Bisnis & Ekonomi

IHSG Merosot di Bawah 5.000, Setara Level Pandemi Covid-19

×

IHSG Merosot di Bawah 5.000, Setara Level Pandemi Covid-19

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IHSG Jatuh di Bawah 5.000, Kembali ke Level Saat Pandemi Covid-19 - Market

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami penurunan dan kini berada di bawah level 5.000, tepatnya menyentuh 4.985 pada Jumat (30/10/2026).

Pergerakan tersebut setara dengan koreksi 108,06 poin atau turun 2,2% dibanding penutupan sebelumnya.

Yang paling menonjol, posisi IHSG pada hari ini disejajarkan dengan kondisi pada masa pandemi Covid-19. Menjelang hingga pertengahan 2020, indeks juga sempat terpuruk ke bawah 5.000.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG terus berada dalam tekanan sehingga bergerak di zona merah. Aksi jual mendominasi dinamika pasar sejak awal hingga akhir sesi.

Rentang pergerakan tercatat berada pada 5.116 sebagai level tertinggi, sementara titik terendah mencapai 4.979. Dengan demikian, volatilitas harian tetap terasa di tengah kecenderungan pelemahan.

Dari sisi aktivitas transaksi, pasar mencatat volume perdagangan sebesar 15,92 miliar saham. Nilai transaksi yang terbentuk mencapai Rp3,47 triliun, menggambarkan transaksi yang tetap ramai meski mayoritas bergerak melemah.

Frekuensi perdagangan juga tercatat sebanyak 415 ribu kali, menunjukkan adanya pergantian tangan yang cukup sering pada saham-saham yang diperdagangkan.

Pelemahan meluas ke mayoritas saham

Lebar pergerakan saham memperlihatkan dominasi sentimen negatif. Hanya 77 saham yang berhasil menguat pada perdagangan kali ini.

Sebanyak 619 saham mengalami penurunan, sementara 70 saham lainnya tidak mengalami perubahan pergerakan.

Komposisi tersebut menegaskan bahwa pelemahan tidak hanya terjadi pada beberapa saham tertentu, melainkan cenderung meluas. Kondisi seperti ini biasanya memperbesar tekanan jual karena pergerakan portofolio ikut menyesuaikan arah pasar.

Di tengah pelemahan tersebut, posisi IHSG yang kembali berada di level bawah 5.000 menjadi perhatian tersendiri. Perbandingan dengan fase awal pandemi muncul karena angka indeks yang kini kembali mendekati pola penurunan yang pernah terjadi saat itu.

Secara keseluruhan, hari ini mencatat IHSG berada pada titik yang lebih rendah dari batas psikologis 5.000 dan ditutup dengan koreksi yang cukup berarti, baik dari sisi poin maupun persentase.

Dengan level penutupan di 4.985 serta rentang perdagangan yang turun hingga 4.979, dinamika sesi mencerminkan pasar yang masih berada di bawah tekanan. Data aktivitas transaksi dan komposisi saham yang melemah memperkuat gambaran bahwa sentimen jual tetap menjadi faktor dominan hingga akhir perdagangan.

Penutupan pada 4.985 mempertegas bahwa IHSG belum mampu kembali menembus area psikologis 5.000. Ketika angka indeks bergerak di bawah batas tersebut, pasar cenderung membaca situasi sebagai fase pelemahan lanjutan, sehingga sentimen hati-hati lebih cepat terbentuk dibanding dorongan pembelian yang bersifat selektif.

Secara intraday, peralihan dari level tertinggi 5.116 menuju titik terendah 4.979 menunjukkan bahwa upaya menguat tidak bertahan lama. Jarak penurunan itu menggambarkan dinamika yang berat, di mana tekanan jual terus menekan harga hingga akhir sesi, sekaligus membuat pemulihan berjalan sangat terbatas.

Meski mayoritas pergerakan mengarah melemah, aktivitas transaksi tetap terpantau tinggi. Volume perdagangan mencapai 15,92 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp3,47 triliun, sementara frekuensi perdagangan tercatat 415 ribu kali. Kombinasi ini memperlihatkan pasar tetap aktif melakukan penyesuaian harga, tetapi penyesuaian tersebut lebih dominan mengarah pada koreksi.

Lebar pergerakan juga menguatkan gambaran sentimen negatif yang menyebar. Hanya 77 saham yang menguat, sedangkan 619 saham mengalami penurunan dan 70 saham lainnya tidak berubah. Komposisi seperti ini biasanya membuat pergerakan portofolio ikut terbawa arah, sehingga kepercayaan terhadap pemantulan cenderung terhambat dan pelemahan lebih terasa hingga penutupan.