Daerah

1,5 Juta Pelanggan PLN di Riau dan Kepri Kembali Menikmati Listrik Usai Blackout

3
×

1,5 Juta Pelanggan PLN di Riau dan Kepri Kembali Menikmati Listrik Usai Blackout

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Listrik Riau dan Kepri Berangsur Pulih Usai Blackout: 1,5 Juta Pelanggan PLN Kembali Nikmati Listrik

jurnalistik.co.id – PEKANBARU — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepulauan Riau menyatakan proses pemulihan listrik terus berjalan setelah gangguan pada sistem interkoneksi Sumatera sempat memadamkan sejumlah wilayah. Hingga Sabtu (23/5/2026), lebih dari 1,5 juta pelanggan sudah kembali menikmati aliran listrik dari total sekitar 1,9 juta pelanggan yang terdampak.

General Manager PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepulauan Riau, Didik Wicaksono, mengatakan penormalan dilakukan bertahap dengan tetap mengutamakan stabilitas sistem. Ia menegaskan pemulihan belum berhenti dan masih terus berlangsung di lapangan.

“PLN terus mengoptimalkan proses penormalan sistem kelistrikan agar pelanggan dapat kembali menikmati listrik secara normal. Saat ini, lebih dari 1,5 juta pelanggan di Riau dan sekitarnya telah kembali menyala dan proses pemulihan masih terus berlangsung secara bertahap,” kata Didik di Pekanbaru, Sabtu (23/5/2026) dikutip dari Antara.

Gangguan listrik yang terjadi di Riau dan Kepulauan Riau disebut bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Masalah itu merupakan bagian dari gangguan sistem interkoneksi Sumatera yang lebih luas dan berdampak pada banyak wilayah.

Didik menjelaskan, gangguan tersebut diduga dipicu cuaca buruk yang memengaruhi jaringan transmisi utama. Titik gangguan teridentifikasi pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di wilayah Jambi. Kerusakan pada jalur transmisi itu kemudian berdampak pada pasokan listrik di sejumlah daerah, termasuk Riau dan Kepulauan Riau.

Pemulihan dilakukan bertahap dan terkoordinasi

Untuk memulihkan sistem kelistrikan, PLN melakukan berbagai langkah teknis secara terkoordinasi. Seluruh proses dijalankan secara bertahap agar sistem tetap aman dan stabil selama pemulihan berlangsung.

Menurut Didik, proses tersebut melibatkan koordinasi intensif antarsatuan kerja PLN serta kesiapsiagaan personel di lapangan. Ia menekankan bahwa seluruh upaya dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja dan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengapresiasi dukungan dan pengertian masyarakat selama proses pemulihan berlangsung,” tambahnya.

Meskipun sebagian besar pelanggan sudah kembali menerima pasokan listrik, PLN menyebut proses normalisasi sistem secara keseluruhan masih memerlukan waktu. Hal itu disebabkan kompleksitas sistem interkoneksi yang saling terhubung antarwilayah.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa gangguan pada ruas transmisi dapat memicu efek domino dalam sistem kelistrikan. Menurut dia, gangguan di satu titik bisa memengaruhi wilayah lain yang terhubung dalam jaringan yang sama.

“Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatera, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah,” ujarnya.

Darmawan menambahkan, jaringan transmisi utama dapat dipulihkan dalam waktu sekitar dua jam. Namun, penyalaan pembangkit listrik membutuhkan waktu lebih lama karena setiap jenis pembangkit memiliki karakteristik pemulihan yang berbeda.

Ia menjelaskan, pembangkit berbasis hidro dan gas dapat lebih cepat menyuplai listrik untuk pemulihan awal. Sementara itu, pembangkit thermal seperti PLTU membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 jam untuk bisa beroperasi penuh. Dengan kondisi itu, pemulihan dilakukan bertahap agar pasokan tetap aman dan sistem kembali stabil.

Di Riau dan Kepulauan Riau, pemulihan yang sudah mencapai lebih dari 1,5 juta pelanggan menjadi sinyal bahwa listrik berangsur kembali normal. Namun PLN tetap melanjutkan penanganan sampai seluruh sistem benar-benar pulih dan layanan ke pelanggan kembali berjalan seperti biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *