Teknologi

Scott Bessent: Industri AI Diminta Punya Tanggung Jawab, Soal Apa?

×

Scott Bessent: Industri AI Diminta Punya Tanggung Jawab, Soal Apa?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bessent Sebut Industri AI Harus Bertanggung Jawab, Terkait Apa? - Teknologi

jurnalistik.co.id – Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menilai seruan untuk memperlambat pengembangan kecerdasan buatan (AI) sebagai respons yang tidak disertai solusi. Dalam wawancara dengan Axios yang dikutip pada Senin (5/10/2026), ia menekankan perlunya pengawasan mandiri dari industri dan pendekatan yang lebih operasional.

Bessent menyatakan bahwa kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan memang penting. Namun, menurutnya, kekhawatiran yang mengemuka tanpa menawarkan langkah nyata tidak seharusnya dipandang sebagai kepemimpinan.

“Saya yakin kita harus siap menghadapi segala kemungkinan, tetapi di sisi lain, sikap mengkhawatirkan tanpa solusi dari sebagian komunitas AI ini bukanlah bentuk kepemimpinan,” kata Bessent kepada Axios.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya perhatian global terhadap arah pengembangan model-model AI paling canggih. Para tokoh yang sebelumnya menyampaikan peringatan menilai risikonya terus membesar dan dapat berdampak serius bagi umat manusia.

Seruan perlambatan dari komunitas AI

Di bulan September, CEO Anthropic PBC Dario Amodei, bos OpenAI Sam Altman, serta Elon Musk yang menjalankan xAI Corp menyerukan agar industri memperlambat pengembangan model-model AI berkemampuan paling tinggi. Mereka mengaitkan desakan tersebut dengan alasan risiko yang dinilai makin besar.

Sejumlah tokoh lain juga ikut menyoroti potensi konsekuensi yang mereka anggap tidak sebanding. Salah satunya Bill Gates, yang memperingatkan bahwa teknologi tersebut cukup kuat untuk menyebabkan “satu miliar kematian” dan menyerukan adanya regulasi pemerintah.

Dalam kerangka itu, Bessent menempatkan keberatan sebagai kritik terhadap cara penyampaian peringatan. Ia tidak menolak gagasan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terburuk, tetapi mempertanyakan kekosongan rencana yang konkret.

Trump menyebut peringatan itu hoaks

Respons Bessent kemudian mendapat penolakan cepat dari Presiden Donald Trump. Trump menilai peringatan yang makin mengkhawatirkan tentang risiko bagi umat manusia sebagai “hoaks”.

Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat harus terus melangkah maju demi mempertahankan kepemimpinan atas China. Pandangan tersebut, menurut laporan dalam pernyataan Bessent kepada Axios, selaras dengan sikap yang diambil pihak pemerintahan.

Dengan demikian, perdebatan yang sedang berlangsung tidak berhenti pada tingkat teknis pengembangan AI, melainkan melebar ke pilihan strategi kebijakan. Di satu sisi, ada suara yang meminta perlambatan dan regulasi yang lebih ketat. Di sisi lain, ada penekanan untuk menjaga laju kemajuan sambil mendorong mekanisme pengawasan.

Pengawasan mandiri sebagai tawaran

Menurut Bessent, solusi yang dibutuhkan tidak cukup berhenti pada peringatan. Ia menyeru agar industri melakukan pengawasan mandiri dan menghadirkan langkah-langkah yang dapat diuji serta diterapkan.

Pendekatan itu, dalam pandangannya, sekaligus menjawab kebutuhan untuk tetap siap menghadapi berbagai kemungkinan. Namun, ia menilai cara penyampaian yang hanya berisi kekhawatiran tanpa rencana tindakan akan sulit disebut sebagai kepemimpinan yang efektif.

Di saat tokoh-tokoh industri menggelontorkan sinyal perlunya pengereman pengembangan model-model paling canggih, Bessent memilih menekankan bahwa pencegahan harus diikuti dengan kontribusi praktis. Ia menyoroti pentingnya tindakan dari komunitas AI itu sendiri, bukan hanya pernyataan yang bersifat mengkhawatirkan.

Sejalan dengan itu, pernyataan Trump yang menyebut peringatan sebagai hoaks menambah lapisan politik pada diskusi. Di luar perbedaan pandangan soal risiko, kedua kubu sama-sama mengaitkan posisi mereka dengan tujuan yang lebih luas: apakah AS harus menahan laju inovasi, atau justru mempercepat langkah dengan pengawasan.

Konsekuensinya, pembahasan tentang AI pada akhirnya menjadi perdebatan tentang arah kebijakan dan bentuk tanggung jawab. Bessent menempatkan pengawasan mandiri dan solusi sebagai inti respons, sementara Trump menilai narasi risiko yang membesar tidak sepantasnya diterima tanpa pembuktian dan mempertahankan dorongan untuk tetap maju.