Otomotif

Blade Battery Generasi Kedua BYD Dibongkar Paksa di China

14
×

Blade Battery Generasi Kedua BYD Dibongkar Paksa di China

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Blade Battery BYD Generasi Dibongkar Paksa di China

jurnalistik.co.id – Sebuah siaran langsung yang menampilkan pembongkaran Blade Battery generasi kedua milik BYD mendadak ramai dibicarakan di jagat maya Tiongkok. Aksi yang diinisiasi sekelompok blogger otomotif itu memicu perdebatan luas karena dilakukan dengan cara yang jauh dari kata lazim, bahkan dinilai sangat ekstrem oleh banyak warganet.

Dalam tayangan yang dikutip dari Carnewschina.com, Senin (18/5/2026), tim tersebut menghabiskan waktu sekitar enam hingga delapan jam hanya untuk membedah satu unit paket baterai. Yang membuat perhatian publik makin besar, pembongkaran itu sama sekali tidak memakai peralatan khusus dari pabrikan.

Alih-alih menggunakan perangkat uji yang biasa dipakai produsen, mereka justru mengandalkan perkakas listrik komersial yang umum dijumpai di bengkel bangunan. Peralatan yang digunakan antara lain gerinda sudut, linggis, gergaji listrik, hingga palu besi. Cara kerja yang kasar itu membuat banyak penonton menyebut proses tersebut sebagai “pembongkaran brutal”.

Dipicu rasa penasaran soal fast charging

Aksi ini bukan muncul tanpa sebab. Polemik sebelumnya di ruang digital mengenai teknologi pengisian daya cepat atau fast charging milik raksasa kendaraan listrik asal Tiongkok itu menjadi pemicunya. Sebelumnya, ada siaran langsung lain yang menguji suhu baterai BYD saat diisi dengan kecepatan tinggi.

Hasil uji tersebut rupanya memantik rasa penasaran sekaligus perdebatan di kalangan warganet. Banyak yang kemudian mempertanyakan material yang dipakai, sekaligus sistem keamanan baterai BYD, sehingga pembongkaran paksa ini pun dianggap sebagai kelanjutan dari diskusi yang sudah lebih dulu bergulir.

Dalam rekaman video dan tangkapan layar yang beredar luas, proses pembongkaran terlihat berjalan sangat alot. Tim blogger itu harus berulang kali memotong, menghantam, dan membongkar bagian-bagian luar paket baterai sebelum bisa menjangkau isi di dalamnya. Bahkan setelah berjam-jam bekerja, sel baterai individual di bagian dalam baru benar-benar dapat disentuh setelah hampir delapan jam.

Yang justru paling menyita perhatian adalah hasil dari perlakuan ekstrem tersebut. Meski paket baterai dihantam dan dipotong berkali-kali dengan gerinda yang memunculkan percikan api, para penonton mencatat tidak ada asap maupun kobaran api yang keluar dari dalam baterai. Bagi banyak orang, bagian inilah yang paling mengejutkan sekaligus membuat mereka kagum.

Kolom komentar siaran langsung itu pun dipenuhi analisis dari warganet. Sebagian besar mengaku terkesan dengan kekokohan struktur Blade Battery generasi terbaru ini. Dari sana, diskusi berkembang ke arah yang lebih teknis, mulai dari metode penyegelan atau sealing, material termal, hingga penguatan sasis baterai yang dinilai sangat solid.

Sepanjang proses pembongkaran yang menguras waktu dan tenaga tersebut, tim blogger dilaporkan hanya menemukan catatan minor terkait kosmetik pabrikan. Temuan itu mencakup pengaplikasian lem perekat yang kurang rata di beberapa titik, namun tidak ada temuan besar yang mengarah pada kerusakan serius pada isi paket baterai.

Di sisi lain, aksi ini juga menuai kritik. Sejumlah pengamat otomotif di Tiongkok menilai siaran tersebut mengabaikan profesionalisme dan prosedur keselamatan atau safety. Sorotan terbesar datang dari risiko fatal ketika baterai kendaraan listrik bertegangan tinggi dibongkar tanpa alat pelindung isolasi yang memadai.

Kritik juga mengarah pada kondisi area kerja yang dinilai kurang siap. Dalam tayangan tersebut, tidak terlihat adanya alat pemadam api ringan atau APAR sebagai antisipasi apabila terjadi korsleting atau ledakan. Bagi para pengamat, ketiadaan perlengkapan dasar itu menjadi catatan penting, terlebih karena yang dibongkar adalah komponen bertegangan tinggi yang memiliki risiko besar.

Di tengah perdebatan itu, video pembongkaran Blade Battery generasi kedua BYD justru berhasil memancing dua reaksi yang sama kuat: kekaguman atas ketahanan baterai dan kecaman atas cara pembongkarannya. Satu sisi menganggap hasilnya menunjukkan daya tahan yang impresif, sementara sisi lain menilai metode ekstrem seperti itu seharusnya tidak dilakukan tanpa standar keselamatan yang ketat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *