jurnalistik.co.id – Personel Polsek Kawasan Pelabuhan Gorontalo melakukan pengamanan saat kapal penyeberangan KMP Moinit bersandar di Pelabuhan Feri Penyeberangan Gorontalo pada Sabtu (10/10/2026).
Pengamanan dimulai pada pukul 06.00 WITA dan difokuskan pada kelancaran kedatangan penumpang sekaligus proses bongkar muat di area pelabuhan.
Untuk menjalankan kegiatan tersebut, terdapat tiga personel yang ditugaskan, yaitu Aipda Arman Ibrahim, Brigpol Shandy G. Dunggio, serta Brigpol Faliant Usman Koem.
Rute dan waktu kedatangan
KMP Moinit datang dari Pelabuhan Pagimana menuju Pelabuhan Feri Penyeberangan Gorontalo. Selama sandar, personel melakukan pengawasan langsung terhadap aktivitas di lokasi.
Langkah ini dilakukan agar arus penumpang berjalan tertib dan proses operasional pelabuhan berlangsung aman, tanpa mengganggu kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa feri.
Komposisi penumpang yang tiba
Berdasarkan data yang dilaporkan, jumlah penumpang yang tiba mencapai 122 orang. Dari total tersebut, sebanyak 106 penumpang merupakan pejalan kaki.
Sementara itu, 16 penumpang lainnya berada di dalam kendaraan yang ikut menyeberang bersama kapal.
Muatan kendaraan dan barang lepas
Kapal penyeberangan tersebut juga membawa sejumlah kendaraan serta barang angkutan lepas. Barang yang tercatat antara lain ikan, beras, buah naga, dan kemiri.
Total barang lepas yang diangkut mencapai 14,8 ton. Di luar itu, terdapat pula muatan dalam kendaraan dengan total 40 ton berupa beras dan kelapa.
Berita Terkait
Pemantauan untuk menjaga ketertiban
Selama kegiatan berlangsung, personel melakukan pemantauan di area pelabuhan. Pemantauan tersebut bertujuan menjaga ketertiban serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang mungkin muncul selama proses sandar.
Dengan pengawasan tersebut, aktivitas di pelabuhan diarahkan agar tetap berjalan lancar, termasuk pada tahapan penanganan penumpang dan kegiatan operasional terkait bongkar muat.
Keterangan resmi
Dalam keterangan yang disampaikan, pihak kepolisian menegaskan komitmennya dalam pelayanan keamanan di kawasan pelabuhan. “Kami berkomitmen memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa penyeberangan agar aktivitas di kawasan pelabuhan berjalan aman, tertib, dan lancar,” demikian pernyataan terkait pelaksanaan pengamanan tersebut.
Pengamanan berakhir
Kegiatan pengamanan kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.00 WITA. Setelah rangkaian proses kedatangan dan aktivitas di pelabuhan selesai, situasi keseluruhan disebut terpantau aman.
Secara keseluruhan, Pelabuhan Feri Penyeberangan Gorontalo dilaporkan dalam kondisi terkendali, lancar, serta menunjukkan suasana yang kondusif selama pengamanan berlangsung.
Selama penugasan, ketiga personel tersebut mengatur pengawasan di sekitar area sandar kapal dan titik-titik yang terkait dengan pergerakan penumpang maupun proses bongkar muat. Pengaturan dilakukan dengan menyesuaikan ritme operasional pelabuhan agar tidak terjadi penumpukan maupun hambatan di lapangan.
Personel juga menempatkan perhatian pada keteraturan arus masuk penumpang yang turun dari kapal dan pengaturan aktivitas di sekitar kendaraan yang ikut menyeberang. Dengan begitu, proses layanan feri yang berlangsung pada jam pengamanan dapat berjalan sesuai alur, termasuk saat tahap penanganan barang berlangsung.
Selain mengawasi keberangkatan dan kedatangan penumpang, pengamanan turut mencakup pemantauan terhadap distribusi muatan. Pada laporan disebutkan terdapat 14,8 ton barang angkutan lepas seperti ikan, beras, buah naga, serta kemiri, sementara muatan dalam kendaraan mencapai 40 ton berupa beras dan kelapa. Pengawasan dilakukan agar tahapan penanganan barang tidak menimbulkan gangguan di area pelabuhan.
Menjelang berakhirnya kegiatan, personel terus memantau situasi hingga seluruh rangkaian proses di pelabuhan selesai sesuai jadwal. Setelah pengamanan dinyatakan berakhir pada pukul 07.00 WITA, situasi dilaporkan tetap terpantau aman serta kondusif, dengan aktivitas pelabuhan yang berlangsung lancar dan tertib.












