Nasional

Menjelang akhir 2026, Suahasil lakukan rotasi jabatan 17 PNS Kemenkeu

×

Menjelang akhir 2026, Suahasil lakukan rotasi jabatan 17 PNS Kemenkeu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Jelang Akhir 2026, Suahasil Rombak Lagi Jabatan 17 PNS Kemenkeu - Market

jurnalistik.co.id – Kementerian Keuangan kembali melakukan perombakan jabatan bagi sejumlah pegawai di lingkungan internalnya pada Senin (5/10/2026). Pelantikan itu digelar di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak), Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menekankan perlunya penuntasan target APBN tahun berjalan. Ia meminta seluruh jajaran memastikan pencapaian target dari sisi penerimaan, belanja, hingga pembiayaan negara.

Suahasil menyampaikan bahwa penyelesaian target APBN 2026 merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, proses konsolidasi perlu dilakukan baik di pusat maupun di daerah agar pelaksanaan anggaran berjalan sesuai arah yang ditetapkan.

Rotasi jabatan dan komitmen pelaksanaan anggaran

Pelantikan kali ini mencakup pengukuhan pejabat pada beberapa unit di bawah Kementerian Keuangan. Total pejabat yang dilantik berjumlah 17 orang dengan komposisi 13 pegawai dari lingkungan Ditjen Pajak.

Selain itu, terdapat 1 pejabat dari lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen Bea Cukai). Sementara itu, pengukuhan juga melibatkan 3 pejabat dari lingkungan Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Dalam pidatonya, Suahasil menggarisbawahi bahwa pada saat yang sama, persiapan pelaksanaan APBN 2027 harus sudah mulai dilakukan. Ia menegaskan perlunya keseimbangan antara upaya menyelesaikan target APBN 2026 dan menyiapkan langkah lanjutan untuk tahun berikutnya.

“Kita harus menuntaskan seluruh target APBN 2026 dan pada saat yang bersamaan mempersiapkan pelaksanaan APBN 2027. Penyelesaian target APBN 2026 menjadi tanggung jawab bersama dan kita perlu melakukan konsolidasi, baik di pusat maupun di daerah,” kata Suahasil dalam pelantikan tersebut.

Penekanan tersebut, menurut arahan yang disampaikan, tidak berhenti pada aspek administratif, melainkan diarahkan pada kesinambungan eksekusi kebijakan. Dengan demikian, setiap perubahan peran dalam organisasi dimaknai sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan penyerapan dan pengelolaan program anggaran.

Suahasil juga mengingatkan pejabat yang dilantik mengenai makna sumpah dan janji jabatan. Ia menyatakan bahwa sumpah dan janji yang diucapkan merupakan komitmen untuk mengabdi bagi masyarakat dan mendukung pembangunan Indonesia yang lebih baik.

Pesan tersebut menempatkan jabatan sebagai amanah yang harus dijalankan secara bertanggung jawab. Dalam konteks rotasi yang dilakukan, pergantian posisi diharapkan ikut mendorong konsistensi kinerja serta memastikan target yang ditetapkan dapat dikejar hingga tuntas.

Dengan pelantikan 17 pejabat pada hari tersebut, Kementerian Keuangan memperlihatkan langkah lanjutan dalam penyusunan penguatan internal. Di tengah tuntutan penuntasan APBN 2026, Suahasil mengarahkan seluruh jajaran agar tidak hanya fokus pada pencapaian jangka pendek, tetapi juga membangun kesiapan untuk pelaksanaan APBN 2027.

Suahasil juga menekankan bahwa arahan tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kerja nyata oleh seluruh pejabat yang baru dikukuhkan. Ia mengingatkan agar setiap langkah pengelolaan tugas tidak terlepas dari upaya menutup celah capaian yang masih menjadi perhatian pada APBN tahun berjalan.

Dalam penjelasan yang disampaikan, konsolidasi tidak hanya dipahami sebagai koordinasi dokumen, tetapi juga penguatan cara kerja lintas unit. Penguatan ini diarahkan agar pelaksanaan kebijakan di berbagai tingkatan tetap selaras dengan target yang telah ditetapkan, dari sisi penerimaan sampai pembiayaan negara.

Penempatan ulang posisi melalui rotasi dipandang sebagai bagian dari penguatan kapasitas organisasi. Pergantian peran di lingkungan internal diharapkan membantu percepatan penyesuaian strategi, sehingga pengelolaan program anggaran dapat berjalan lebih terarah dan mampu menjaga kesinambungan implementasi.

Selain menegaskan fokus pada pencapaian APBN 2026, pidato itu juga menggarisbawahi pentingnya memulai persiapan untuk tahapan berikutnya. Dengan demikian, pelaksanaan anggaran pada 2027 dapat ditata sejak awal, tanpa mengabaikan kebutuhan untuk menyelesaikan target yang masih berada dalam pengawalan tahun ini.

Pesan akhir yang disampaikan berkaitan dengan makna sumpah dan janji jabatan. Komitmen tersebut diposisikan sebagai amanah yang menuntut tanggung jawab, termasuk dalam memastikan tujuan pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat tetap menjadi rujukan dalam setiap keputusan dan pelaksanaan tugas di jabatan baru.