Pendidikan

4 Manfaat Mangga, Namun Jangan Dimakan Bareng Seblak dan Sajian Ini

×

4 Manfaat Mangga, Namun Jangan Dimakan Bareng Seblak dan Sajian Ini

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ini 4 Manfaat Mangga, Tapi Pantang Dimakan Bersamaan Seblak Cs

jurnalistik.co.id – Mangga (Mangifera Indica L.) termasuk buah tropis yang paling mudah ditemui di Indonesia, terutama pada periode Oktober hingga Desember. Di balik kesegarannya, buah ini kerap disebut sebagai “buah super” karena menyimpan nutrisi yang sangat esensial bagi tubuh.

Mengutip Beautinesia, CNN, dan Vietnam.vn, pada praktiknya konsumsi mangga memberikan dampak positif bagi kesehatan. Namun, buah yang nikmat ini tetap memiliki aturan terkait cara makan dan kondisi medis tertentu yang sebaiknya menjadi perhatian.

Berikut rangkuman 4 manfaat utama mangga sekaligus pantangan yang perlu dipatuhi agar manfaatnya lebih terasa dan risikonya tidak meningkat.

Mengontrol gula darah

Meski dikenal manis, mangga disebut dapat membantu mengontrol gula darah pada orang yang berisiko diabetes. Ahli gizi Scott Keatley menjelaskan bahwa proses gula dari mangga masuk ke aliran darah berlangsung berbeda dibanding camilan olahan.

Menurut Keatley, “Sekitar 13 gram gula dari mangga langsung masuk ke dalam darah, sementara sebagian besar dari sisanya disaring terlebih dahulu oleh hati.” Ia menambahkan, “Jadi, hanya sebagian yang langsung masuk dalam sirkulasi.”

Keadaan ini turut didukung serat, air, dan polifenol yang berperan meredam lonjakan glukosa setelah dikonsumsi.

Mendukung kekebalan tubuh dan kulit

Vitamin C pada mangga berperan sentral dalam fungsi kekebalan tubuh dan pembentukan kolagen. Buah manis ini juga mengandung beta-karoten yang kemudian diubah tubuh menjadi vitamin A untuk membantu kesehatan kulit secara menyeluruh.

Carly Sedlacek, ahli gizi, menyampaikan, “Kita butuh vitamin A, C, dan E untuk menjaga kesehatan kulit. Mendapatkannya dari makanan utuh seperti mangga jauh lebih baik ketimbang suplemen.”

Dengan kata lain, manfaat mangga terhadap tubuh tidak hanya bergantung pada rasa, tetapi juga pada komposisi nutrisinya.

Menjaga kelancaran pencernaan

Mangga rutin disebut membantu menjaga sistem pencernaan berkat kadar air dan serat yang tinggi. Pola makan tinggi serat juga dikenal efektif untuk mengatasi sembelit dan perut kembung.

Selain itu, konsumsi serat membantu menyeimbangkan mikrobioma bakteri baik di dalam usus.

Menghidrasi tubuh

Makan mangga segar setiap hari menjadi cara yang relatif mudah untuk menambah asupan nutrisi buah sekaligus menjaga hidrasi tubuh. Violeta Morris, ahli gizi, menuturkan bahwa mangga memiliki kandungan air sekitar 75-85%.

Dengan kadar air tersebut, mangga dinilai cocok sebagai pilihan saat musim panas yang terik karena mendukung kebutuhan cairan harian.

Hindari makan mangga bersamaan dengan menu tertentu

Berdasarkan ulasan dari CNN, ada sejumlah makanan dan minuman yang dipandang pantang bila dikonsumsi bersamaan dengan mangga. Tujuannya adalah menghindari masalah pencernaan serta lonjakan gula darah.

Yogurt disebut bisa memicu ketidakseimbangan pencernaan karena mangga cenderung menghasilkan “panas” di dalam tubuh, sementara yogurt memiliki sifat sebaliknya. Es krim juga dinilai berpotensi mengganggu kelancaran pencernaan normal karena perbedaan suhu ekstrem antara keduanya.

Untuk buah jeruk, mangga bersama jeruk disebut dapat merusak keseimbangan pH tubuh dan berdampak buruk pada lambung. Sementara itu, minuman bersoda dianggap tinggi gula sehingga mengonsumsi keduanya bersama hanya akan memicu lonjakan gula darah mendadak.

Jika Anda termasuk penyuka makanan pedas, CNN juga mengingatkan agar tidak mengombinasikan mangga dengan seblak. Perpaduan ini disebut meningkatkan panas tubuh secara drastis dan menghambat pencernaan, sehingga dinilai berbahaya bagi penderita asam lambung.

Kopi disebut tidak ideal bila dikonsumsi bersamaan karena kafein yang tinggi dinilai dapat menghambat proses penyerapan nutrisi sehat dari buah mangga. Selain itu, gorengan dengan kandungan lemak tinggi dikhawatirkan menyebabkan masalah gastrointestinal dan memperlambat pencernaan jika dipadukan dengan mangga.

Kelompok orang yang wajib menghindari mangga

Meski mangga dikenal bergizi, rilis dari Vietnam.vn menyebut adanya lima kelompok yang tidak cocok dan sebaiknya tidak mengonsumsinya secara sembarangan. Pembatasan ini disebut berkaitan dengan kondisi tubuh tertentu yang dapat memperburuk respons setelah makan mangga.

Pertama, penderita penyakit ginjal disebut perlu berhati-hati. Mangga kaya kalium yang dapat membebani ginjal, dan konsumsi berlebihan terutama bersama makanan yang “menghangatkan” disebut dapat memperburuk nefritis serta berpotensi mengancam nyawa.

Kedua, pasien diabetes juga diminta membatasi asupan. Vietnam.vn menyebut lebih dari 90% kalori mangga berasal dari glukosa dan fruktosa, sehingga penderita diabetes wajib membatasi maksimal 200-300 gram per hari dan disarankan memilih mangga hijau.

Kelompok ketiga adalah orang dengan masalah perut atau diare. Serat tinggi disebut dapat memperburuk diare, sedangkan getah dan tingginya vitamin C pada mangga matang disebut dapat memicu nyeri, refluks asam lambung, hingga pendarahan lambung.

Keempat, penderita asma disebut rentan karena komponen alergenik pada mangga dapat memicu iritasi tenggorokan, batuk parah, sesak napas, hingga serangan asma yang mengancam jiwa.

Kelima, orang yang memiliki alergi atau penyakit kulit juga disarankan untuk menghindarinya. Vietnam.vn menyebut sifat lembap-dingin mangga dapat berdampak buruk pada jerawat dan luka bernanah, serta mengingatkan bahwa penderita yang alergi terhadap urushiol pada mangga berisiko mengalami syok anafilaksis yang fatal.

Dengan memahami manfaat dan pantangan ini, konsumsi mangga bisa lebih terarah—tetap menikmati rasanya, sekaligus menjaga agar tubuh merespons dengan baik.