jurnalistik.co.id – Kyiv kembali menjadi sasaran serangan drone Rusia selama empat hari berturut-turut, saat Moskow disebut meningkatkan tekanan pada infrastruktur vital di ibu kota Ukraina. Dalam rentetan serangan itu, Rusia meluncurkan 52 drone bertenaga jet, dan dampaknya terasa pada jembatan-jembatan utama yang menghubungkan berbagai kawasan kota.
Pada Minggu pagi, Jembatan Pivnichnyi (Utara) dilaporkan dihantam untuk hari kedua secara beruntun. Insiden tersebut membuat dua orang mengalami luka, menyusul serangan pada hari sebelumnya yang juga menargetkan area yang sama.
Sebelumnya pada pekan yang sama, Jembatan Pivdennyi (Selatan) disebut telah dihantam beberapa kali. Kedua jembatan itu menjadi sorotan karena berhubungan dengan mobilitas pasukan Ukraina, sebagaimana klaim yang disampaikan pihak Rusia dalam pernyataan mereka.
Kunjungan Friedrich Merz saat serangan berlanjut
Serangan terbaru terjadi ketika Kanselir Jerman Friedrich Merz melakukan kunjungan mendadak ke Kyiv. Kunjungan tersebut dimaksudkan sebagai dukungan di tengah invasi skala penuh Rusia yang terus berlangsung.
Dalam perkembangan yang sama, militer Rusia menyatakan akan mengintensifkan serangan terhadap Kyiv dan wilayah Ukraina lainnya. Rusia juga sebelumnya mengklaim telah menghantam kedua jembatan yang digunakan untuk memindahkan pasukan Ukraina.
Dua korban di Jembatan Pivnichnyi
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyebut dua orang terluka akibat serangan Rusia terbaru. Ia juga menyatakan bahwa bagian jalan di Jembatan Pivnichnyi merupakan area yang terkena hantaman.
Rekaman video serangan pada hari Minggu telah diverifikasi oleh BBC. Dalam video itu, mobil-mobil terlihat melaju di atas Jembatan Pivnichnyi sebelum sebuah drone menabrak jembatan dan meledak, hingga memunculkan bola api.
Kepulan asap hitam tampak membubung di atas jembatan setelah ledakan terjadi. Video serta gambar lain yang beredar di media sosial juga memperlihatkan adanya lubang menganga di tengah jalur lalu lintas pada Jembatan Pivnichnyi.
Berita Terkait
Meskipun demikian, dua jembatan yang menjadi sasaran serangan disebut masih berdiri. Namun, kerusakan yang muncul serta pembatasan lalu lintas dan layanan transportasi umum membuat aktivitas harian di beberapa bagian kota mengalami kemacetan parah.
Ikatan vital lintas sungai Dnipro
Kyiv memiliki delapan jembatan yang membentang di atas Sungai Dnipro, menghubungkan sisi barat dan timur kota. Banyak dari sekitar tiga juta penduduk ibu kota sangat bergantung pada jalur metro dan kereta api untuk bepergian melintasi kota.
Selain itu, volume kendaraan yang melewati jembatan-jembatan tersebut juga besar. Disebutkan sekitar 500.000 kendaraan melintasi jembatan-jembatan itu setiap hari, sehingga setiap gangguan pada infrastruktur kerap berdampak langsung pada pergerakan warga.
Roman, seorang warga Kyiv, menggambarkan kondisi yang ia rasakan setelah pembatasan terjadi. Ia mengatakan kepada BBC pada Minggu, “Untuk pergi dari tepi kiri ke tepi kanan dan kembali lagi—rasanya sungguh menyiksa.”
Dengan rentetan serangan yang berlangsung selama empat hari, perhatian publik tertuju pada bagaimana kebutuhan logistik dan mobilitas di Kyiv menghadapi tekanan yang datang dari drone. Klaim Rusia mengenai target infrastruktur serta peringatan untuk mengintensifkan serangan menjadi latar yang terus membayangi situasi di ibu kota.
Sementara itu, di tengah eskalasi tersebut, kunjungan Friedrich Merz ke Kyiv menegaskan dukungan politik yang berupaya menyertai ketahanan Ukraina pada masa invasi skala penuh masih berlanjut. Di saat yang sama, serangan drone—termasuk peluncuran 52 drone bertenaga jet—membuat dampak di jembatan-jembatan utama semakin sulit dihindari.
Rentang serangan empat hari itu memperjelas bahwa target Rusia tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga diarahkan pada simpul penghubung kota. Dalam laporan yang sama, serangan disebut membawa dampak berantai terhadap jembatan-jembatan utama, termasuk Jembatan Pivnichnyi yang terus mendapat hantaman, serta Jembatan Pivdennyi yang disebut telah terkena beberapa kali pada pekan tersebut.
Ketika akses antarpinggir Sungai Dnipro terganggu, aktivitas harian warga ikut tertekan karena Kyiv sangat bergantung pada jalur lintas kota untuk berpindah cepat. Dengan sekitar delapan jembatan yang menyambungkan sisi barat dan timur, gangguan sekecil apa pun pada salah satu titik perlintasan dapat meningkatkan kepadatan di rute alternatif, terlebih jika volume kendaraan harian yang melewati jembatan-jembatan itu mencapai ratusan ribu.
Rekaman yang diverifikasi BBC menggambarkan urutan sebelum ledakan terjadi: kendaraan melintasi jembatan, kemudian drone menabrak dan memicu ledakan hingga muncul kobaran api. Setelah dampak itu, asap hitam dan kerusakan fisik pada jalur lalu lintas menjadi tampak, sementara meski kedua jembatan dilaporkan masih berdiri, pembatasan transportasi menyebabkan arus pergerakan melambat dan kemacetan sulit terhindarkan.












