jurnalistik.co.id – JAKARTA — Persaingan mobil listrik di Indonesia mulai bergerak ke segmen yang lebih familier bagi konsumen keluarga, yakni MPV tiga baris. Dalam lanskap itu, BYD M6 dan Wuling Darion EV muncul sebagai dua nama yang paling banyak disorot karena sama-sama menawarkan konfigurasi tujuh penumpang, namun datang dengan karakter yang tidak sepenuhnya serupa.
Secara kelas, keduanya bermain di jalur yang mirip: MPV listrik keluarga dengan harga yang masih berdekatan. Namun ketika spesifikasi dan penempatannya di pasar dicermati lebih jauh, arah yang diambil masing-masing model terlihat berbeda. BYD M6 lebih dulu mengisi ruang ini dan sejauh ini masih memimpin dari sisi distribusi wholesales, sedangkan Wuling Darion EV datang sebagai penantang dengan paket yang terlihat lebih agresif di atas kertas.
Pada April 2026, distribusi wholesales BYD M6 tercatat mencapai 2.472 unit. Angka itu masih terpaut cukup jauh dari Wuling Darion EV yang berada di level 421 unit. Selisih tersebut menunjukkan bahwa BYD M6 untuk saat ini masih unggul dalam momentum pasar, terutama karena sudah lebih dulu dikenal sebagai salah satu pilihan MPV listrik keluarga di Indonesia.
Dimensi dan karakter yang berbeda
Dari sisi ukuran, BYD M6 tampil sebagai MPV listrik keluarga dengan bodi yang relatif lebih kompak. Mobil ini memiliki panjang 4.710 mm dengan wheelbase 2.800 mm. Konfigurasi itu memperlihatkan karakter yang cenderung praktis, selaras dengan citranya sebagai kendaraan keluarga yang mudah diterima untuk kebutuhan harian.
Di sisi lain, Wuling Darion EV datang dengan dimensi yang lebih besar. Panjang bodinya mencapai 4.910 mm dengan wheelbase 2.910 mm. Ukuran ini membuat Darion EV ditempatkan lebih dekat ke wilayah MPV premium, terutama karena penekanannya mengarah pada kabin yang lebih lega dan kenyamanan penumpang.
Perbedaan dimensi tersebut menjadi salah satu pembeda paling jelas antara keduanya. Jika BYD M6 terasa lebih mengedepankan kepraktisan untuk pemakaian sehari-hari di perkotaan, Darion EV justru menawarkan kesan yang lebih besar, lebih lapang, dan lebih menonjol sebagai mobil keluarga dengan orientasi kenyamanan.
Performa, baterai, dan jarak tempuh
Pada sektor performa, BYD M6 dibekali motor listrik bertenaga 154 tk dengan torsi 310 Nm. Model ini juga hadir dengan beberapa pilihan baterai, mulai 55,4 kWh hingga 71,8 kWh. Bergantung pada variannya, jarak tempuh yang ditawarkan berada di kisaran 420 km sampai 530 km.
Wuling Darion EV menawarkan angka tenaga yang lebih besar, yakni sekitar 201 tk, dengan torsi yang sama sebesar 310 Nm. MPV listrik ini menggunakan baterai berkapasitas 69,2 kWh dan diklaim mampu menempuh jarak hingga 540 km berdasarkan standar CLTC. Dari sini, Darion EV terlihat lebih menekan sisi output tenaga sekaligus membawa klaim jarak tempuh yang sedikit lebih panjang.
Keduanya sama-sama memakai sistem penggerak roda depan atau front wheel drive. Meski demikian, Wuling Darion EV masih memiliki satu pembeda penting lewat sliding door yang memberi kesan lebih premium sekaligus memudahkan akses keluar masuk penumpang. Fitur ini ikut menguatkan posisi Darion EV sebagai MPV listrik yang tidak hanya mengejar fungsi, tetapi juga kenyamanan dan nilai lebih pada pengalaman berkendara bersama keluarga.
Harga yang berdekatan, arah pasar yang berbeda
Dari sisi harga, jarak kedua model ini sebenarnya tidak terlalu jauh. BYD M6 dipasarkan mulai kisaran Rp 383 jutaan, tergantung tipe dan kapasitas baterai yang dipilih. Sementara itu, Wuling Darion EV dibanderol mulai sekitar Rp 356 jutaan.
Yang menarik, Darion EV justru hadir dengan dimensi lebih besar dan fitur seperti sliding door elektrik, tetapi harga awalnya sedikit lebih murah daripada BYD M6. Dalam konteks persaingan, situasi ini membuat Wuling menawarkan pendekatan yang cukup agresif karena memberikan kabin lebih besar dan tenaga lebih tinggi tanpa membuka jarak harga yang terlalu lebar.
Bagi konsumen, selisih tersebut dapat menjadi pertimbangan penting. BYD M6 menawarkan keuntungan dari posisi pasar yang sudah lebih kuat dan citra yang lebih dahulu terbentuk, sementara Wuling Darion EV mencoba menarik perhatian lewat kombinasi ukuran bodi, fitur, dan banderol awal yang kompetitif.
Persaingan yang menandai perubahan pasar
Jika melihat spesifikasi yang ditawarkan, Wuling Darion EV memang tampil cukup agresif. Mobil ini membawa dimensi lebih besar, pintu geser elektrik, tenaga lebih tinggi, serta kabin yang lebih lega dengan harga awal yang justru sedikit lebih rendah. Namun BYD M6 tetap punya keunggulan dari sisi momentum karena hadir lebih dulu dan berhasil membangun citra sebagai MPV listrik keluarga yang praktis dan relatif terjangkau.
BYD juga disebut diuntungkan oleh popularitas merek yang sedang naik di pasar EV nasional. M6 bahkan sempat disebut sebagai salah satu “game changer” di segmen MPV listrik Indonesia. Sementara itu, Darion EV datang dengan positioning yang sedikit berbeda karena tampil lebih dekat ke MPV premium dibanding sekadar kendaraan keluarga biasa.
Kehadiran dua model ini sekaligus memperlihatkan bahwa pasar mobil listrik Indonesia mulai bergerak lebih luas. Jika sebelumnya EV lebih identik dengan city car atau hatchback kecil, kini MPV listrik keluarga mulai menonjol sebagai salah satu segmen yang paling potensial untuk diperebutkan.
Sumber: Kompas.com – https://otomotif.kompas.com/read/2026/05/16/090200015/byd-m6-laris-wuling-darion-ev-mengintai–adu-spek-mpv-listrik-china







