jurnalistik.co.id – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie meresmikan gedung pendidikan Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTSS) Bahrul Ulum di Desa Pone, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Jumat (7/8/2026). Peresmian berlangsung bersama Bupati Gorontalo Sofyan Puhi dan Plt. Kakanwil Kemenag Mahmud Bobihu.
Rangkaian acara ditandai dengan pengguntingan pita. Dalam kesempatan tersebut, Rusli Habibie disebut sebagai sosok yang sebelumnya memimpin Gorontalo selama dua periode, sementara Idah Syahidah hadir sebagai wakil gubernur untuk menegaskan dukungan pemerintah terhadap penguatan sarana pendidikan.
Gedung yang diresmikan merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Tahun 2025. Program ini digelar melalui kerja sama kementerian PU dan Kementerian Agama, dengan sasaran bantuan untuk lima madrasah di Kabupaten Gorontalo.
Idah Syahidah menilai fasilitas baru yang dibangun memiliki kualitas yang layak untuk mendukung proses belajar mengajar. Ia menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada fisik bangunan, tetapi juga pada kompetensi para tenaga pendidik.
“Gedungnya bagus, view-nya bagus dan tentu harus dibarengi dengan kualitas guru-gurunya. Fasilitas yang diberikan oleh pemerintah ini sudah sangat memadai untuk sebuah fasilitas pendidikan,” Kata Wagub Idah saat diwawancarai usai peresmian.
Wagub juga menyebut MTSS Bahrul Ulum terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Menurutnya, perbaikan fasilitas dapat menjadi faktor pendorong minat warga sekitar untuk menyekolahkan anaknya di madrasah tersebut.
Dalam penilaian Idah Syahidah, peningkatan jumlah siswa menjadi indikator nyata bahwa fasilitas yang lebih memadai turut memperkuat daya tarik madrasah. Ia menyampaikan perkembangan yang dirasakan setelah fasilitas diperbarui.
“Tadinya siswa hanya tujuh, sepuluh sekarang sudah bertambah jadi 30. Artinya fasilitas ini menjadi penunjang ketertarikan orang tua siswa menyekolahkan anaknya di sini. Tentunya dengan bangunan yang baru diharapkan pendidikan karakter dan ahlak dapat diutamakan juga,” Pinta istri mantan Gubernur Gorontalo dua periode Rusli Habibie.
Selain menyoroti dampak terhadap antusiasme warga, Idah Syahidah menggarisbawahi arah pembinaan yang diharapkan dari fasilitas baru. Ia berharap lingkungan belajar yang lebih baik dapat ikut mendorong pendidikan karakter dan akhlak agar menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan sekolah.
Berita Terkait
PHTC 2025 dan perluasan fasilitas madrasah
Plt. Kakanwil Kemenag Gorontalo Mahmud Bobihu menjelaskan bahwa program PHTC 2025 merupakan salah satu program inisiasi Presiden Prabowo. Ia menyampaikan, pada tahun sebelumnya, program ini menyasar lima sekolah di Kabupaten Gorontalo dari total 18 sekolah se-provinsi.
Mahmud Bobihu juga menguraikan dukungan anggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan bangunan. Ia menyatakan pelaksanaan program mempertimbangkan skala fasilitas yang dikerjakan, sehingga hasilnya dapat benar-benar memenuhi fungsi pendidikan.
“Anggarannya tiga miliar, tergantung besar bangunan. Alhamdulillah ini kita lihat bersama bangunannya luar biasa dan kualitasnya kita lihat terbaik. Kita berharap bangunan ini bisa memotivasi para guru untuk mengembangkan potensinya.
PHTC di Madrasah Bahrul Ulum membangun dan merenovasi sejumlah bangunan penting yakni aula, tiga ruang kelas, ruang laboratorium komputer, ruang perpustakaan. Ada juga ruang dewan guru, ruang kepala madrasah, toilet dan renovasi masjid.
Dengan rangkaian pembangunan tersebut, madrasah memperoleh penataan ruang yang lebih lengkap untuk mendukung kegiatan akademik maupun aktivitas pendukung. Kepala madrasah dan guru diharapkan dapat lebih leluasa mengembangkan pembelajaran, sedangkan fasilitas laboratorium serta perpustakaan diharapkan memperkuat proses belajar berbasis sumber daya.
Peresmian gedung MTSS Bahrul Ulum menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan fasilitas pendidikan berjalan seiring dengan peningkatan mutu pembinaan. Baik dari sisi infrastruktur maupun dorongan penguatan peran guru, program diharapkan memberi efek jangka panjang bagi perkembangan madrasah di Desa Pone.
Bagi masyarakat setempat, hadirnya bangunan yang lebih baik juga dimaknai sebagai kesempatan memperluas akses pendidikan. Ketika jumlah siswa disebut bertambah dari kondisi sebelumnya, peresmian ini sekaligus menggambarkan bahwa perubahan fasilitas dapat berimplikasi pada meningkatnya kepercayaan orang tua terhadap madrasah.
Idah Syahidah menutup kesempatan dengan menegaskan bahwa fasilitas pemerintah semestinya dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang proses pendidikan yang bermutu. Ia berharap bangunan baru yang telah diresmikan mampu menjadi ruang tumbuhnya kegiatan belajar yang lebih terarah, termasuk dalam penguatan pendidikan karakter dan akhlak bagi para siswa.












