Bisnis & Ekonomi

Lima Hari ARB Beruntun, BEI Lepas Floor Rp50; Antrean Jual DADA di Rp24

×

Lima Hari ARB Beruntun, BEI Lepas Floor Rp50; Antrean Jual DADA di Rp24

Sebarkan artikel ini

jurnalistik.co.id – PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) kembali terjebak dalam Auto Reject Bawah (ARB), setelah sebelumnya bertahan di batas bawah untuk beberapa sesi beruntun.

Ini menjadi hari kelima yang dilewati saham DADA di zona ARB sejak floor price Rp50 resmi dilepas oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada perdagangan Jumat (2/10/2026), DADA terseret turun sejak pembukaan pagi. Saham ini mencapai harga Rp24 per saham, setelah sebelumnya mencatat penurunan 4 poin atau 14,28%.

Lonjakan tekanan jual tercermin dari aktivitas pasar yang mulai ramai. Nilai transaksi perdagangan saham tercatat menyentuh Rp4,28 miliar dengan frekuensi perdagangan 3.338 kali.

Di sisi lain, antrean jual masih terlihat deras. Totalnya mencapai 1,41 juta lot pada level harga Rp24 per saham.

Pergerakan tersebut mengikuti perubahan kebijakan BEI terkait batas harga saham yang sebelumnya diberlakukan pada level tertentu, termasuk kondisi “gocap”.

BEI melepas batas bawah harga saham Rp50 melalui implementasi tahap awal dari Keputusan Direksi BEI No Kep-00136/BEI/09-2026. Keputusan ini mengatur Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas.

Setelah status batas harga pada level Rp50 dicabut, saham yang sebelumnya berada di area tersebut berpotensi bergerak lebih rendah. Dalam skenario yang disebutkan, saham-saham yang terdampak dapat turun hingga level Rp1, yang menjadi batas harga saham terendah terbaru.

Dengan demikian, tekanan jual pada DADA tidak berdiri sendiri, melainkan berangkat dari perubahan kerangka batas harga yang lebih awal diterapkan pada periode sebelumnya.

Di sesi yang sama, pergeseran dari kondisi floor price ke level batas terendah tampak mengubah dinamika transaksi. Antrean jual yang bertahan di Rp24 mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih menempatkan penawaran pada harga tertekan.

Frekuensi transaksi yang mencapai 3.338 kali memperlihatkan bahwa arus jual-beli tetap berlangsung meski harga berada dalam rentang ARB.

Nilai transaksi Rp4,28 miliar juga menggambarkan minat partisipasi tetap muncul, namun dengan dominasi aktivitas pada level harga yang lebih rendah dibanding periode saat floor price Rp50 masih berlaku.

Secara agregat, kondisi DADA pada hari kelima ARB memberi gambaran bahwa momentum penurunan belum mereda. Saham berada pada harga Rp24 per saham, setelah sebelumnya menanggung koreksi 14,28% atau setara penurunan 4 poin.

Jika mengacu pada kebijakan BEI yang memicu perubahan batas harga, potensi penurunan lanjutan hingga level Rp1 menjadi bagian dari konteks yang kini dipantau investor dan pelaku pasar.

Dengan antrean jual yang tercatat sebesar 1,41 juta lot pada harga Rp24 per saham, pasar masih menunjukkan kecenderungan untuk menahan penawaran pada level tersebut. Situasi ini membuat saham berisiko tetap berada dalam tekanan distribusi sampai ada perubahan arah dari sisi permintaan.

Perhatian pasar pun terarah pada kelanjutan pergerakan DADA, terutama karena posisi saham yang semula berada pada batas harga tertentu kini menyesuaikan dengan batas terendah terbaru yang diatur melalui keputusan direksi BEI.

Dalam konteks kebijakan tersebut, BEI menegaskan perubahan pada ketentuan perdagangan efek bersifat ekuitas, yang pada praktiknya memengaruhi batas pergerakan harga saham pada level-level kunci. DADA menjadi salah satu contoh yang paling mencolok pada sesi ini karena terseret ARB untuk sesi kelima berturut-turut.

Perjalanan harga DADA yang turun dari floor price Rp50 menuju harga Rp24 per saham, serta terbukanya peluang sampai Rp1 sebagaimana disebutkan dalam kerangka kebijakan BEI, membuat pergerakan berikutnya menjadi sorotan utama pelaku pasar.