jurnalistik.co.id – Jembatan pada ruas jalan Sitangkai–Tanjung Ampalu yang menghubungkan Kabupaten Tanah Datar dengan Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, ditutup total setelah mengalami kerusakan serius dan terancam ambruk. Penutupan dilakukan sejak Kamis (21/5/2026) setelah ditemukan retakan besar pada bagian bawah jembatan serta penurunan badan jalan di kedua sisi aksesnya.
Kondisi tersebut membuat jalur penghubung itu tidak lagi aman dilalui kendaraan. Pemeriksaan di lapangan menunjukkan struktur jembatan mengalami gangguan yang cukup mengkhawatirkan, terutama pada bagian abutmen bawah yang menjadi penopang utama.
Kepala Dinas PUPRP Tanah Datar, Mustika Suarman, mengatakan hasil pengecekan menunjukkan adanya penurunan di sisi kiri dan kanan badan jalan di sekitar jembatan. Ia juga menyebut retakan pada bagian bawah struktur sudah tergolong besar dan perlu penanganan serius.
“Ditemukan adanya penurunan pada bagian kiri dan kanan badan jalan di sekitar jembatan. Selain itu, terdapat retakan cukup besar pada bagian abutmen bawah jembatan,” ujar Mustika, Jumat (22/5/2026).
Menurut dia, kondisi itu tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi membahayakan pengguna jalan apabila jembatan tetap dipaksa dilalui. Risiko kerusakan yang lebih parah dinilai sangat mungkin terjadi jika lalu lintas dibiarkan berjalan seperti biasa.
“Kondisi retakan pada bagian abutmen bawah cukup mengkhawatirkan dan berpotensi menyebabkan jembatan putus atau tidak dapat dilalui kendaraan apabila tetap dipaksakan digunakan,” katanya.
Karena alasan keselamatan, arus lalu lintas di ruas jalan provinsi tersebut sementara dialihkan melalui jalur Pasar Tigo Jangko–Koto Panjang–Kumanih. Pengalihan ini diberlakukan agar kendaraan tidak melintas di titik yang dinilai rawan dan untuk mencegah kecelakaan.
Penutupan akses itu dilakukan setelah UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah V berkoordinasi dengan aparat keamanan serta pemerintah nagari setempat. Dari hasil koordinasi tersebut, diputuskan bahwa akses jalan di ruas Sitangkai–Tanjung Ampalu ditutup total bagi seluruh kendaraan.
“Dari hasil koordinasi bersama, diputuskan bahwa akses jalan pada ruas Sitangkai–Tanjung Ampalu ditutup total untuk seluruh kendaraan mulai Kamis, 21 Mei 2026 hingga waktu yang belum ditentukan,” ujar Mustika.
Hingga kini, penutupan masih berlaku sambil menunggu kajian teknis dan analisa yang lebih mendalam terhadap kondisi struktur jembatan. Pemerintah belum menyebutkan kapan akses itu bisa dibuka kembali karena keputusan lanjutan akan bergantung pada hasil pemeriksaan tersebut.
Jembatan ini merupakan salah satu akses penghubung penting antara Tanah Datar dan Sijunjung. Selain dimanfaatkan warga setempat, jalur tersebut juga kerap dilalui kendaraan distribusi barang, sehingga penutupannya berdampak pada mobilitas masyarakat di dua wilayah tersebut.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar mematuhi pengalihan arus lalu lintas yang sudah ditetapkan. Kepatuhan pengguna jalan dinilai penting untuk menghindari risiko kecelakaan sekaligus memberi ruang bagi proses penanganan jembatan yang sedang dilakukan.
Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi terkait penanganan jembatan tersebut. Selama proses kajian berlangsung, jalur pengganti menjadi pilihan utama agar aktivitas perjalanan tetap bisa berjalan tanpa melewati area yang terancam ambruk.
Jembatan pada ruas jalan Sitangkai–Tanjung Ampalu yang menghubungkan Kabupaten Tanah Datar dengan Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, ditutup total setelah mengalami kerusakan serius dan terancam ambruk. Penutupan dilakukan sejak Kamis (21/5/2026) setelah ditemukan retakan besar pada bagian bawah jembatan serta penurunan badan jalan di kedua sisi aksesnya.
Kondisi tersebut membuat jalur penghubung itu tidak lagi aman dilalui kendaraan. Pemeriksaan di lapangan menunjukkan struktur jembatan mengalami gangguan yang cukup mengkhawatirkan, terutama pada bagian abutmen bawah yang menjadi penopang utama.








