Peristiwa

Personel Polsek Kawasan Pelabuhan Gorontalo Amankan Keberangkatan KMP Tuna Tomini ke Wakai-Ampana pada Jumat (9/10/2026)

×

Personel Polsek Kawasan Pelabuhan Gorontalo Amankan Keberangkatan KMP Tuna Tomini ke Wakai-Ampana pada Jumat (9/10/2026)

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Polsek Kawasan Pelabuhan Gorontalo Amankan Keberangkatan KMP Tuna Tomini Menuju Wakai-Ampana

jurnalistik.co.id – Personel Polsek Kawasan Pelabuhan Gorontalo melaksanakan pengamanan keberangkatan kapal KMP Tuna Tomini dari Pelabuhan Feri Penyeberangan Gorontalo menuju Pelabuhan Wakai-Ampana pada Jumat (9/10/2026).

Pelaksanaan pengamanan dimulai sekitar pukul 14.00 WITA. Dalam kegiatan tersebut, kepolisian menurunkan tiga personel untuk memastikan proses keberangkatan berjalan dengan tertib.

Adapun personel yang bertugas adalah Aipda Arman Ibrahim, Brigpol Shandy G. Dunggio, serta Brigpol Faliant Usman Koem. Kehadiran mereka difokuskan pada pengawasan di area pelabuhan selama tahap keberangkatan berlangsung.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan sekaligus kelancaran aktivitas di kawasan pelabuhan. Pengamanan diarahkan agar pergerakan penumpang, kendaraan, dan barang muatan tidak menimbulkan gangguan yang dapat menghambat keberangkatan.

Berdasarkan laporan pelaksanaan pengamanan, KMP Tuna Tomini berangkat dengan total 98 penumpang. Rinciannya, 91 penumpang merupakan pejalan kaki, sedangkan tujuh lainnya berada di dalam kendaraan yang diangkut kapal.

Selain penumpang, kapal juga membawa kendaraan dengan komposisi tertentu. Tercatat ada empat unit kendaraan golongan II dan tiga unit kendaraan golongan VB yang ikut dalam perjalanan tersebut.

Muatan barang lepas yang dibawa kapal mencapai 33 ton. Jenis barang yang disebutkan meliputi gula, sayuran, semen, air minum dalam kemasan, serta barang campuran.

Di dalam kendaraan, terdapat pula muatan batu pecah dengan jumlah 22 ton. Pengawasan selama proses keberangkatan turut mencakup pengecekan dan antisipasi agar pengaturan muatan berjalan sesuai ketentuan.

Selama kegiatan berlangsung, personel melakukan pemantauan di sekitar titik keberangkatan. Langkah ini bertujuan menjaga ketertiban di pelabuhan dan memastikan tidak ada kendala yang memengaruhi kelancaran antrean atau pergerakan.

Polsek Kawasan Pelabuhan Gorontalo menekankan bahwa pengamanan dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat pengguna jasa penyeberangan. Pelayanan yang diberikan diarahkan agar seluruh tahapan keberangkatan dapat berjalan dengan baik.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat pengguna jasa penyeberangan agar aktivitas di kawasan pelabuhan berlangsung aman, tertib, dan lancar,” demikian keterangan yang disampaikan terkait pelaksanaan pengamanan.

Kegiatan pengamanan kemudian berakhir pada pukul 17.00 WITA. Setelah rangkaian pemantauan selesai, situasi selama proses keberangkatan dilaporkan berada dalam kondisi aman, lancar, dan terkendali.

Dengan selesainya pengamanan pada waktu yang telah ditetapkan, personel memastikan bahwa proses keberangkatan kapal berjalan sesuai tujuan. Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada gangguan berarti yang menghambat perjalanan KMP Tuna Tomini menuju Wakai-Ampana.

Melalui pengawasan yang terstruktur, pihak kepolisian berupaya memastikan pelaksanaan keberangkatan tetap tertib sejak awal hingga kapal berangkat. Kondisi pelabuhan selama kegiatan juga dilaporkan mendukung kelancaran aktivitas penyeberangan pada hari tersebut.

Dalam rangkaian pelaksanaan, personel memusatkan perhatian pada kelancaran proses keberangkatan dari pelabuhan hingga kapal benar-benar lepas. Pengawasan diarahkan agar alur di area pelabuhan tetap teratur, sehingga aktivitas penyeberangan tidak tersendat akibat kepadatan atau pergerakan yang tidak sesuai.

Selama waktu pengamanan yang dimulai sekitar pukul 14.00 WITA hingga berakhir pada pukul 17.00 WITA, pemantauan dilakukan secara berkesinambungan di sekitar titik keberangkatan. Langkah ini membantu menjaga konsistensi pelaksanaan sejak tahap awal sampai kapal berangkat, sekaligus memastikan situasi tetap terkendali.

Upaya pengamanan juga disesuaikan dengan komposisi penumpang dan muatan yang dibawa KMP Tuna Tomini. Kapal berangkat membawa 98 penumpang, dengan rincian 91 pejalan kaki serta tujuh penumpang berada di kendaraan, termasuk kendaraan golongan II sebanyak empat unit dan golongan VB sebanyak tiga unit.

Selain itu, pengawasan turut mempertimbangkan kebutuhan penanganan barang yang dibawa, termasuk muatan barang lepas yang mencapai 33 ton serta batu pecah sebanyak 22 ton yang berada di dalam kendaraan. Dengan memperhatikan aspek penumpang dan muatan tersebut, situasi pelabuhan dilaporkan mendukung keberangkatan berjalan aman dan lancar.