jurnalistik.co.id – Marcus Rashford merespons perbincangan soal dirinya di dunia media dengan nada yang relatif tenang, namun tegas. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Jamie Carragher setelah komentar Gary Neville di sebuah podcast memunculkan bahasan tentang pemain Manchester United itu.
Perkataan Carragher muncul saat Neville berusaha memulai obrolan mengenai Rashford dalam acara podcast. Dalam cuplikan yang dibahas, Carragher menegaskan kekesalannya karena nama Rashford terus-menerus disebut dalam konteks yang menurutnya mengganggu.
“Can we do a podcast without mentioning Rashford?” kata Carragher dalam podcast tersebut. Ia kemudian menambahkan, “Stop it. Oh my God. It’s like the Trent [Alexander-Arnold] and Rashford… like a little part of the podcast. The Trent part or the Rashford part.”
Rashford kemudian menanggapi cuplikan itu melalui postingannya di X. Dalam tanggapannya, ia menyebut bahwa ia berharap bisa fokus menjalani aktivitas sepak bola tanpa terus dibicarakan, sekaligus menunjukkan sikap menghargai Carragher.
Rashford menulis: “Thanks, Jamie. It would be great to be able to get my head down and play football without my name being mentioned every day.” Kalimat itu merangkum keinginannya agar percakapan tidak selalu berputar pada dirinya, terutama ketika ia sedang ingin menjaga ritme dan fokus pertandingan.
Pada usia 28 tahun, Rashford dinilai masih punya prospek bertahan bersama United. Musim lalu ia menghabiskan waktu dengan status pinjaman ke Barcelona, klub yang ia bantu menjuarai La Liga.
Berita Terkait
Keterlibatan Rashford untuk kompetisi resmi bersama United terakhir kali terjadi pada Desember 2024. Saat itu, ia tampil di bawah pelatih sebelumnya, Ruben Amorim, sebelum kemudian kondisi perkembangannya mengarah pada periode bersama Barcelona.
Meski perjalanan kariernya dalam beberapa waktu terakhir melewati tahapan yang berbeda, peluangnya untuk kembali tampil bersama United tetap terbuka. Rashford disebut berpotensi ikut ambil bagian dalam laga pembuka Premier League melawan Hull yang digelar pada hari Sabtu.
Di sisi lain, suasana jelang awal musim turut dibarengi komentar dari pemain senior bertahan United. Setelah United menelan kekalahan 4-2 dalam pertandingan persahabatan melawan AC Milan pada Sabtu, Harry Maguire menyampaikan harapannya agar Rashford tetap berada di Old Trafford.
Maguire menilai Rashford sebagai sosok yang penting untuk tim, setidaknya dari perspektif kontribusi dan ancaman yang bisa diciptakan. Ia menyebut bahwa Rashford merupakan “big asset” dan “a huge threat”, yang menggambarkan keyakinannya terhadap nilai yang dapat dibawa pemain tersebut.
Di tengah dinamika pra-musim, perbedaan pandangan di ranah podcast dan respons di media sosial justru memperlihatkan dua sisi yang berjalan bersamaan. Rashford tetap berusaha mengarahkan perhatian kembali pada lapangan—sementara United, melalui sejumlah pernyataan internal, tampak mengupayakan agar kualitasnya bisa menjadi bagian dari rencana tim.
Rangkaian komentar itu juga memperlihatkan bahwa nama Rashford masih menjadi topik yang mudah memancing obrolan publik. Namun, melalui ucapannya, ia menempatkan diri pada posisi yang jelas: menghargai komentar Jamie Carragher, tetapi meminta agar cara percakapan lebih memberi ruang baginya untuk bekerja tanpa sorotan yang berulang setiap hari.
Dengan potensi tampil pada laga pembuka Premier League dan adanya dukungan dari Maguire, babak berikutnya bagi Rashford tampak menuntut konsistensi. Yang ia inginkan sederhana, yakni bisa “get my head down and play football” ketika waktunya tiba, tanpa “name being mentioned every day” dalam ritme percakapan yang terlalu sering.












