Politik & Parlemen

John Swinney Membela Pengeluaran £45.000 untuk Tiket Pesawat Kelas Bisnis ke Piala Dunia

×

John Swinney Membela Pengeluaran £45.000 untuk Tiket Pesawat Kelas Bisnis ke Piala Dunia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: John Swinney defends £45,000 business-class flights to World Cup

jurnalistik.co.id – John Swinney membela penggunaan dana publik untuk penerbangan kelas bisnis menuju Piala Dunia, menyusul pertanyaan soal besarnya biaya perjalanan resmi yang melibatkan dirinya dan sejumlah pejabat senior.

Menurut pembelaan yang disampaikan, Swinney menggunakan lebih dari £45.000 dana publik untuk tiket kelas bisnis bagi dirinya serta dua ajudan senior dalam perjalanan menuju Piala Dunia. Rangkaian kunjungan tersebut dilakukan ketika Skotlandia menjalani laga pembuka di Amerika Serikat.

Dalam perjalanan yang dipersoalkan itu, Swinney terbang ke Boston pada 11 Juni untuk pertandingan awal Skotlandia. Setelah itu, ia juga mengikuti pembicaraan perdagangan di Kentucky tiga hari kemudian.

Selama kunjungan ke Amerika Serikat, Swinney dan dua pejabat senior lain menggunakan kelas bisnis. Sementara itu, Menteri Olahraga Maree Todd serta beberapa pejabat lain justru menempuh penerbangan dengan tarif jauh lebih murah, yaitu kelas ekonomi.

Secara total, Pemerintah Skotlandia menghabiskan £98.442 untuk rangkaian perjalanan Swinney, Todd, dan para pejabat pendamping ke AS. Anggaran tersebut mencakup biaya penerbangan, hotel, serta berbagai pengeluaran selama kunjungan.

Rincian biaya penerbangan untuk Swinney dan sekretaris pribadinya, John Webster, masing-masing sebesar £17.893. Adapun tiket kelas bisnis untuk penasihat khusus Colin McAllister tercatat senilai £9.864.

Pemerintah juga mengalokasikan £11.800 untuk penerbangan kelas ekonomi bagi sejumlah pejabat yang mendampingi Swinney. Selain tiket pesawat, pemerintah mengeluarkan lebih dari £10.000 untuk biaya sewa mobil dalam rangka kunjungan pimpinan pertama Skotlandia.

Untuk agenda Todd, total biaya penerbangan ke Miami—kota yang menjadi tujuan menonton laga final—tercatat sebesar £5.485. Todd melakukan perjalanan bersama empat pejabat pendamping untuk menonton pertandingan final Skotlandia, dan ia berada di Miami selama tiga hari untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia tim tersebut.

Dalam pembelaannya, Swinney menyinggung bahwa kebijakan perjalanan yang berlaku juga menjadi bahan rujukan. Aturan perjalanan pemerintah menyatakan bahwa penerbangan kelas bisnis hanya digunakan pada penerbangan lebih dari 10 jam, kecuali ada kesepakatan lain.

Padahal, rute penerbangan langsung dari Edinburgh ke Boston pada umumnya hanya sekitar tujuh jam. Terkait hal tersebut, Swinney menyampaikan penjelasan kepada BBC Scotland News dengan menyatakan, “Obviously, when flights have got to be booked, when there’s intense pressure on the time involved, then the costs are likely to be higher.” Ia menambahkan, “We tried to minimise those costs.”

Pandangan tentang alasan kelas bisnis

Selain Swinney, Menteri Kehakiman Neil Gray juga mempertahankan penggunaan kelas bisnis dalam perjalanan dinas. Ia menyatakan bahwa kunjungan seperti itu membutuhkan kesiapan kerja yang segera setelah mendarat.

Gray mengatakan kepada BBC Radio Scotland Breakfast: “These are busy trips for ministers and it is right that they are able to arrive fresh, they’re able to arrive in a way that means that they’re able to participate and do their work immediately, so I think that’s a proportionate use.”

Ia juga menyoroti manfaat yang diharapkan dari perjalanan tersebut, termasuk meningkatnya jangkauan pengaruh internasional Skotlandia. Gray menegaskan hal itu dengan menyebut “soft-power reach and the ability to make significant international connections”.

Menurutnya, keberadaan Swinney dan tim di lokasi pertandingan juga relevan dengan tujuan kunjungan. Ia menambahkan, “It was right that the first minister and his team were there to participate and to be part of that.”

Data transparansi yang diterbitkan oleh pemerintah menunjukkan bahwa Colin McAllister, Chief of Staff kepada First Minister John Swinney, juga terbang dengan kelas bisnis ke AS. Dengan konteks yang sama, Sekretaris Ekonomi Stephen Flynn ikut membela Swinney.

Flynn berujar: “If we want our politicians to go and sit in row 46 beside the toilets and then land in Boston and then go and engage with US government officials having done so we’ll get exactly what we deserve as politicians.” Pernyataan tersebut menjadi bagian dari argumentasi bahwa keputusan perjalanan tidak lepas dari kebutuhan kerja dan keterlibatan pejabat dalam pertemuan internasional.

Tujuan perjalanan dan respons pihak oposisi

Pemerintah menyampaikan bahwa kunjungan ke Amerika Serikat dilakukan untuk mendukung tim nasional pada Piala Dunia. Selain itu, perjalanan tersebut juga diarahkan untuk menggelar pembicaraan seputar perdagangan, pariwisata, budaya, dan investasi.

Dari pihak oposisi, Conservative MSP Stephen Kerr menilai pengeluaran itu tidak terkelola dengan baik. Kerr menyatakan, “Nobody begrudgedged SNP ministers joining the Tartan Army to cheer on Scotland men’s team at their first World Cup appearance in nearly three decades, but in typical SNP fashion costs were never kept under control.”

Ia menambahkan bahwa Swinney dan rekan menterinya memilih untuk menghindari tantangan yang mereka hadapi di dalam negeri, sementara biaya signifikan dibebankan pada publik. Kerr menegaskan, “Swinney and his ministerial colleague were clearly happy to escape all the challenges facing them back home, but they should have met these significant costs out of their own pocket.”

Di luar agenda pertandingan, sebelum keberangkatan menuju Piala Dunia di AS, John Swinney juga sempat berkunjung ke sebuah mural di Glasgow yang menampilkan gelandang Skotlandia Scott McTominay. Mural tersebut menggambarkan momen McTominay mencetak gol pada kemenangan 4-2 atas Denmark.

Kasus pembelaan biaya penerbangan kelas bisnis ini kemudian menjadi sorotan karena jarak tempuh Edinburgh–Boston yang tidak sesuai dengan kriteria durasi penerbangan lebih dari 10 jam, sebagaimana diatur dalam pedoman perjalanan pemerintah, kecuali bila ada kesepakatan khusus.