Internasional

Iran: Trump Tak Punya Pilihan untuk Damai Selain Terima Tuntutan Teheran

3
×

Iran: Trump Tak Punya Pilihan untuk Damai Selain Terima Tuntutan Teheran

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Iran Sebut Trump Tak Punya Pilihan untuk Damai Selain Terima Tuntutan Teheran

jurnalistik.co.id – TEHERAN — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali mengeras setelah juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, menegaskan bahwa Washington tidak punya pilihan lain selain menerima tuntutan Teheran jika ingin keluar dari perang yang disebutnya dipaksakan oleh musuh Amerika-Zionis.

Talaei-Nik mengatakan, kegagalan Washington untuk mematuhi hak Iran sebagai sebuah negara justru akan membuat Presiden AS Donald Trump menanggung lebih banyak kekalahan. Pernyataan itu ia sampaikan kepada kantor berita Tasnim, yang dikutip Al Jazeera, Sabtu.

“Satu-satunya jalan keluar dari perang ketiga yang dipaksakan oleh musuh Amerika-Zionis, baik di medan perang maupun dalam diplomasi, adalah dengan mengamankan tuntutan rakyat Iran,” kata Talaei-Nik.

Ia kemudian menambahkan bahwa Trump masih bisa mencegah kerugian lebih lanjut jika bersedia menerima proposal Iran. “Sambil menerima proposal Iran, Trump juga harus memperhatikan pencegahan kerugian dan biaya lebih lanjut dalam kelanjutan perang bagi rakyat Amerika dan komunitas internasional,” tambahnya.

Di sisi lain, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa Teheran tidak mencari konsesi dari AS untuk mengakhiri perang, melainkan hanya menuntut haknya. Baqaei ditunjuk Iran sebagai juru bicara baru tim negosiasi Republik Islam pada Jumat (22/5/2026).

“Kami ingin hak-hak kami dipulihkan. Selama lima dekade terakhir, kami berada di bawah apa yang mereka sebut sebagai ‘sanksi yang melumpuhkan’,” kata Baqaei, dilansir CBS News.

Ia juga kembali menegaskan tuntutan Iran untuk kesepakatan yang mengakhiri perang yang dilancarkan bersama oleh AS dan Israel pada 28 Februari. Dalam pandangannya, kesepakatan itu harus mencakup “pengakhiran tindakan kriminal Amerika Serikat terhadap rakyat Iran; sanksi harus dicabut, dan aset Iran yang dibekukan harus dibebaskan dan dikembalikan ke negara tersebut.”

Baqaei menambahkan, Washington juga harus mengambil langkah untuk mengakhiri blokade terhadap pelabuhan dan kapal Iran sebagai bagian dari kesepakatan perdamaian apa pun. Menurut dia, tindakan AS tersebut sama sekali bertentangan dengan hukum internasional.

Sementara itu, pemerintahan Trump pada Jumat (22/5/2026) dikabarkan bersiap melancarkan serangan militer baru terhadap Iran, meski diplomasi masih terus berlangsung. CBS News melaporkan, kondisi yang berkaitan dengan urusan pemerintahan membuat Trump tidak dapat menghadiri pernikahan putranya, Donald Trump Jr., pada akhir pekan ini.

Trump semula berencana menghabiskan akhir pekan Memorial Day di lapangan golf miliknya di New Jersey, tetapi ia kembali ke Gedung Putih. Sejumlah anggota militer dan komunitas intelijen AS juga membatalkan rencana mereka untuk akhir pekan Memorial Day sebagai antisipasi terhadap kemungkinan serangan.

Di tengah situasi yang masih bergerak cepat, pernyataan pejabat Iran memperlihatkan bahwa Teheran tetap menekan Washington agar menerima syarat yang mereka ajukan. Di saat yang sama, sorotan juga tertuju pada langkah Trump, yang disebut tengah mempertimbangkan opsi militer baru ketika jalur diplomasi belum menunjukkan hasil yang jelas.

TEHERAN — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali mengeras setelah juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, menegaskan bahwa Washington tidak punya pilihan lain selain menerima tuntutan Teheran jika ingin keluar dari perang yang disebutnya dipaksakan oleh musuh Amerika-Zionis.

Talaei-Nik mengatakan, kegagalan Washington untuk mematuhi hak Iran sebagai sebuah negara justru akan membuat Presiden AS Donald Trump menanggung lebih banyak kekalahan. Pernyataan itu ia sampaikan kepada kantor berita Tasnim, yang dikutip Al Jazeera, Sabtu.

“Satu-satunya jalan keluar dari perang ketiga yang dipaksakan oleh musuh Amerika-Zionis, baik di medan perang maupun dalam diplomasi, adalah dengan mengamankan tuntutan rakyat Iran,” kata Talaei-Nik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *