momen kepindahan yang disahkan dengan jabat tangan di Anfield.
Dengan perubahan pelatih Newcastle ke tangan Matthias Jaissle, laga pembuka ini juga menjadi pertemuan silang antara masa lalu Isak di Tyneside dan tantangan yang ia hadapi sebagai pemain Liverpool saat menghadapi tuan rumah.
Isak, yang pernah jadi bagian penting Newcastle dengan produktivitas golnya, akan diuji di stadion yang selama ini melekat kuat pada identitas sepak bola sebelumnya, namun kini dalam posisi yang berbeda sebagai tim tamu.
Newcastle vs Liverpool pada Minggu malam WIB pun bukan hanya soal pertandingan pekan pertama, melainkan juga tentang bagaimana Isak menavigasi atmosfer St James’ Park setelah perjalanan yang sempat memicu kontroversi dan memerlukan adaptasi panjang di klub barunya.












