Otomotif

Persaingan Mobil Listrik Rp 300 Jutaan Kian Panas, Siapa Paling Laris?

11
×

Persaingan Mobil Listrik Rp 300 Jutaan Kian Panas, Siapa Paling Laris?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Persaingan Mobil Listrik Rp 300 Jutaan, Siapa Paling Laris?

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Persaingan mobil listrik berbasis baterai di Indonesia kini tidak lagi hanya terjadi di segmen premium. Kelas harga Rp 300 jutaan justru mulai menjadi area yang paling ramai, karena banyak produsen mencoba merebut perhatian konsumen dengan kombinasi desain, teknologi, dan harga yang dianggap masih masuk akal.

Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo untuk periode Januari-April 2026, peta persaingan di kelas ini menampilkan kejutan besar. Sejumlah model pendatang baru langsung melesat, sementara beberapa pemain lama belum mampu mempertahankan posisi yang kuat.

Jaecoo J5 EV langsung memimpin

Kejutan terbesar datang dari Jaecoo, merek di bawah naungan Chery Group. Melalui J5 EV Premium yang dibanderol Rp 309,9 juta, model ini mencatat penjualan mencapai 11.006 unit. Angka tersebut menempatkan Jaecoo J5 EV sebagai pemimpin pasar mutlak di kelas Rp 300 jutaan.

Performa itu menunjukkan bahwa kombinasi SUV yang gagah dan harga yang kompetitif masih sangat efektif menarik minat konsumen. Di segmen ini, Jaecoo tampak berhasil memanfaatkan celah pasar yang belum terlalu padat, sekaligus membangun momentum sejak awal kehadirannya.

Di sisi lain, model lain dari grup yang sama, Chery E5 Pure dengan harga Rp 379,9 juta, belum mencatatkan penjualan sama sekali atau masih 0 unit. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingginya daya tarik Jaecoo belum otomatis menular ke seluruh lini produk yang berada dalam grup yang sama.

BYD dan MG ikut mengejar

BYD juga memperlihatkan taringnya melalui MPV listrik BYD M6 Standard. Mobil keluarga yang dipasarkan seharga Rp 383 juta itu telah terdistribusi 670 unit. Kehadiran M6 seolah menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan utilitas khas MPV, tetapi tetap ingin beralih ke kendaraan listrik murni.

Masih dari BYD, Dolphin Dynamic yang dibanderol Rp 369 juta mulai menunjukkan pergerakan dengan raihan 42 unit. Sementara itu, Morris Garages atau MG bertumpu pada lini MGS5 EV. Varian Magnify yang dihargai Rp 355,9 juta mencatat penjualan 366 unit, sedangkan varian EV Ignite seharga Rp 333,9 juta terjual 29 unit.

Wuling mengandalkan diversifikasi

Wuling, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pionir mobil listrik di Indonesia, mempertahankan eksistensinya lewat pilihan produk yang lebih beragam. Menariknya, penjualan terkuat Wuling di kelas Rp 300 jutaan kini justru datang dari Darion CE yang dipasarkan Rp 399 juta, dengan capaian 406 unit.

Di bawahnya ada BinguoEV Lite yang dijual Rp 318 juta dan mencatat 235 unit. Varian BinguoEV Pro dengan harga Rp 363 juta terjual 17 unit, disusul Eksion CE seharga Rp 389 juta dengan 13 unit. Adapun Air ev Pro Long Range yang kini dipasarkan Rp 307 juta hanya membukukan 3 unit.

VinFast mencoba strategi berbeda

Pemain baru asal Vietnam, VinFast, mulai memperlihatkan pergerakan lewat strategi yang berbeda, yakni menawarkan skema sewa baterai untuk menekan harga awal pembelian. Model VF e34 yang dijual utuh termasuk baterai seharga Rp 320,85 juta menjadi yang terlaris di kubu VinFast dengan 220 unit.

Untuk model kompak SUV VF 6 ECO yang dipasarkan Rp 308 juta dengan skema sewa baterai, atau sekitar Rp 334 jutaan termasuk baterai, baru terdistribusi 3 unit. Sementara varian VF 6 Plus, yang dijual Rp 364 juta dengan skema sewa baterai atau sekitar Rp 397 jutaan termasuk baterai, belum mencatatkan penjualan.

Rangkaian data itu menunjukkan bahwa pasar mobil listrik Rp 300 jutaan kini bergerak sangat dinamis. Di tengah persaingan yang kian padat, konsumen punya lebih banyak pilihan, sementara pabrikan harus semakin cermat membaca selera pasar agar tidak tertinggal dalam perebutan angka distribusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *