Bisnis & Ekonomi

Usai Dilantik, Dradjad Wibowo Jelaskan Delapan Tugas dari Menko Airlangga

×

Usai Dilantik, Dradjad Wibowo Jelaskan Delapan Tugas dari Menko Airlangga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wamenko Perekonomian Dradjad Wibowo Beber Tugas dari Airlangga - Market

jurnalistik.co.id – Dradjad Wibowo menyampaikan delapan tugas yang ia terima sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Penyampaian itu diungkapkannya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada Rabu (7/10/2026).

Dalam penjelasannya, Dradjad menegaskan bahwa delapan tugas tersebut bersumber dari arahan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Menurutnya, fokus utama dari tugas-tugas itu adalah mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dradjad menyebut tugas yang akan dijalankan mencakup sejumlah area kebijakan. Rangkaian tugas tersebut meliputi stimulus, pariwisata, serta standardisasi dan statistik.

Ia menjelaskan, perangkat kebijakan yang disebutnya itu dirancang untuk menjadi pengungkit pertumbuhan. Target penggunaan instrumen tersebut, kata Dradjad, diarahkan untuk mendorong ekonomi baik di kuartal IV-2026 maupun selama tahun 2027.

Instrumen kebijakan untuk menopang pertumbuhan

Menurut Dradjad, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah yang saling terhubung. Delapan tugas tersebut diarahkan agar momentum ekonomi bisa lebih terakselerasi pada periode yang menjadi perhatian, yakni akhir 2026 dan sepanjang 2027.

Stimulus, misalnya, ditempatkan sebagai salah satu jalur untuk menjaga daya dorong perekonomian. Sementara itu, sektor pariwisata disebut sebagai bagian dari agenda yang ditujukan untuk memperkuat aktivitas ekonomi.

Di sisi lain, Dradjad juga menempatkan standardisasi dan statistik sebagai komponen penting. Ia menandai bahwa pembenahan pada aspek-aspek tersebut diperlukan agar kebijakan yang ditempuh dapat berjalan lebih terarah.

Dradjad menilai, perpaduan berbagai instrumen itu akan memberi dampak pada target pertumbuhan. Ia memandang kerja yang dilakukan secara intensif akan berpengaruh pada capaian yang ingin diraih pemerintah.

Dalam kesempatan yang sama, Dradjad menyampaikan keyakinannya atas arah kebijakan yang sedang dijalankan. “Rasanya sih kalau melihat apa yang sudah kita siapkan, kalau kita kerja keras, kerja cepat, dan kerja cerdas, itu insyaallah mungkin [pertumbuhan ekonomi] malah bisa sedikit lebih dari 6%,” kata Drajad di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Kalimat tersebut mencerminkan pandangannya terhadap kesiapan program serta tempo pelaksanaan. Baginya, kombinasi upaya cepat dan cermat merupakan faktor yang ikut menentukan capaian pertumbuhan ekonomi.

Periode target: kuartal IV-2026 dan sepanjang 2027

Dradjad juga menyinggung bahwa pemerintah telah mengidentifikasi sumber-sumber pertumbuhan yang dapat menopang target. Menurutnya, sumber-sumber tersebut akan dimanfaatkan untuk memastikan pencapaian berjalan sesuai harapan.

Ia menekankan bahwa penggunaan instrumen tidak hanya berhenti pada satu fase, melainkan diproyeksikan berlanjut. Untuk itu, strategi kebijakan yang disebutkannya diarahkan agar tetap relevan saat memasuki tahun 2027.

Dengan penempatan fokus pada kuartal IV-2026, pemerintah berusaha memperkuat momentum yang biasanya menjadi penentu arah capaian tahunan. Dradjad menyatakan bahwa tahapan itu dipakai sebagai bagian dari strategi kesinambungan.

Lebih jauh, penyusunan tugas yang mencakup stimulus, pariwisata, standardisasi, dan statistik menunjukkan pendekatan yang mencoba menjangkau beberapa lapisan. Pendekatan semacam itu diharapkan mampu menghasilkan dukungan yang lebih menyeluruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dradjad tidak merinci lebih lanjut rincian teknis dari masing-masing komponen, namun menegaskan keterkaitan antara instrumen dan target. Ia mengarahkan pesan bahwa penguatan ekonomi memerlukan kombinasi kerja dan eksekusi yang disiplin.

Pada akhirnya, delapan tugas yang ia sampaikan diposisikan sebagai kerangka kerja untuk mendorong pertumbuhan. Dari sisi arah kebijakan, Dradjad menempatkan eksekusi yang cepat dan cerdas sebagai kunci, sejalan dengan target pertumbuhan yang ia sebut bisa melampaui 6%.

Ia juga menggambarkan bahwa penyusunan delapan tugas itu bukan sekadar daftar program, melainkan satu rangkaian yang saling menguatkan. Dalam penuturannya, tiap komponen ditempatkan agar pelaksanaan kebijakan bisa berjalan lebih konsisten dan tidak terputus di tengah periode percepatan.

Dradjad memandang bahwa keberhasilan eksekusi kebijakan sangat dipengaruhi oleh ketepatan dalam mengolah data serta penyesuaian standar, sehingga arahan yang datang dapat diterjemahkan menjadi langkah yang lebih terukur. Dengan cara itu, dorongan ekonomi yang ditargetkan untuk akhir 2026 sampai tahun 2027 diupayakan bisa memberikan hasil yang lebih nyata.

Selain menekankan keterhubungan antarinstrumen, ia turut menyoroti pentingnya percepatan kerja tanpa mengurangi kehati-hatian. Keyakinan bahwa pertumbuhan bisa melewati angka 6% disampaikannya sebagai cerminan dari ritme pelaksanaan yang diupayakan cepat, dengan penataan yang dilakukan secara cerdas.