Peristiwa

Patko Siang Dit Samapta Polda Gorontalo Sterilkan Gereja untuk Ibadah Minggu di Kota Gorontalo

×

Patko Siang Dit Samapta Polda Gorontalo Sterilkan Gereja untuk Ibadah Minggu di Kota Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Jamin Kekhusyukan Ibadah Minggu, Dit Samapta Polda Gorontalo Sterilkan dan Amankan Gereja di Kota Gorontalo

jurnalistik.co.id – Direktorat Samapta Polda Gorontalo menurunkan Tim Patroli Kota (Patko Siang) untuk mengawal ibadah Minggu di sejumlah rumah ibadah Kota Gorontalo. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 11/10/2026, sejak pukul 08.00 WITA.

Langkah pengamanan dilakukan oleh personel terlatih Direktorat Samapta melalui patroli menggunakan Kendaraan Bermotor R2 Patroli. Pengawalan tersebut bertujuan memastikan kenyamanan serta menghadirkan rasa aman bagi umat Kristiani yang sedang beribadah.

Patroli menyasar empat lokasi ibadah di Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo. Keempatnya meliputi GPIG Imanuel dan Gereja Eklesia yang berada di Kelurahan Tenda, serta GPIG Sentrum dan Gereja City Harvest Church juga di Kelurahan Tenda.

Selain memastikan situasi tetap terkendali di sekitar area ibadah, personel juga melakukan koordinasi proaktif dengan petugas pengamanan internal (security) di masing-masing gereja. Koordinasi ini dilakukan agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terkait langkah antisipasi selama kegiatan berlangsung.

Personel kemudian menyampaikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada pengurus gereja. Imbauan tersebut menekankan agar pengurus tetap waspada dan segera melaporkan bila ditemukan potensi gangguan keamanan kepada pihak kepolisian.

Dalam upaya menjaga kelancaran arus kendaraan, Patko Siang juga turut mendukung pengaturan lalu lintas di depan lokasi ibadah. Pengaturan dilakukan pada saat jamaah datang dan kembali setelah ibadah selesai.

Dukungan di bidang lalu lintas tersebut diarahkan untuk mencegah kemacetan di sekitar titik kegiatan. Dengan begitu, aktivitas ibadah dapat berjalan tanpa hambatan berarti bagi jamaah maupun pengguna jalan lainnya.

Direktur Samapta Polda Gorontalo, Kombes Pol. Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.I.K., menyampaikan bahwa pengamanan gereja merupakan bagian dari agenda rutin pelayanan kepolisian. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wujud pemeliharaan toleransi antarumat beragama serta menjaga kondisi wilayah tetap kondusif.

“Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan jaminan keamanan kepada seluruh masyarakat. Kami ingin memastikan setiap warga dapat beribadah dengan tenang, aman, dan khusyuk,” ungkap Direktur Samapta Polda Gorontalo.

Melalui penugasan personel Patko Siang, proses pengawalan dan sterilisasi di empat rumah ibadah dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan selama rangkaian ibadah berlangsung. Pengamanan juga tetap diarahkan untuk mendukung suasana yang tertib di lokasi-lokasi ibadah yang menjadi sasaran.

Hingga seluruh rangkaian kegiatan ibadah Minggu di keempat gereja selesai dilaksanakan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di lokasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Dengan demikian, pelaksanaan ibadah dapat berjalan dengan suasana yang tertib serta nyaman bagi para jamaah.

Pengamanan yang dilakukan melalui Patko Siang tidak hanya hadir secara fisik di sekitar titik ibadah, tetapi juga diatur agar berjalan terukur selama rangkaian ibadah berlangsung. Personel mengantisipasi kebutuhan pengawalan pada setiap fase, mulai dari kedatangan jamaah hingga saat kegiatan selesai, sehingga setiap pergerakan di area gereja tetap tertib dan terkendali. Dengan pendekatan tersebut, proses pemantauan dapat berlangsung konsisten di empat lokasi yang menjadi sasaran patroli.

Selain memastikan aspek keamanan di lingkungan rumah ibadah, personel juga memperkuat koordinasi dengan pihak pengamanan internal masing-masing gereja. Melalui pertemuan dan komunikasi langsung, seluruh pihak memperoleh kesamaan pemahaman mengenai langkah antisipasi yang perlu dijalankan selama kegiatan. Imbauan kamtibmas kepada pengurus kemudian menjadi bagian penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan mendorong pelaporan cepat apabila muncul potensi gangguan. Pada saat yang sama, dukungan di bidang lalu lintas diarahkan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan agar tidak mengganggu kenyamanan ibadah, selaras dengan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan menjaga kondisi wilayah tetap kondusif.