Peristiwa

BPBD Gorontalo Redam Karhutla di Bone Pantai, Medan Sulit Tak Menghambat

×

BPBD Gorontalo Redam Karhutla di Bone Pantai, Medan Sulit Tak Menghambat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gerak Cepat BPBD Atasi Karhutla, Medan Sulit Tak Jadi Halangan

jurnalistik.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango. Penanganan dilakukan melalui kerja tim yang terkoordinasi untuk menekan api agar tidak meluas.

Satgas Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Gorontalo terus melakukan upaya pemadaman di lokasi kejadian. Fokus utama diarahkan pada pengendalian titik api serta mencegah kebakaran merembet ke area permukiman warga.

Kepala BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, menjelaskan bahwa tim penanganan telah turun langsung bersama unsur Polri, TNI, dinas kehutanan, serta dinas lingkungan hidup. Pelibatan masyarakat setempat juga menjadi bagian dari strategi di lapangan.

Menurut Rusli W. Nusi, proses pemadaman menghadapi tantangan karena kondisi medan yang jauh dan akses jalan yang tidak dapat dilalui oleh alat pemadam kebakaran. Hambatan tersebut membuat distribusi peralatan pemadaman menjadi tidak berjalan seperti biasanya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, satgas menggunakan alkon dan terpal penampung air sebagai sumber air bagi kegiatan pemadaman. Langkah ini dilakukan agar pasokan air tetap tersedia meski jalur menuju lokasi tidak memungkinkan dilalui alat pemadam.

“Kami fokus agar kebakaran hutan dan lahan tidak menyerembet ke rumah warga dan menjamin keselamatan warga,” kata Rusli W. Nusi. Pernyataan itu menegaskan prioritas penanganan pada perlindungan masyarakat di sekitar area terdampak.

Di sisi lain, Rusli juga menyampaikan bahwa penanganan tidak menutup kemungkinan akan memanfaatkan helikopter apabila diperlukan. Pertimbangan tersebut diarahkan untuk mempercepat respons serta mendukung operasional penanganan bencana sesuai kebutuhan kondisi di lapangan.

Selain upaya pemadaman, BPBD juga memastikan kesiapsiagaan dari sisi kesehatan. Tim kesehatan terus bersiaga di lokasi dan menangani permasalahan kesehatan yang dapat muncul selama karhutla berlangsung.

Rusli menjelaskan bahwa perhatian juga diberikan pada potensi gangguan pernapasan, termasuk isu ISPA. Upaya pemantauan dilakukan agar warga terdampak dapat memperoleh penanganan segera apabila mengalami keluhan terkait asap dan lingkungan yang terpapar kebakaran.

Dengan kondisi cuaca yang dapat memperparah kebakaran, BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan sembarangan. Imbauan tersebut disertai pesan agar setiap aktivitas pengelolaan lahan dilakukan tanpa mengabaikan pengawasan dan kontrol yang ketat.

Langkah pencegahan dinilai penting karena praktik pembakaran tanpa kontrol berpotensi memperluas api dan memperpanjang dampak kebakaran. BPBD menekankan bahwa pencegahan pada tahap awal akan jauh lebih efektif dibanding penanganan setelah kebakaran membesar.

Dalam operasionalnya, satgas bekerja dengan memastikan setiap perkembangan di lapangan direspons secara cepat. Upaya pemadaman diarahkan pada upaya pengendalian agar api tidak bertambah besar, sekaligus menjaga area aman bagi warga sekitar.

Keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian yang memperkuat proses penanganan. Kolaborasi unsur aparat, instansi teknis, serta masyarakat membantu mempercepat koordinasi dan mendukung kegiatan pemadaman meskipun terdapat keterbatasan akses ke lokasi.

BPBD juga menempatkan keselamatan sebagai elemen yang tidak terpisahkan dari respons bencana. Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, risiko penyebaran api, serta kebutuhan perlindungan bagi warga dan personel yang terlibat.

Seiring berlangsungnya penanganan, satgas tetap memusatkan perhatian pada pengendalian karhutla agar tidak menyerembet ke lingkungan hunian. Langkah-langkah yang dilakukan, termasuk penggunaan alkon dan terpal penampung air, menjadi upaya praktis untuk menjaga operasi pemadaman tetap berjalan.

BPBD Provinsi Gorontalo berharap imbauan kepada masyarakat dapat dipatuhi, terutama terkait larangan membakar lahan tanpa pengawasan. Dengan kepatuhan tersebut, risiko kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan sehingga keselamatan warga tetap terjaga.