jurnalistik.co.id – BOGOR — Malam itu, Saeful (27) sama sekali tidak menaruh curiga ketika dua pria tak dikenal datang ke pangkalan ojeknya di Kampung Babakan Ace, Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor. Mereka meminta diantar ke lokasi tujuan, sebuah permintaan yang pada awalnya tampak biasa bagi seorang tukang ojek pangkalan.
Namun, perjalanan yang dimulai tanpa tanda-tanda mencurigakan itu berubah menjadi situasi berbahaya. Salah satu pria yang kemudian diketahui bernama Joni diduga bukan penumpang biasa, melainkan begal yang menyamar agar bisa menjebak Saeful di jalan sepi.
Kapolsek Cariu Kompol Agus Hidayat mengatakan, peristiwa itu melibatkan duel antara korban dan pelaku di jalur gelap di pinggir sawah. Menurut dia, bentrokan terjadi setelah pelaku menjalankan aksinya di tengah perjalanan.
“Korban ( ojek pangkalan ) itu namanya Saeful, sedangkan pelaku (begal) yang menyamar jadi penumpang namanya Joni, saat itu memang terjadi perkelahian,” kata Agus saat dihubungi, Jumat (22/5/2026).
Kejadian bermula ketika Saeful sedang nongkrong di warung bersama teman-teman seprofesinya pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 21.10 WIB. Tidak lama kemudian, dua pria datang menggunakan sepeda motor ke pangkalan ojek tempat Saeful mangkal, yang lokasinya tak jauh dari warung tersebut.
Saat itu, rekan yang datang bersama pelaku justru menghilang begitu saja. Tinggallah Joni yang kemudian menghampiri Saeful sendirian dan meminta diantar ke suatu tempat yang tidak jauh dari lokasi mereka berada.
Untuk meyakinkan korban, Joni menyebut hendak menagih utang ke rumah seseorang bernama Agung. Dengan alasan itu, ia meminta Saeful mengantarnya tanpa menimbulkan kecurigaan apa pun. Saeful pun menerima permintaan itu dan berangkat membawa penumpang tersebut.
Di perjalanan, Joni duduk di belakang motor seperti penumpang pada umumnya. Situasi masih tampak normal saat keduanya melaju, hingga rute yang dipilih pelaku semakin mengarah ke jalan yang sepi, gelap, dan melewati pinggiran sawah.
Di titik itulah jebakan dijalankan. Pelaku tiba-tiba memegang setang motor dari belakang lalu menarik rem depan hingga sepeda motor yang dikendarai Saeful terjungkal. Aksi itu membuat perjalanan yang semula terlihat biasa langsung berubah menjadi perkelahian di tengah kondisi jalan yang gelap.
Saeful tidak tinggal diam. Ia melawan di tempat kejadian, sehingga duel antara korban dan pelaku tak terelakkan. Pertarungan itu berlangsung di area yang minim penerangan, dengan suasana sekitar yang sepi dan jauh dari keramaian.
Dalam situasi genting itu, teriakan Saeful memancing perhatian warga. Orang-orang yang mendengar kegaduhan kemudian datang ke lokasi dan ikut membantu menghentikan aksi pelaku. Kehadiran warga membuat Joni akhirnya bisa ditangkap di tempat.
Setelah ditangkap, pelaku juga dihajar massa yang datang ke lokasi. Warga yang semula hanya mendengar teriakan kemudian melihat langsung adanya duel antara tukang ojek dan pria yang diduga hendak melakukan begal dengan modus menyamar sebagai penumpang.
Peristiwa ini menunjukkan betapa cepat situasi bisa berubah ketika sebuah permintaan yang tampak biasa ternyata menjadi jebakan. Saeful yang malam itu menerima penumpang tanpa curiga justru harus menghadapi aksi kekerasan di jalan sepi sebelum akhirnya mendapat bantuan dari warga sekitar.
Kejadian di Cariu tersebut menambah daftar aksi kriminal dengan modus penyamaran yang menyasar pengendara di jalur lengang. Dalam kasus ini, keberanian korban melawan dan teriakan yang ia keluarkan menjadi titik balik yang membuat warga sempat datang dan menangkap pelaku di lokasi.










