Teknologi

Survei: Kepercayaan terhadap Sains Meredup Pasca Pandemi Covid

×

Survei: Kepercayaan terhadap Sains Meredup Pasca Pandemi Covid

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Hasil Survei: Kepercayaan Atas Sains Pudar Pasca Pandemi Covid - Teknologi

jurnalistik.co.id – Kepercayaan publik terhadap sains terlihat melemah setelah pandemi Covid-19, dan penurunan paling tajam terjadi pada kelompok masyarakat yang lebih rentan secara finansial.

Hal itu terungkap dari Wellcome Global Monitor, sebuah survei global berskala besar mengenai sikap masyarakat terhadap sains.

Survei tersebut menilai pendapat responden di berbagai negara pada periode sebelum, selama, dan setelah pandemi.

Pada tahun 2025, sebanyak 72% responden menyatakan setidaknya memiliki sedikit kepercayaan terhadap sains.

Angka itu turun dibandingkan tahun 2020 yang mencapai 80%, serta tahun 2018 yang berada di level 77%.

Wellcome Global Monitor juga mencatat bahwa kepercayaan yang kuat terhadap para ilmuwan ikut merosot, dan posisinya kini berada di bawah tingkat yang terlihat sebelum pandemi.

Survei ini melibatkan lebih dari 140.000 orang dewasa di seluruh dunia, sehingga gambaran penurunan kepercayaan dapat dilihat secara luas lintas negara.

Penurunan tersebut menjadi perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan masyarakat ketika vaksinasi tidak lagi berada pada tingkat yang memadai.

Dalam survei yang sama, disebutkan bahwa konsekuensi potensialnya meliputi kembalinya wabah penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

Pembahasan itu muncul di tengah situasi ketika misinformasi dan teori konspirasi terus beredar, membuat respons terhadap ancaman kesehatan menjadi lebih sulit.

Selain itu, lembaga-lembaga ilmiah di beberapa negara disebut menghadapi tekanan politik yang turut memengaruhi ruang kerja mereka.

Pendanaan yang semakin meningkat tekanannya juga turut disebut sebagai faktor yang memperberat tantangan bagi institusi ilmiah.

Di Amerika Serikat, misalnya, disebutkan tengah terjadi wabah campak terparah dalam tiga dekade terakhir.

Untuk tahun ini, jumlah kasus campak mendekati 3.900, menggambarkan bagaimana penyakit yang dapat dicegah tetap bisa muncul dalam skala besar ketika perlindungan komunitas melemah.

Laporan itu juga menyoroti bahwa tingkat vaksinasi anak-anak telah turun di bawah level yang diperlukan untuk mencegah wabah di banyak komunitas.

Dengan demikian, penurunan kepercayaan terhadap sains dan ilmuwan tidak hanya dilihat sebagai perubahan sikap, tetapi juga dikaitkan dengan kondisi yang memengaruhi pencegahan penyakit.

Secara keseluruhan, temuan Wellcome Global Monitor memperlihatkan pola penurunan sejak periode sebelum pandemi hingga setelah pandemi, dengan perubahan paling mencolok pada mereka yang mengalami kesulitan finansial.

Di tengah tantangan disinformasi serta tekanan terhadap institusi ilmiah, survei ini menegaskan bahwa membangun kembali kepercayaan menjadi isu penting bagi kesehatan publik.

Dengan menurunnya persentase kepercayaan terhadap sains dan melemahnya keyakinan yang kuat pada para ilmuwan, respons terhadap ancaman kesehatan disebut menjadi semakin kompleks.

Karena itu, gambaran yang muncul dari survei global tersebut relevan untuk memahami kondisi vaksinasi dan risiko kemunculan kembali penyakit yang dapat dicegah.

Angka 72% pada 2025 yang lebih rendah dari 80% pada 2020 dan 77% pada 2018 menjadi penanda utama bahwa kepercayaan publik tidak kembali ke level sebelum pandemi.

Temuan ini sekaligus memberikan konteks bagi situasi wabah campak di AS, yang mencerminkan hubungan antara tingkat perlindungan komunitas dan penyebaran penyakit.

Perbandingan lintas waktu dalam monitor global itu menunjukkan bahwa perubahan sikap tidak berhenti setelah pandemi memasuki fase berikutnya. Meski sebagian orang masih mengaku memiliki sedikit kepercayaan, proporsi yang menaruh keyakinan kuat pada ilmuwan disebut mengalami kemunduran yang berlanjut dan terlihat lebih rendah dibandingkan kondisi sebelum krisis.

Ketika tingkat perlindungan komunitas melemah, risiko kemunculan kembali penyakit yang sebetulnya bisa dicegah menjadi lebih nyata. Dalam konteks ini, laporan juga menyoroti bahwa vaksinasi anak-anak berada di bawah ambang yang dibutuhkan di banyak komunitas, sementara di Amerika Serikat kasus campak mencapai kisaran 3.900 dan digambarkan sebagai wabah terparah dalam tiga dekade terakhir.