Daerah

Hiu Tutul 1 Ton Terdampar di Pantai Banjarsari Cilacap, Tak Tertolong

5
×

Hiu Tutul 1 Ton Terdampar di Pantai Banjarsari Cilacap, Tak Tertolong

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Hiu Tutul 1 Ton Terdampar di Pantai Cilacap, Mati Usai Gagal Diselamatkan

jurnalistik.co.id – Seekor hiu tutul terdampar di Pantai Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026) pagi. Satwa laut dilindungi itu diperkirakan berbobot sekitar 1 ton dan memiliki panjang sekitar 4,5 meter. Warga, nelayan, dan pengunjung pantai sempat berupaya mendorongnya kembali ke laut, tetapi upaya itu tidak berhasil dan hiu tersebut mati sekitar satu jam kemudian.

Pegiat konservasi laut Cilacap, Jumawan, mengatakan hiu tutul itu pertama kali dilaporkan warga saat dirinya sedang melakukan patroli di kawasan pesisir selatan Cilacap. “Pagi tadi saya patroli dari Pantai Widarapayung Kulon sampai Jetis. Saat perjalanan pulang, ada warga yang memberi informasi ada hiu tutul terdampar di Pantai Banjarsari,” kata Jumawan saat dihubungi, Sabtu.

Saat tiba di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB, hiu tutul tersebut masih hidup, meski kondisinya lemas. Jumawan menyebut satwa itu masih sempat bergerak. “Hiu tutul dalam kondisi lemas, masih hidup dan masih bisa bergerak,” ujarnya.

Melihat kondisi itu, warga bersama nelayan dan pengunjung pantai bergerak cepat. Mereka berusaha mendorong tubuh hiu agar kembali ke laut, terutama ke arah selatan. Namun upaya itu terkendala ukuran tubuh hiu yang sangat besar dan kondisi air laut yang terus surut.

“Saya minta bantuan nelayan agar didorong kembali ke selatan. Tapi karena bobotnya berat sekali tidak bisa. Kemungkinan beratnya sekitar 1 ton,” kata Jumawan. Ia menjelaskan, selama hampir satu jam warga bergotong royong untuk menyelamatkan hiu tutul tersebut.

Menurut Jumawan, semakin lama satwa itu berada di daratan, peluang hidupnya semakin kecil. Ia menyebut masa kritis penyelamatan hiu tutul yang terdampar tergolong singkat. “Masa kritis darurat diselamatkan itu paling tidak satu jam,” katanya.

Upaya penyelamatan itu terus berlangsung hingga sekitar pukul 07.30 WIB, tetapi kondisi hiu justru semakin kritis. Air laut yang kian surut membuat tubuhnya semakin sulit digeser. “Dari jam setengah tujuh banyak pengunjung ikut membantu, tapi tetap tidak bisa terdorong karena air semakin surut. Saat dicek, insangnya sudah tidak ada kedipan,” ujarnya.

Setelah dipastikan mati, pihaknya langsung menghubungi instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut. Bangkai hiu kemudian diautopsi oleh tim kedokteran hewan sebelum dikuburkan. Proses itu dilakukan setelah satwa tersebut tidak tertolong meski berbagai upaya sudah dilakukan sejak pagi.

Jumawan menduga hiu tutul itu sebelumnya mengalami cedera akibat terkena baling-baling perahu nelayan. Dugaan tersebut muncul setelah ditemukan luka di bagian kepala satwa tersebut. “Saya lihat ada bekas luka di bagian kepala. Mungkin terkena baling-baling perahu lalu terlalu menepi saat mencari makan dan terdorong gelombang,” ujarnya.

Penemuan hiu tutul di Pantai Banjarsari juga menjadi kejadian kedua dalam sepekan terakhir di wilayah pesisir Cilacap. Sebelumnya, hiu tutul sepanjang sekitar 4 meter dengan bobot sekitar 800 kilogram juga ditemukan terdampar di Pantai Pagubugan, Kecamatan Binangun. Dua kejadian beruntun ini kembali menunjukkan bahwa satwa laut berukuran besar itu masih rentan saat memasuki area pesisir dangkal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *