jurnalistik.co.id – Universitas Indonesia resmi menutup Sistem Informasi Akademik-Next Generation (SIAK-NG). Penutupan itu dilakukan pada Kamis (6/8/2026) pukul 18.00 WIB sebagai bagian dari proses migrasi ke Student Lifecycle Management (SLCM).
Bagi sebagian mahasiswa dan alumni, SIAK-NG bukan sekadar sistem administrasi. Platform tersebut selama bertahun-tahun menjadi tempat mengurus kebutuhan akademik, sekaligus ruang yang menyimpan beragam pengalaman ketika masa perkuliahan mulai berjalan.
Berakhirnya layanan SIAK-NG menyisakan cerita personal yang muncul kembali setelah pengumuman penutupan. Alumni UI mengaitkan kabar tersebut dengan momen-momen awal semester yang sering kali terasa penuh tekanan, terutama saat harus menunggu persetujuan dari pembimbing akademik.
Vitorio Mantalean, alumni Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI angkatan 2014, mengatakan penutupan SIAK-NG membuatnya teringat dinamika selama masa kuliah. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas pengalaman yang pernah ia jalani melalui platform tersebut.
“Hanya ingin mengucapkan terimakasih, selama ini sudah bikin masa-masa kuliah saya berwarna, dramatis, dan banyak dinamika,” kata Vitorio kepada Kompas.com, Jumat (7/8/2026).
Bagi Vitorio, satu bagian yang paling membekas adalah proses menunggu persetujuan Isian Rencana Studi (IRS) dari dosen pembimbing akademik. Menurutnya, tanpa persetujuan tersebut mahasiswa tidak bisa mengikuti perkuliahan pada semester yang akan berjalan.
Ia menjelaskan bahwa dosen pembimbing akademik kerap memberikan persetujuan mendekati batas akhir pengisian IRS. Kondisi ini membuat mahasiswa perlu terus melakukan komunikasi agar pengajuan cepat diproses.
“Yang paling berkesan itu nunggu IRS di-approve pembimbing akademik. Biasanya approve-nya mepet deadline, jadi kita harus chat terus dosennya supaya segera disetujui,” ujarnya.
Tekanan itu semakin terasa ketika deadline pengisian IRS makin dekat. Menjelang batas waktu, ribuan mahasiswa melakukan akses bersamaan sehingga sistem cenderung melambat dan mengganggu proses yang sedang berjalan.
Berita Terkait
Vitorio menggambarkan pengalaman ketika harus mengulang-ulang tindakan sederhana seperti menyegarkan halaman, sambil menunggu keputusan pembimbing akademik keluar. Ia menilai, lambatnya server pada periode tertentu membuat momen awal semester terasa lebih menegangkan.
“Kalau sudah mendekati deadline, server pasti penuh. Kita harus refresh berkali-kali sambil deg-degan karena kalau IRS belum di-approve, ya enggak bisa kuliah. Itu selalu jadi momen yang bikin semester baru terasa dramatis,” tutur Vitorio.
Meski demikian, cerita yang muncul dari para alumni tidak seragam. Icha Rastika, alumni Ilmu Komunikasi UI angkatan 2006, melihat penutupan SIAK-NG dari sudut pandang yang berbeda.
Icha mengatakan yang paling ia ingat justru tampilan SIAK-NG yang hampir tidak banyak berubah selama hampir dua dekade. Bagi dia, desain dan pengalaman menggunakan sistem itu menjadi semacam penanda masa kuliah yang ia jalani jauh sebelum istilah-istilah digital layanan akademik semakin beragam.
Ketika tangkapan layar SIAK-NG kembali ramai dibagikan di media sosial setelah pengumuman penutupan, Icha langsung teringat pada situasi yang pernah ia lewati. Ia menangkap kembali suasana saat mengakses sistem, memeriksa informasi akademik, dan menunggu berbagai proses persetujuan.
Di tengah perubahan platform dari SIAK-NG ke SLCM, kisah-kisah alumni ini menunjukkan bahwa transisi sistem tidak hanya menyangkut urusan teknis. Ada pengalaman nyata yang melekat pada cara mahasiswa berinteraksi dengan administrasi, termasuk ritme pekerjaan akademik di awal semester.
Penutupan SIAK-NG juga menegaskan bahwa sistem akademik yang mendukung kegiatan mahasiswa pada akhirnya akan terus berkembang. Namun, bagi pengguna lama, pergantian tersebut sekaligus memunculkan refleksi tentang momen-momen yang dulu membuat mereka cemas, menunggu, dan terus berupaya menyelesaikan langkah administrasi agar perkuliahan bisa berjalan.
Melalui dua sudut pandang berbeda dari Vitorio Mantalean dan Icha Rastika, terlihat bahwa SIAK-NG meninggalkan jejak yang berlapis. Ada yang paling mengingat ketegangan menunggu IRS disetujui hingga server melambat saat deadline mepet, tetapi ada pula yang paling merasakan kesinambungan tampilan sistem yang bertahan lama.
Dengan SIAK-NG yang kini resmi ditutup, para alumni UI membawa pulang kenangan masing-masing sambil menyesuaikan diri pada platform baru, yaitu SLCM. Meski perubahan sistem terjadi pada tingkat infrastruktur, pengalaman pengguna lama tetap menjadi bagian penting dari cerita transisi tersebut.












