jurnalistik.co.id – Kemi Badenoch tiba di konferensi Partai Konservatif di Birmingham akhir pekan ini dengan keyakinan bahwa partainya harus siap menghadapi kemungkinan pemilu lebih awal, sekaligus menegaskan arah kebijakan yang akan dipusatkan pada ekonomi dan kesejahteraan.
Dalam konferensi yang menjadi ajang penentu momentum sejak ia memimpin partai, Badenoch akan menyampaikan dua pidato—masing-masing pada Minggu dan Rabu—dengan pesan yang dibangun di atas pengumuman yang telah ia sampaikan dalam dua pekan terakhir terkait pemotongan tunjangan bagi pengangguran jangka panjang.
Konferensi Konservatif kali ini memakai slogan “Stronger economy, stronger country”. Partai menilai, slogan tersebut bukan sekadar slogan kampanye, melainkan kerangka untuk menjawab tantangan politik yang dinilai semakin mendesak.
Meski Konservatif kini mulai melihat Badenoch sebagai aset pemilu, mereka tetap menghadapi ancaman yang dianggap bersifat eksistensial dari Reform UK. Selain itu, partai juga harus menyusun ulang strategi untuk menghadapi perdana menteri baru, Andy Burnham.
Menurut penilaian internal Konservatif, fokus pada ekonomi menjadi jawaban bagi dua persoalan tersebut sekaligus. Dengan demikian, perang gagasan tidak hanya diarahkan pada siapa yang memimpin, tetapi pada pilihan kebijakan yang dianggap paling menentukan kesejahteraan warga.
Welfare atau belanja tunjangan dipandang sebagai medan pertempuran utama dalam garis besar pertarungan dengan Partai Buruh. Konservatif bahkan menilai pembahasan tentang tunjangan kini kembali menguat sebagai isu inti yang akan menentukan narasi kampanye.
Selama konferensi Buruh, acara itu sempat dicibir sebagai “Welfare Party Conference”. Sementara itu, terkait rencana pemotongan belanja tunjangan, Sir Keir Starmer sempat mencoba mengurangi pengeluaran kesejahteraan sebelum akhirnya menarik diri di tengah pemberontakan dari sejumlah anggota parlemen di partainya sendiri.
Kontrasnya, Burnham disebut telah menunjukkan pendekatan yang berbeda untuk menekan tagihan tunjangan jangka panjang. Ia menekankan pengurangan beban belanja melalui investasi yang lebih bersifat awal—dukungan yang ditujukan bagi mereka yang berada di luar pekerjaan.
Perbedaan ideologis itu disebut tidak hanya disadari, tetapi juga diterima secara terbuka oleh kedua kubu politik. Seorang strategis Konservatif bahkan menyatakan, “The differences between the parties have been quite muddled for a while.” Ia menambahkan, “Now that Burnham is prime minister we have a more traditional left-right split.”
Langkah Badenoch juga digambarkan akan memperkuat pembagian kiri-kanan yang lebih “tradisional” itu dalam beberapa agenda ke depan, termasuk soal pensiun.
Badenoch akan merangkul kebijakan triple-lock untuk pensiun negara. Skema ini, sebagaimana dijelaskan dalam rujukan kebijakan Konservatif, menjamin kenaikan pensiun negara setiap tahun dengan mengikuti salah satu dari tiga acuan: inflasi, kenaikan upah, atau 2,5%—mana pun yang paling tinggi.
Dalam pidatonya, Badenoch akan menegaskan bahwa Konservatif tetap mendukung triple-lock dalam bentuk yang berlaku saat ini. Pernyataan itu sekaligus memutus jarak dengan sejumlah think tank dan pakar kebijakan yang dinilai umumnya cenderung mendukung langkah Badenoch mengikuti arahan Burnham.
Burnham sendiri, dalam pidato konferensi pada Selasa, menyampaikan rencana untuk mengakhiri triple-lock yang ada mulai tahun 2030. Kenaikan pensiun negara nantinya minimal mengikuti inflasi atau 2,5%, tetapi tidak lagi ada tautan otomatis tahunan dengan rata-rata kenaikan upah.
Konservatif berharap, penajaman perbedaan kiri-kanan yang makin jelas dapat menempatkan Reform UK dalam posisi yang tidak menguntungkan secara strategis—seolah terjepit di spektrum yang lebih sulit untuk dimanfaatkan.
Berita Terkait
Dalam penilaian setahun sebelumnya, sejumlah tokoh Konservatif senior sempat khawatir Reform akan mengambil alih peran sebagai partai utama dari spektrum kanan. Namun kini mereka terlihat lebih optimistis, dengan menyebut bahwa partai pimpinan Nigel Farage mengalami “slide” yang tak terbendung.
Optimisme itu dikaitkan dengan kendala yang dihadapi Reform, termasuk kesulitan terkait hadiah Nigel Farage sebesar ÂŁ5 juta dari Christopher Harborne, serta dampak lanjutan yang mencakup penyelidikan kepolisian setelah investigasi Channel 4 News.
Seorang anggota parlemen (MP) mengungkapkan, “I find more and more voters raise concerns about Reform with me – people who weren’t previously giving us the time of day.” Ia melanjutkan, “These are successful people with big garages and good jobs who do not necessarily pay that much attention but want a small-c conservative government.”
MP tersebut juga menyatakan bahwa pemilih sempat bergeser, “They were switching to Reform because they were fed up with us and thought Farage was now the main option on the right.” Namun kini, menurutnya, “they are starting to come back.”
Meski demikian, tidak semua penilaian senada. Sebagian pihak lain mengingatkan bahwa Reform masih sering mencatat porsi dukungan lebih tinggi dibanding Konservatif dalam jajak pendapat. Yang dianggap lebih penting lagi, Reform disebut sudah memenangkan jauh lebih banyak suara daripada Konservatif dalam pemilu lokal maupun nasional secara beruntun pada tahun-tahun berikutnya.
Di luar persaingan antarpartai, Konservatif juga memajukan janji terkait aturan “tough love” untuk tunjangan bagi kelompok usia di bawah 25 tahun. Janji itu merujuk pada rencana pencegahan penyaluran tunjangan pengangguran jangka panjang untuk penggunaan seperti alkohol dan rokok.
Terlepas dari seberapa nyata tren pemulihan posisi Konservatif, Badenoch dinilai tidak memiliki banyak waktu menunggu. Ia telah memberi instruksi kepada timnya untuk mempersiapkan konferensi seolah-olah acara tersebut merupakan yang terakhir sebelum pemilihan umum.
Tidak semua pembantunya sepakat dengan cara pandang itu. Namun Badenoch diyakini bahwa Burnham akan menggelar pemilu dalam waktu satu tahun ke depan.
Di tingkat pimpinan partai, pertemuan perencanaan pemilu mingguan disebut mulai digelar segera setelah Burnham menggantikan Starmer. Sementara itu, Neil O’Brien—anggota dari kabinet bayangan Badenoch—dikatakan telah mulai bekerja pada rancangan manifesto bersama kepala kebijakan partai.
Manifesto yang disiapkan itu dimaksudkan sebagai rangkaian janji yang lebih ringkas dibanding manifesto tradisional yang biasanya panjang dan melebar.
Konservatif juga berencana menghadirkan wajah-wajah baru pada konferensi. Mereka adalah kandidat-kandidat yang mendaftar untuk bertarung pada pemilu berikutnya.
Sikap Badenoch terhadap sejumlah mantan anggota parlemen yang kehilangan kursi pada 2024—ada yang ia bersikap ambivalen, ada pula yang ditolak—memunculkan kontroversi. Sorotan khusus diarahkan pada figur-figur yang berprofil tinggi, termasuk Grant Shapps dan Penny Mordaunt.
Pendukung Badenoch menilai kritik tersebut tidak mengubah arah. Mereka berargumen bahwa partai “needs to show we have changed”.
Bagi Badenoch dan baris pendukungnya, perubahan memang sudah tampak sejak tahun lalu. Namun, tantangan berikutnya justru terletak pada langkah yang harus dibuktikan menjelang pemilu, bukan sekadar narasi bahwa “telah berubah”.












