Bisnis & Ekonomi

IHSG Ditutup Naik 0,46% ke 6.036,88, Dipacu Saham GOTO

×

IHSG Ditutup Naik 0,46% ke 6.036,88, Dipacu Saham GOTO

Sebarkan artikel ini

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada Jumat (2/10), setelah sepanjang perdagangan bergerak fluktuatif dan sempat tertekan di tengah hari.

IHSG berakhir naik 0,46% ke level 6.036,88, dari pembukaan pagi yang berjalan dinamis hingga akhirnya kembali masuk ke zona hijau di penutupan.

Di sesi berjalan, indeks sempat terjerembab ke area merah pada bagian tengah perdagangan, namun pemulihan terjadi relatif cepat sehingga posisi akhir tetap berada di atas level pembuka.

Pergerakan IHSG pada hari tersebut membentuk rentang 5.979,98 hingga 6.053,23. Kombinasi fluktuasi intraday itu menunjukkan adanya tarik-menarik sentimen, sebelum akhirnya laju harga kembali ditopang oleh kenaikan saham-saham pilihan.

Aktivitas perdagangan juga relatif ramai. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi tercatat menyentuh Rp12,25 triliun, dengan volume mencapai 121,54 miliar saham dan frekuensi perdagangan sebanyak 1,62 juta kali.

Dari sisi komposisi pergerakan saham, sebanyak 319 saham mengalami penguatan, 337 saham terkoreksi, sementara 134 saham lainnya stagnan. Struktur ini memperlihatkan bahwa kenaikan indeks ditopang oleh porsi saham yang menguat, meskipun tekanan jual tetap muncul pada cukup banyak emiten.

Penggerak utama dari sektor dan pergeseran harga saham

Penguatan IHSG terutama dipacu oleh saham-saham yang berada di kelompok teknologi, energi, dan konsumen primer. Sektor teknologi tercatat menguat 1,51%, diikuti energi yang naik 1,12%, serta konsumen primer yang bertambah 0,67%.

Selain itu, saham barang baku juga turut menopang pergerakan dengan kenaikan 0,47%. Sementara itu, sektor properti justru mengalami pelemahan sebesar 0,39% sehingga menjadi penyeimbang dari kenaikan di sektor lain.

Perbedaan kinerja antar sektor tersebut selaras dengan karakter perdagangan yang fluktuatif: ketika sejumlah penopang bergerak menguat, area pelemahan pada sektor tertentu tetap membatasi laju agar tidak melesat terlalu jauh.

Sentimen nilai tukar dan sorotan pada saham GOTO

Di luar pergerakan sektoral di pasar modal, sentimen nilai tukar turut menjadi latar yang mendukung suasana perdagangan. Artikel menyebut tekanan dolar AS mereda, sehingga rupiah menguat ke level Rp17.875/US$.

Kombinasi meredanya tekanan mata uang dan dorongan dari saham-saham berkapitalisasi berperan dalam menjaga indeks tetap berada di jalur positif pada akhir sesi.

Dalam konteks tersebut, fokus perhatian juga tertuju pada saham GOTO. Kenaikan yang tercermin dari dinamika saham-saham teknologi—yang menjadi salah satu pendorong utama penguatan—mendorong sentimen pasar sehingga IHSG berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau.

Dengan penutupan yang menguat 0,46% serta rentang pergerakan yang relatif lebar, pasar menunjukkan bahwa pembeli mampu mengambil alih kendali setelah sempat terjadi penurunan di tengah hari.

Secara keseluruhan, IHSG ditutup menguat dengan dukungan mayoritas saham penguat dibanding yang stagnan, sementara koreksi tetap terjadi pada jumlah emiten yang juga signifikan. Struktur ini menggambarkan pasar yang masih selektif, namun akhirnya menemukan keseimbangan yang cukup kuat untuk mengangkat indeks menuju level 6.036,88.

Situasi tersebut juga terlihat dari pola rotasi di antara saham-saham pembentuk indeks. Ketika sebagian emiten sempat terkoreksi di tengah perdagangan, arus beli kemudian kembali muncul sehingga arah harga berbalik menuju akhir sesi.

Di level sektoral, kombinasi kenaikan pada teknologi, energi, dan konsumen primer memberi sinyal bahwa pergerakan tidak hanya bertumpu pada satu tema saja. Di saat yang sama, penurunan sektor properti sebesar 0,39% membuat laju indeks tetap terkendali, tetapi tidak sampai mengubah posisi akhir yang ditutup menguat.

Untuk faktor pendukungnya, rupiah yang menguat ke Rp17.875/US$ menjadi salah satu konteks yang membantu sentimen tetap terjaga. Di tengah kondisi itu, sorotan pada dinamika saham GOTO semakin relevan karena pergerakan di kelompok berkapitalisasi besar turut berkontribusi menjaga indeks bertahan di zona positif hingga penutupan.