Hukum & Kriminal

Ditembak Satgas Damai Cartenz, Guspi Waker Dibawa ke Hutan

×

Ditembak Satgas Damai Cartenz, Guspi Waker Dibawa ke Hutan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kerap Lakukan Serangan, Bos OPM Guspi Waker Ditembak, tapi Diselamatkan Anggotanya ke Hutan

jurnalistik.co.id – Guspi Waker (GW), pimpinan OPM yang masuk daftar buron dalam sejumlah perkara, ditembak dalam operasi gabungan di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, pada Jumat (7/8/2026). Setelah terluka, ia kemudian diamankan oleh anggota kelompoknya dan dibawa menuju kawasan hutan.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa tindakan terhadap Guspi Waker merupakan bagian dari penegakan hukum berdasarkan data yang telah dimiliki aparat. Menurut Yusuf, Guspi telah lama menjadi buronan.

Yusuf menjelaskan bahwa ketika aparat memperoleh informasi mengenai keberadaan target, personel gabungan melakukan tindakan tegas sesuai situasi di lapangan. Ia menegaskan, “Dalam pelaksanaan penegakan hukum, personel gabungan melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap target dengan menyesuaikan situasi di lapangan. Karena situasi di lapangan ini jurang dan bukit. Serta tetap berpedoman pada hukum yang berlaku,” kata Yusuf dalam keterangannya pada Minggu (9/8/2026).

Usai penembakan, Yusuf menyebut Guspi Waker yang terluka diamankan oleh anggotanya. Dalam keterangan lanjutan, ia mengatakan, “Setelah itu, yang bersangkutan mendapatkan pertolongan dari anggota kelompoknya. Berdasarkan informasi yang diperoleh, GW kemudian dibawa oleh anggota kelompoknya menuju kawasan hutan,” ujar Yusuf.

Operasi Damai Cartenz-2026 di Tembagapura

Penembakan tersebut dilakukan petugas gabungan dari Satgas Kepolisian dan Satgas Amole-2026 yang menggelar Operasi Damai Cartenz-2026. Lokasi kejadian disebut berada di distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Selain memastikan tindakan terhadap target dilakukan dengan prosedur penegakan hukum, aparat juga menghubungkan langkah tersebut dengan sejumlah tindak pidana yang tercatat. Kasatgas menyampaikan bahwa proses berikutnya masih berjalan, yakni pemantauan serta pengumpulan informasi.

Irjen Pol Faizal Ramadhani selaku Kaops Damai Cartenz menyatakan penegakan hukum terhadap Guspi Waker merupakan komitmen kepolisian dalam menangani tindak pidana berdasarkan hasil penyelidikan dan data yang dimiliki. Pernyataan Faizal mencakup penegasan bahwa Guspi Waker merupakan target yang telah tercatat dalam DPO terkait sejumlah perkara pidana. Ia menegaskan, “Kami memastikan bahwa setiap upaya penegakan hukum dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan data yang dimiliki kepolisian. Terhadap GW, yang bersangkutan merupakan target yang telah tercatat dalam DPO terkait sejumlah perkara pidana. Karena itu, langkah yang dilakukan personel merupakan bagian dari proses penegakan hukum terhadap target tersebut,”

Guspi Waker beroperasi di Ugimba, namun jaringan menyasar wilayah lain

Dalam catatan aparat, Guspi Waker disebut sebagai salah satu pimpinan OPM di wilayah Ugimba, Kabupaten Intan Jaya. Meski demikian, jaringan kelompoknya kerap melakukan serangan di lintas wilayah, termasuk Kabupaten Mimika.

Di antara aksi yang disebut, pada 14 November 2017 Guspi Waker diduga terlibat dalam penembakan kendaraan LWB di area Mile 69, Distrik Tembagapura. Kejadian itu disebut mengakibatkan seorang korban berinisial RTS mengalami luka pada paha kiri.

Selanjutnya, pada 30 Maret 2020, Guspi Waker juga disebut diduga terlibat dalam aksi penyerangan dan penembakan di area perkantoran Office Building 1 PT Freeport Indonesia, Kuala Kencana, Kabupaten Mimika. Dalam pemberitaan aparat, peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga asal negara Selandia Baru, Graeme Thomas Wall (57), meninggal dunia, serta dua karyawan lainnya mengalami luka.

Setelah dibawa ke hutan, satgas masih memantau perkembangan

Hingga saat ini, satgas gabungan masih melakukan pemantauan, pengumpulan informasi, serta pengembangan penyelidikan terkait perkembangan situasi di wilayah Tembagapura setelah Guspi Waker dibawa oleh anggota kelompoknya ke hutan.

Dalam rangkaian operasi tersebut, aparat menempatkan penembakan terhadap target sebagai langkah penegakan hukum, sementara proses lanjutan difokuskan pada pendalaman informasi dan penguatan penyelidikan atas dinamika di lapangan.