Peristiwa

Dit Samapta Polda Gorontalo Tanggap Cepat, Kebakaran Lahan di Bulontala Padam

×

Dit Samapta Polda Gorontalo Tanggap Cepat, Kebakaran Lahan di Bulontala Padam

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gerak Cepat Dit Samapta Polda Gorontalo, Kebakaran Lahan di Bulontala Berhasil Dipadamkan

jurnalistik.co.id – Kebakaran lahan yang terjadi di Desa Bulontala, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango, ditangani dengan respons cepat oleh personel Dit Samapta Polda Gorontalo bersama tim gabungan.

Peristiwa pertama kali diketahui sekitar pukul 14.57 WITA pada Rabu, 19/8/2026, ketika api mulai melalap lahan yang ditumbuhi rumput liar, pepohonan, serta dedaunan kering.

Lokasi kebakaran berada tidak jauh dari permukiman warga, sehingga upaya pemadaman sekaligus pengamanan menjadi prioritas sejak awal.

Mengetahui adanya potensi penyebaran, pihak Damkar Kabupaten Bone Bolango kemudian meminta dukungan satu unit kendaraan taktis Karhutla dari Dit Samapta Polda Gorontalo.

Kira-kira pukul 16.36 WITA, personel Dit Samapta tiba di lokasi dan langsung bergabung dengan tim gabungan untuk melakukan penanganan di area terdampak.

Dalam proses di lapangan, kepolisian bersama Damkar, TNI, PMI, PDAM, serta masyarakat melakukan pemadaman sekaligus sterilisasi lokasi agar tidak ada titik api yang tertinggal.

Penyekatan juga dilakukan untuk mencegah api merambat ke area lain, khususnya mendekati permukiman warga yang berada di sekitar titik kebakaran.

Upaya tersebut tidak berjalan tanpa tantangan. Kondisi medan menjadi salah satu kendala karena akses menuju beberapa titik api relatif sempit, sehingga kendaraan pemadam harus bergerak dengan hati-hati.

Meski demikian, melalui kerja kolaboratif dan pengaturan manuver di medan terbatas, tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api hingga pemadaman dapat dilakukan secara menyeluruh.

Setelah api utama dipadamkan, penanganan dilanjutkan dengan tahap pendinginan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Sekitar pukul 20.30 WITA, petugas memastikan seluruh titik api telah padam dan tidak lagi menunjukkan tanda-tanda penyalaan ulang.

Penanganan kemudian dinyatakan selesai pada pukul 20.50 WITA setelah dilakukan pemeriksaan akhir serta dipastikan kondisi lokasi aman untuk ditinggalkan.

Dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan dari tim penanganan dan warga di sekitar lokasi.

Masih dalam penyelidikan

Walau kebakaran telah ditangani hingga tuntas, penyebab terjadinya peristiwa masih berada dalam proses penyelidikan.

Keberhasilan penanganan ini disebut tidak lepas dari sinergi seluruh unsur yang terlibat, mulai dari personel Dit Samapta Polda Gorontalo hingga dukungan Damkar, TNI, PMI, PDAM, dan masyarakat.

Dengan respons yang cepat dan langkah pencegahan penyebaran di area rawan, tim berhasil mengurangi risiko kobaran api meluas serta mengancam permukiman warga di sekitar lokasi kebakaran.

Api yang mulanya muncul dari hamparan rumput liar dan vegetasi kering kemudian berkembang cepat, sehingga jarak kebakaran yang berdekatan dengan permukiman membuat penanganan tidak hanya berorientasi pada pemadaman, tetapi juga pada upaya perlindungan terhadap area sekitar.

Seiring peningkatan kebutuhan di lapangan, dukungan satu unit kendaraan taktis Karhutla diturunkan untuk membantu percepatan penanganan. Setelah personel Dit Samapta tiba di lokasi pada sore hari, kerja tim gabungan difokuskan pada pemadaman di area terdampak serta sterilisasi untuk memastikan tidak ada titik api yang tertinggal.

Dalam prosesnya, petugas menghadapi keterbatasan akses karena beberapa titik api berada pada medan yang relatif sempit dan menuntut kehati-hatian saat pergerakan peralatan. Kendati demikian, pengaturan langkah di area terbatas tetap diarahkan agar penyebaran dapat dicegah, lalu dilanjutkan dengan pendinginan dan pemeriksaan ulang sampai dinyatakan seluruh titik api telah padam.

Setelah pemadaman dinyatakan selesai, hasil penelusuran lapangan menunjukkan tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka. Meski penanganan sudah tuntas, pihak terkait tetap melanjutkan proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran dan memastikan rangkaian kejadian dapat dipahami secara utuh.