jurnalistik.co.id – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia dimulai dengan pergerakan yang tidak seragam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat bergerak positif di awal, tetapi arah kemudian berbalik ke area melemah.
Pada pembukaan sesi, IHSG berada di zona hijau dengan kenaikan yang relatif cepat terbentuk. Indeks mencatat penguatan 8,57 poin atau setara 0,14% ke level 6.018.
Namun momentum tersebut tidak bertahan lama. Saat perdagangan baru dimulai, IHSG sempat menyentuh puncak kenaikan dengan besaran 6.044.
Setelah mencapai titik tertinggi di pembukaan, IHSG langsung terkoreksi dan kembali masuk ke zona merah. Pergantian arah ini terjadi tanpa jeda yang panjang, sehingga sentimen harian tampak masih rapuh sejak menit awal.
Hingga sekitar 20 menit pertama perdagangan, IHSG tercatat melemah 0,42%. Indeks berada pada posisi 5.984 pada Jumat (2/10/2026), mengindikasikan tekanan jual muncul setelah fase awal menguat.
Pergerakan IHSG yang bolak-balik itu terjadi di tengah tren pelemahan yang lebih luas di bursa-bursa Asia. Sentimen kehati-hatian terlihat mengiringi pembukaan sejumlah indeks utama yang cenderung langsung tertekan.
Di kawasan Asia, nyaris semua indeks besar yang sudah dibuka juga mengalami penurunan. Hang Seng (Hong Kong), TOPIX (Jepang), dan NIKKEI 225 (Jepang) tercatat memulai perdagangan pada area merah.
Gambaran serupa terlihat pada Straits Times (Singapura) serta Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam). KOSDAQ (Korea Selatan) dan KOSPI (Korea Selatan) juga dibuka di zona melemah, menegaskan kecenderungan pesimistis pada awal sesi.
Meski demikian, tidak semua pasar mengikuti pola penurunan. PSEi (Filipina) dan KLCI (Malaysia) justru berhasil dibuka di zona hijau, sehingga keduanya menjadi pengecualian pada daftar bursa yang memulai hari dengan koreksi.
Berita Terkait
Di tengah kondisi tersebut, aktivitas transaksi di dalam negeri tetap bergerak dengan intensitas yang dapat diukur dari data perdagangan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia setelah dua puluh menit berjalan, volume yang terserap mencapai 53,45 miliar saham.
Nilai transaksi pada rentang waktu singkat itu juga tercatat signifikan. Total nilai perdagangan mencapai Rp3 triliun, menggambarkan keterlibatan pelaku pasar masih terjaga meskipun arah IHSG mulai melemah.
Frekuensi transaksi ikut menunjukkan dinamika yang ramai pada fase awal. Adapun jumlah transaksi yang terjadi tercatat sebanyak 385.535 kali hingga menit ke-20 perdagangan.
Perpaduan antara pergerakan indeks yang fluktuatif dan besarnya aktivitas transaksi memperlihatkan pasar sedang mencari pijakan harga baru. Ketika IHSG sudah bergerak dari puncak kenaikan menuju zona merah, reaksi tersebut tampak langsung tercermin pada level penuturan awal sesi.
Dengan demikian, pembukaan yang sempat menguat lalu berbalik melemah menjadi cerminan awal dari tekanan yang datang dari lingkungan pasar regional. Saat sebagian besar indeks Asia memulai perdagangan di area merah, investor cenderung lebih berhati-hati sehingga kenaikan awal tidak langsung berlanjut.
Perubahan arah IHSG dari penguatan menuju koreksi juga menandakan bahwa keseimbangan antara daya beli dan tekanan jual masih bergeser cepat. Pada akhirnya, hingga awal sesi berlalu sekitar 20 menit, IHSG memilih jalur pelemahan dengan posisi 5.984 pada Jumat (2/10/2026).
Lonjakan aktivitas di awal sesi sejalan dengan upaya pelaku pasar menilai kembali harga acuan. Setelah fase pembukaan yang sempat mengangkat IHSG, data dua puluh menit pertama menunjukkan keterlibatan yang tetap tinggi meski indeks mulai menekan.
Di sisi lain, gabungan volume 53,45 miliar saham dan nilai sekitar Rp3 triliun memberi sinyal bahwa keputusan masih ramai, tetapi preferensi pelaku cenderung bergeser seiring perubahan arah indeks. Frekuensi transaksi yang mencapai 385.535 kali hingga menit ke-20 juga memperlihatkan respons cepat terhadap sentimen yang berubah.
Kecenderungan regional yang mayoritas indeks besar dibuka di area merah ikut memperkuat suasana kehati-hatian. Sementara itu, pengecualian dari PSEi dan KLCI yang dibuka di zona hijau tidak mengubah pola umum kehendak pasar untuk menahan laju kenaikan pada awal perdagangan.
