Hukum & Kriminal

Twana Jamal Khdir, penyelundup manusia yang disorot BBC, ditangkap dan didakwa pelanggaran imigrasi

×

Twana Jamal Khdir, penyelundup manusia yang disorot BBC, ditangkap dan didakwa pelanggaran imigrasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: People smuggler exposed by BBC investigation arrested and charged

jurnalistik.co.id – Seorang penyelundup manusia yang sebelumnya pernah menjalani hukuman di Prancis kini berhadapan dengan proses hukum di Inggris. Twana Jamal Khdir ditangkap dan didakwa terkait pelanggaran imigrasi setelah sebelumnya menjadi sorotan dalam investigasi BBC.

Khdir adalah warga negara Irak. Ia pernah disebut sebagai “the godfather” dari kamp-kamp migran di Prancis, dan pada periode sebelumnya telah menjalani masa pidana atas kasus penyelundupan manusia.

BBC melaporkan bulan lalu bahwa Khdir tinggal di Inggris. Setelah informasi tersebut, ia kemudian ditangkap dalam operasi bersama yang melibatkan tim penyelidikan keuangan kriminal di wilayah Midlands, dengan dukungan Kepolisian Leicestershire.

Menurut keterangan yang disampaikan, penangkapan dilakukan pada Selasa di dekat Uppingham. Dalam proses itu, operasi dipimpin oleh Midlands Criminal Financial Investigations team, sementara Leicestershire Police turut memberi dukungan.

Khdir selanjutnya didakwa oleh Crown Prosecution Service. Ia menghadiri persidangan di Leicester Magistrates’ Court pada Rabu, dan di sidang tersebut jaksa membacakan perkara terkait masuk ke wilayah Inggris serta dugaan upaya memperoleh izin tinggal.

Dalam persidangan, Khdir mengaku bersalah atas dakwaan memasuki Inggris tanpa izin masuk yang sah. Namun, ia tidak mengaku bersalah atas dakwaan lain, yaitu upaya untuk memperoleh leave to enter atau leave to remain dengan cara-cara yang menipu.

Setelah pembacaan dakwaan dan pengakuan tersebut, Khdir ditahan. Ia dijadwalkan untuk kembali menjalani persidangan di Leicester Crown Court pada 5 Oktober.

Kasus Khdir di masa lalu terkait penyelundupan manusia pernah berakhir dengan hukuman penjara selama lima tahun di Prancis pada tahun 2016. Pihak berwenang di Prancis menggambarkannya sebagai salah satu penyelundup manusia paling sukses yang pernah tertangkap.

Jaksa dalam perkara sebelumnya juga menyebutkan bahwa Khdir, seorang Kurdi Irak, berusia 36 tahun pada saat itu, mampu memperoleh penghasilan hingga £100.000 per minggu. Uang tersebut disebut berasal dari kegiatan memindahkan imigran ilegal menyeberangi Selat Inggris.

Jadwal lanjutan di pengadilan

Dengan status penahanan saat ini, fokus perkara berikutnya akan berada pada tahap persidangan di Leicester Crown Court. Sidang yang dijadwalkan pada 5 Oktober akan menjadi langkah lanjutan dalam proses hukum atas dakwaan pelanggaran imigrasi yang dialamatkan kepada Khdir.

Pengakuan bersalah yang disampaikan di hadapan pengadilan menjadi salah satu titik penentu dalam proses ini. Sementara itu, dakwaan yang berkaitan dengan upaya memperoleh leave to enter atau leave to remain dengan cara-cara menipu tetap diproses terpisah, sehingga Khdir harus menghadapi tahapan persidangan berikutnya di tingkat Crown Court.

Rangkaian penegakan hukum bermula dari laporan BBC yang menyebut Khdir berada di Inggris. Setelah informasi itu, pihak berwenang menjalankan operasi penangkapan yang menyasar lokasi di sekitar Uppingham, dengan pengarahan dari tim Midlands Criminal Financial Investigations dan dukungan Kepolisian Leicestershire.

Dalam keterangan perkara, penahanan setelah persidangan sebelumnya juga menunjukkan bahwa proses tidak berhenti pada agenda penetapan dakwaan. Dengan jadwal yang ditetapkan pada 5 Oktober di Leicester Crown Court, fokus akan bergeser ke pemeriksaan perkara secara lebih lanjut terhadap dakwaan yang belum diakui bersalah oleh Khdir.

Catatan putusan Khdir di Prancis turut menjadi bagian dari gambaran kronologi kasusnya. Pada 2016, ia dijatuhi hukuman penjara lima tahun, dan pihak berwenang di sana menggambarkannya sebagai penyelundup manusia yang sangat berpengaruh. Di perkara terdahulu, jaksa juga menyebut kemampuan Khdir menghasilkan hingga £100.000 per minggu dari aktivitas memindahkan imigran ilegal menyeberangi Selat Inggris.