jurnalistik.co.id – Tingkat obesitas di Inggris telah meningkat drastis sejak 1993. Analisis terbaru menunjukkan kenaikan itu tidak hanya terjadi pada kelompok tertentu, melainkan meluas pada hampir semua segmen usia.
Lonjakan sejak 1993 dan dampaknya
Jika angka obesitas Inggris sejak 1993 tidak berubah, ada sekitar tujuh juta orang dewasa yang akan hidup tanpa kondisi tersebut. Namun, kenyataannya terdapat 14 juta orang dewasa yang diklasifikasikan sebagai obesitas.
Hasil analisis dari King’s Fund menyebutkan pada 1993, sekitar 15% populasi dewasa Inggris (usia 16 tahun ke atas) sudah mengalami obesitas. Angka itu kemudian mencapai rekor tertinggi pada 2024, yakni 30%.
Kenaikan ini juga terlihat lebih cepat pada kelompok usia muda. Pada 2024, 18% penduduk usia 16–24 tahun dikategorikan obesitas atau obesitas berat, dibandingkan hanya 6% pada 1993.
Dengan mempertimbangkan perubahan jumlah penduduk, kondisi tersebut menghasilkan sekitar satu juta anak muda yang hidup dengan obesitas di Inggris. Angka ini sekitar 700.000 lebih tinggi daripada bila tingkat obesitas sejak 1993 tidak mengalami kenaikan.
Kritik terhadap respons pemerintah
Dave Buck, senior fellow kesehatan publik di King’s Fund, menilai tren ini “clearly worrying”. Ia juga menyatakan pemerintah “talked the talk, but not sufficiently walked the walk” dalam menangani masalah obesitas.
Menurutnya, analisis tersebut memperlihatkan skala kegagalan dalam mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi “this obesity timebomb”.
Penyebab yang disebut paling berperan
Menurut analisis yang dihimpun, terdapat beberapa faktor di balik lonjakan obesitas selama tiga dekade terakhir. Perubahan pola makan serta perubahan harga makanan menjadi dua di antaranya.
Perubahan struktur pekerjaan juga disebut berpengaruh. Layanan industri—atau pekerjaan bergaya “white collar”—kini mengambil porsi lebih besar dalam ekonomi, sementara pekerjaan manufaktur tradisional dan kerja fisik “blue collar” cenderung menurun.
Akibatnya, lebih banyak orang bekerja dengan aktivitas yang cenderung sedentary. Waktu yang dihabiskan untuk duduk menjadi lebih panjang dibanding bergerak sepanjang hari.
Pada saat yang sama, harga makanan juga disebut turun sejak tahun 1990-an. Penurunan ini dipengaruhi meningkatnya persaingan antarbanyak supermarket, bersamaan dengan bertambahnya outlet makanan cepat saji dan layanan pengantaran ke rumah.
Lebih mudah mengonsumsi makanan tinggi lemak, garam, dan gula
Buck mengatakan perubahan-perubahan tersebut membuat orang “far easier to over-consume or consume in ways that add to our weight”. Ia menekankan bahwa kemudahan belanja dan pengantaran membuat makanan tinggi lemak, garam, dan gula menjadi lebih gampang diakses.
Ia menjelaskan, “With things like deliveries, it’s very easy and convenient now to click a button and you get a takeaway at your door”. Dengan pola itu, orang dinilai “so we’re making it much easier to have high fat, high salt and high sugar foods”.
Keberadaan makanan yang kurang sehat juga disebut lebih menonjol di wilayah dengan tingkat deprivation yang tinggi. Di area seperti ini, risiko obesitas juga lebih besar.
Berita Terkait
Selain ketersediaan, harga makanan turut mendorong pola konsumsi. Makanan supermarket yang kurang sehat disebut lebih murah dibanding tiga dekade sebelumnya, sementara krisis biaya hidup dalam beberapa tahun terakhir turut menambah tekanan.
Upaya kebijakan yang telah dilakukan
Obesitas dipandang sebagai faktor risiko bagi berbagai kondisi kronis. Di antaranya adalah diabetes tipe 2, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, osteoarthritis, serta beberapa jenis kanker.
Perkiraan laporan menyebutkan biaya ekonomi obesitas dan kelebihan berat badan bagi Inggris Raya sekitar ÂŁ126 miliar per tahun. Angka itu mencakup ÂŁ12 miliar untuk NHS, atau kira-kira 7% dari anggaran tahunannya.
Sejak 1992—tahun sebelum data obesitas di Inggris pertama kali dikumpulkan—telah terbit 14 strategi nasional obesitas. Meski begitu, kampanye yang mendorong percepatan penanganan menilai kemajuan berjalan terlalu lambat.
Pada masa pemerintahan Tony Blair, dilakukan pelarangan iklan junk food pada program televisi anak-anak. Meski begitu, sebagian kampanye menuntut pelarangan yang lebih luas. Pada masa Gordon Brown, setelah menjadi perdana menteri pada 2007, diluncurkan strategi untuk membalik “rising tide of obesity”.
Pemerintahan Konservatif memperkenalkan pungutan untuk minuman ringan tinggi gula di tingkat Inggris pada 2018. Kebijakan ini disebut mendorong beberapa produsen menurunkan kadar gula agar produk mereka jatuh di bawah ambang pungutan.
Dalam minggu-minggu terakhir masa jabatan David Cameron pada 2016, ia mempertimbangkan pelarangan promo “buy one get one free” untuk produk tidak sehat di supermarket, serta pembatasan iklan televisi untuk junk food dan produk lain yang tinggi gula.
Namun, gagasan Cameron tidak berlanjut, sebagian karena pandemi yang menunda rencana. Setelah itu, ketika para menteri menilai pembatasan promo semacam itu dapat dianggap tidak adil bagi belanja warga karena lonjakan inflasi, langkah tersebut kembali tidak dilanjutkan.
Langkah terbaru dan rencana lanjutan
Pada Januari tahun ini, pemerintah Partai Buruh memperkenalkan larangan iklan junk food sebelum pukul 21:00 di televisi serta pada setiap waktu di platform daring. Langkah ini disebut muncul setelah hampir satu dekade pertimbangan.
Rencana lanjutan untuk menekan penjualan makanan yang kurang sehat dinilai masih belum efektif, meski pertama kali dijanjikan pada 2024. Sebuah laporan komite terpilih juga mendorong pemerintah untuk melakukan langkah tambahan, seperti menghentikan pembukaan gerai fast food di dekat sekolah.
Obat penurun berat badan dan batasannya
Obat penurun berat badan, termasuk GLP1s, disebut makin sering digunakan untuk menangani obesitas. Di NHS, Wegovy hanya memenuhi syarat bagi orang dewasa dengan BMI minimal 35 dan setidaknya satu kondisi kesehatan terkait berat badan yang sudah ada.
Pada kasus lain, orang dengan penyakit kardiovaskular yang diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan namun belum mencapai kategori obesitas juga dapat diberikan obat tersebut. Mounjaro disebut tersedia dari klinik spesialis penurunan berat badan NHS di Inggris dan Wales sejak Maret 2025, sementara banyak orang memilih membelinya secara privat.
Selain itu, disebut ada obat harian baru yang sudah tersedia di Amerika Serikat dan bisa segera diluncurkan di Inggris. Sementara itu, Department of Health and Social Care menyatakan obat penurun berat badan hanya satu bagian dari rencana yang lebih luas.
Departemen itu menegaskan bahwa upaya menekan promosi makanan dan minuman yang kurang sehat, meningkatkan aktivitas fisik, serta mendorong pilihan makan yang lebih sehat merupakan elemen penting untuk mengatasi obesitas.
Di awal tahun ini, Chief Medical Officer Prof Sir Chris Whitty menilai akan terjadi “societal failure” jika satu-satunya jawaban obesitas adalah memberikan obat seumur hidup. Ia menyebut pelajaran dari negara lain, seperti Prancis, yang mampu menjaga tingkat obesitas tetap stabil.
Kini pertanyaan yang tersisa adalah apa yang ingin dipelajari dan bagaimana kebijakan itu diterjemahkan agar lebih efektif menghadapi masalah yang terus berkembang.












